Kunjungan Wisatawan Turun, Target PAD Bantul Sulit Tercapai
PAD sektor pariwisata Bantul baru mencapai Rp15,8 miliar hingga Oktober 2026. Dispar pesimistis target Rp29 miliar tercapai.
Ilustrasi UMKM - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL— Digitalisasi mulai menjadi bagian penting dalam strategi pemasaran pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Bantul. Sedikitnya 5.236 UMKM yang masuk dalam pemetaan dan fasilitasi pemerintah daerah tercatat telah memasarkan produknya secara daring melalui platform Bantul Online Shop dan Bantul Mapan.
Kepala Bidang Usaha Mikro Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Bantul, Dendi Sulistyo Wibowo mengatakan jumlah tersebut masih memungkinkan bertambah. Sebab, banyak pelaku UMKM memilih menggunakan media sosial sebagai sarana pemasaran karena lebih fleksibel.
"Angka itu mungkin lebih banyak lagi karena pelaku usaha yang melakukan pemasaran online melalui media sosial seperti WhatsApp, Instagram, Facebook dan lainnya lebih banyak serta fleksibel," kata Dendi, Rabu (9/9/2026).
Pemanfaatan kanal digital tersebut membuat pelaku UMKM Bantul memiliki lebih banyak pilihan untuk menawarkan produknya kepada konsumen. Pemasaran tidak hanya dilakukan melalui platform yang difasilitasi pemerintah, tetapi juga melalui marketplace komersial dan berbagai media sosial.
Dendi mengatakan jenis produk yang dipasarkan secara digital cukup beragam. Pada sektor industri, produk yang ditawarkan antara lain kerajinan, pangan, sandang dan kulit.
Sementara itu, pelaku usaha pada sektor ekonomi kreatif memasarkan berbagai produk seperti kuliner, produk kreatif hingga fashion.
"Pelaku UMKM kebanyakan memanfaatkan platform komersial yang sudah banyak dikenal masyarakat. Selain itu ada juga yang pakai sosial media serta platform digital milik pemerintah," ungkapnya.
Literasi Digital Masih Jadi Kendala
Meski pemasaran secara daring semakin banyak digunakan, perpindahan dari pola penjualan konvensional menuju pemasaran digital masih menghadapi sejumlah kendala.
Salah satu persoalan yang masih dihadapi pelaku UMKM adalah kemampuan dalam menggunakan teknologi digital. Tidak semua pelaku usaha memiliki tingkat literasi digital yang sama, terutama ketika harus mengelola kanal penjualan secara mandiri.
"Terutama kemampuan atau literasi digital, pengelolaan marketplace, pembuatan konten dan foto produk, serta pemahaman proses pendaftaran dan administrasi digital," ujarnya.
Persoalan tersebut membuat pendampingan tetap diperlukan meskipun sebagian pelaku UMKM sudah mulai terbiasa menggunakan platform digital.
DKUKMPP Bantul pun rutin memberikan pendampingan dan bimbingan teknis kepada pelaku UMKM. Program tersebut diarahkan untuk membantu pelaku usaha meningkatkan kemampuan dalam mengelola pemasaran secara daring.
Materi yang diberikan mencakup pengelolaan marketplace hingga teknik fotografi produk. Kemampuan membuat foto produk menjadi salah satu bagian yang diberikan karena tampilan produk menjadi bagian dari pemasaran ketika barang ditawarkan melalui kanal digital.
UMKM Klaim Omzet dan Pasar Bertambah
Dendi mengatakan manfaat digitalisasi mulai dirasakan oleh pelaku UMKM yang telah memanfaatkannya dalam kegiatan pemasaran.
Menurut dia, pelaku usaha mengaku memperoleh peningkatan omzet sekaligus jangkauan pasar setelah menggunakan teknologi digital untuk memasarkan produk.
"Lewat digitalisasi produk manfaatnya sudah dirasakan oleh pelaku UMKM. Mereka mengaku mengalami peningkatan omzet dan jangkauan pasar setelah memanfaatkan teknologi digital," katanya.
Meski demikian, DKUKMPP Bantul belum mempunyai angka pasti mengenai rata-rata peningkatan omzet yang diperoleh UMKM setelah menggunakan pemasaran digital.
Data mengenai besaran kenaikan omzet tersebut, menurut Dendi, masih membutuhkan pengukuran secara langsung kepada pelaku usaha. Karena itu, angka peningkatan omzet belum dapat disampaikan secara pasti.
DKUKMPP Bantul tetap mendorong semakin banyak pelaku UMKM memanfaatkan pemasaran daring. Pemerintah berharap penggunaan kanal digital dapat membantu pelaku usaha menjangkau konsumen yang lebih luas.
"Kami tentu berharap agar pelaku UMKM yang memasarkan produknya secara daring semakin banyak agar ikut merasakan kenaikan omzet dan memperluas jangkauan pelanggan," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PAD sektor pariwisata Bantul baru mencapai Rp15,8 miliar hingga Oktober 2026. Dispar pesimistis target Rp29 miliar tercapai.
Harga jagung di Klaten mencapai Rp7.400/kg, tertinggi sepanjang sejarah. Petani bisa meraup Rp13 juta per patok saat panen sendiri.
Jaecoo J5 EV mengalami insiden roda depan terlepas di Jakarta. Jaecoo Indonesia mengungkap hasil investigasi dan kondisi kendaraan.
Cristiano Ronaldo mengumumkan pensiun dari timnas Portugal setelah 23 tahun, dengan catatan 234 penampilan dan 146 gol internasional.
Peretasan Binance berpotensi rugikan Rp102,6 triliun. OJK mengingatkan pelaku kripto memperkuat keamanan dan perlindungan aset investor.
Dugaan penyadapan ponsel Prabowo disorot Yudi Prayudi. Pengawasan kewenangan pejabat dan fasilitas penyadapan Polri menjadi perhatian.