Bupati Gunungkidul Lantik 80 Pejabat, Tegaskan Tak Ada Lagi Titipan
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih melantik 80 pejabat baru. Ia menegaskan pengisian jabatan berdasarkan kinerja dan meritokrasi.
Foto ilustrasi kegatan MPLS dibuat dengan artificial intelligence.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pendidikan Gunungkidul memastikan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada awal tahun ajaran 2026-2027 berlangsung aman, ramah anak, dan bebas dari segala bentuk kekerasan. Pengawasan akan diperketat untuk mencegah munculnya praktik perundungan maupun perploncoan terhadap siswa baru.
Tahun ajaran baru dijadwalkan dimulai pada Senin (13/7/2026) setelah proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) selesai dilaksanakan. Hari pertama sekolah akan diisi dengan kegiatan MPLS yang menjadi sarana pengenalan lingkungan belajar bagi peserta didik baru.
Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul, Nunuk Setyowati, mengatakan pelaksanaan SPMB berjalan lancar sehingga para murid baru dapat segera mengikuti kegiatan pembelajaran sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
"Kegiatan dimulai dengan MPLS untuk siswa baru," kata Nunuk, Jumat (10/7/2026).
Menurut dia, Dinas Pendidikan telah menerbitkan surat edaran kepada seluruh sekolah sebagai pedoman pelaksanaan MPLS. Melalui aturan tersebut, sekolah diminta memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung edukatif, aman, dan mengutamakan kepentingan terbaik bagi peserta didik.
Nunuk menegaskan, tidak boleh ada tindakan yang mengarah pada kekerasan, intimidasi, maupun perploncoan selama masa pengenalan sekolah. Sebaliknya, MPLS harus menjadi ruang yang membantu siswa baru mengenal lingkungan belajar secara positif.
"Pihak sekolah harus bisa memastikan pelaksanaan MPLS berlangsung dengan baik dan dapat memberikan kepentingan terbaik bagi para siswa," katanya.
Selain memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan, sekolah juga diwajibkan menyampaikan berbagai materi pengenalan yang telah ditetapkan. Materi tersebut mencakup ciri khas sekolah, penguatan gerakan hidup rukun antarteman, hingga pengenalan gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI).
Tak hanya itu, peserta didik baru juga akan mendapatkan pembelajaran mengenai sopan santun dalam kehidupan sekolah serta pengenalan Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang menjadi bagian dari pembentukan karakter siswa.
"Tentunya juga ada pembelajaran tentang sopan santun hingga pengenalan gerakan tujuh kebiasaan anak Indonesia Hebat," kata Nunuk.
Untuk memastikan aturan berjalan sesuai ketentuan, Dinas Pendidikan tidak hanya mengandalkan surat edaran. Monitoring langsung ke sekolah-sekolah akan dilakukan selama pelaksanaan MPLS berlangsung. Bahkan, inspeksi mendadak atau sidak disiapkan sebagai langkah pengawasan agar tidak terjadi penyimpangan dalam kegiatan pengenalan siswa baru.
Menurut Nunuk, seluruh materi yang diberikan harus benar-benar bersifat edukatif dan mampu membantu siswa memahami lingkungan sekolah, mengenal guru serta teman baru, memahami tata tertib, hingga beradaptasi dengan budaya sekolah yang aman dan nyaman.
"Materi yang diberikan harus benar-benar edukatif sehingga dapat membantu murid mengenal lingkungan sekolah, guru, teman, tata tertib berlaku hingga budaya sekolah yang aman dan nyaman," katanya.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 2 Wonosari, Suhartati, memastikan sekolahnya telah siap menyambut tahun ajaran baru. MPLS bagi siswa kelas VII direncanakan berlangsung selama lima hari, mulai 13 hingga 17 Juli 2026.
Persiapan telah dilakukan melalui pengumpulan siswa baru untuk pembagian kelas sekaligus sosialisasi terkait pelaksanaan MPLS. Sekolah juga memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai prinsip sekolah ramah anak.
"Kegiatan sudah kami mulai dengan mengumpulkan siswa baru untuk pembagian kelas serta sosialisasi berkaitan dengan pelaksanaan MPLS," kata Suhartati.
Ia menegaskan sekolah berkomitmen menjauhkan MPLS dari segala bentuk kekerasan maupun perundungan. Meski melibatkan pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), seluruh kegiatan tetap berada dalam pendampingan dan pengawasan guru.
"Pelaksanaannya memang melibatkan OSIS, tapi juga ada pendampingan para guru untuk memastikan MPLS berjalan dengan ramah sehingga siswa baru dapat beradaptasi di lingkungan sekolah," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih melantik 80 pejabat baru. Ia menegaskan pengisian jabatan berdasarkan kinerja dan meritokrasi.
Kemenkes mengungkap kualitas udara sejumlah wilayah Indonesia masuk kategori berbahaya akibat karhutla. Palangka Raya mencatat ISPU 573.
Bank Mandiri meminta maaf soal pemblokiran rekening aktivis Pati Supriyono alias Botok. Rekening berisi Rp80,9 juta disepakati dibuka kembali.
7 bidang tanah calon pengganti kas Kalurahan Palihan, Kulonprogo, dicoret karena berada di bawah Sutet. Warga kecewa dan minta evaluasi.
Komisi B DPRD Kota Jogja mendorong pengembangan Rumah Sakit Hewan, integrated farming, bioflok, dan agrowisata untuk meningkatkan PAD.
Produksi minyak nasional Juli 2026 baru 578.156 bopd dari target 610.000 boepd. ESDM mengungkap sejumlah kendala dan strategi mengejarnya.