Kebakaran Lahan Meningkat, DPRD Bantul Dorong Pengawasan hingga RT
DPRD Bantul meminta pengawasan potensi kebakaran lahan diperkuat hingga tingkat RT selama musim kemarau. Jumlah kasus kebakaran lahan di Bantul tercatat meningk
Seragam sekolah SD dan SMP - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten Bantul memastikan program bantuan seragam sekolah gratis bagi siswa baru jenjang SD dan SMP segera direalisasikan. Distribusi bantuan ditargetkan mulai berlangsung pada awal Agustus dan seluruhnya selesai paling lambat pertengahan Agustus 2026.
Program tersebut menyasar peserta didik baru di sekolah negeri maupun swasta. Tidak hanya SD dan SMP, bantuan juga diberikan kepada murid baru di Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs), baik negeri maupun swasta.
Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Dikpora) Bantul, Himawan Sulistyo, mengatakan saat ini pemerintah daerah masih menyiapkan proses distribusi ke sekolah-sekolah penerima.
“Insyaallah paling cepat awal Agustus. Paling lambat pertengahan Agustus sudah terdistribusikan di sekolah-sekolah,” kata Himawan, Sabtu (1/8/2026).
Bantuan yang diberikan berupa kain seragam sekolah. Untuk siswa baru SD dan MI, kain tersebut digunakan sebagai seragam merah putih. Sementara siswa SMP dan MTs akan menerima kain untuk seragam biru putih.
Menurut Himawan, distribusi bantuan tidak dilakukan dengan mengumpulkan seluruh sekolah di satu lokasi. Dikpora akan membagi titik penyaluran berdasarkan wilayah dan jenjang pendidikan agar proses distribusi lebih efektif.
Sekolah yang berada di kawasan dengan jumlah satuan pendidikan cukup banyak nantinya akan diarahkan mengambil bantuan di titik distribusi yang telah ditentukan oleh pemerintah daerah.
Setelah bantuan diterima, sekolah akan menandatangani berita acara serah terima sebelum proses penyaluran kepada siswa dilakukan.
“Ketika sudah datang, langsung ada berita acara serah terima. Kemudian dari sekolah mengambil per kelas, wali kelas ada di situ, lalu diserahkan,” ujarnya.
Dikpora juga menegaskan bahwa program tersebut sepenuhnya gratis. Sekolah maupun tenaga pendidik tidak diperbolehkan meminta biaya tambahan kepada siswa atau orang tua terkait bantuan seragam tersebut.
Sambil menunggu proses distribusi selesai, siswa baru yang belum memiliki seragam sekolah tetap diperbolehkan mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan mengenakan pakaian bebas yang rapi dan sesuai ketentuan masing-masing sekolah.
Kebijakan tersebut diberlakukan selama masa transisi hingga bantuan kain seragam diterima dan selesai dijahit menjadi pakaian yang siap digunakan.
Sementara itu, Kepala Dikpora Bantul, Nugroho Eko Setyanto, menjelaskan program bantuan seragam gratis tahun ini didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bantul 2026.
Total anggaran yang disiapkan mencapai sekitar Rp5,21 miliar. Dana tersebut khusus dialokasikan untuk membantu siswa baru dan tidak diperuntukkan bagi peserta didik yang sudah duduk di kelas lanjutan.
“Bantuan ini diperuntukkan bagi siswa baru. Jadi siswa lama tidak mendapatkan bantuan seragam ini,” kata Nugroho.
Dari total anggaran yang tersedia, sekitar Rp2,527 miliar dialokasikan untuk siswa jenjang SD dan MI. Adapun bantuan untuk siswa SMP dan MTs mendapatkan porsi anggaran sekitar Rp2,686 miliar.
Nugroho menjelaskan bantuan diberikan dalam bentuk kain, bukan seragam jadi. Kebijakan itu diambil agar orang tua dapat menyesuaikan ukuran pakaian dengan kebutuhan masing-masing anak.
Dengan cara tersebut, seragam yang dibuat diharapkan lebih nyaman dikenakan dan sesuai dengan ukuran tubuh siswa sehingga dapat digunakan dalam jangka waktu lebih lama.
Program bantuan seragam gratis ini menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah daerah dalam meringankan beban biaya pendidikan yang harus ditanggung keluarga saat memasuki tahun ajaran baru. Selain membantu kebutuhan perlengkapan sekolah, kebijakan tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan akses pendidikan yang lebih merata bagi seluruh siswa di Kabupaten Bantul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Bantul meminta pengawasan potensi kebakaran lahan diperkuat hingga tingkat RT selama musim kemarau. Jumlah kasus kebakaran lahan di Bantul tercatat meningk
Maestro seni rupa Indonesia Nasirun meninggal dunia pada usia 60 tahun. Sahabat dan kolega mengenang hari-hari terakhir, tawa, serta warisan besar yang ditingga
Situs Grammy hapus video penampilan BTS Dynamite dan Butter usai grup K-Pop itu nyatakan boikot. Spekulasi pun bermunculan.
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mencatatkan kinerja positif sepanjang semester I 2026.
FIFA batal jual saham Piala Dunia setelah UEFA ancam boikot. Petinggi mundur protes. Infantino akhirnya mundur. Simak kronologi lengkapnya
Bantul Creative Expo 2026 resmi dibuka di Stadion Sultan Agung. Pemkab Bantul menargetkan transaksi UMKM Rp2,367 miliar dan kunjungan 110 ribu orang selama semb