6 Jembatan Garuda Rampung di Gunungkidul, Ini Lokasinya

David Kurniawan
David Kurniawan Rabu, 09 September 2026 23:17 WIB
6 Jembatan Garuda Rampung di Gunungkidul, Ini Lokasinya

Jembatan - Freepik

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Program pembangunan Jembatan Garuda di Kabupaten Gunungkidul terus berjalan. Hingga awal September 2026, enam jembatan telah selesai dibangun untuk memperkuat konektivitas antarwilayah dan membantu mobilitas masyarakat, terutama di kawasan yang selama ini menghadapi keterbatasan akses.

Komandan Kodim 0730/GK, Letkol Inf Alfian Yudha Praniawan, mengatakan pembangunan Jembatan Garuda di Gunungkidul direncanakan mencapai 10 titik. Namun, pelaksanaannya masih bertahap karena satu lokasi pembangunan hingga kini belum ditetapkan.

“Rencananya ada sepuluh jembatan yang dibangun. Tapi, belum semua terlaksana karena satu titik belum ditentukan lokasinya,” kata Alfian, Rabu (9/9/2026).

Menurut dia, pembangunan dilakukan dalam beberapa tahap. Pada tahap pertama, tiga jembatan dibangun di Kalurahan Gari, Kapanewon Wonosari, serta di Kalurahan Katongan dan Kalurahan Kedungkeris di Kapanewon Nglipar.

Ketiga jembatan tersebut sudah difungsikan dan dimanfaatkan masyarakat untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

“Tiga jembatan yang dibangun di tahap awal sudah difungsikan untuk membantu akses kegiatan masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Enam Jembatan Sudah Rampung

Pada tahap berikutnya, pembangunan kembali dilaksanakan di sejumlah lokasi lain di Gunungkidul.

Satu jembatan gantung dibangun di Kalurahan Rejosari, Kapanewon Semin. Selain itu, dua jembatan gantung juga dibangun di Kalurahan Kalitekuk, Kapanewon Semin.

Pembangunan berikutnya dilakukan di Padukuhan Klayar, Kalurahan Kedungpoh, Kapanewon Nglipar melalui satu jembatan gantung.

Sementara dua jembatan lainnya merupakan jembatan beton yang berlokasi di Kalurahan Tambakromo, Kapanewon Ponjong dan Kalurahan Natah, Kapanewon Nglipar.

Dari sejumlah lokasi tersebut, jembatan gantung di Kalurahan Rejosari dan dua jembatan beton di Kalurahan Tambakromo serta Kalurahan Natah telah selesai dikerjakan.

“Belum difungsikan karena masih menunggu peresmian. Jadi, jembatan Garuda yang selesai dibangun di Gunungkidul ada enam lokasi,” katanya.

Lokasi Jembatan Garuda yang Sudah Selesai Dibangun

Berikut enam lokasi Jembatan Garuda yang telah rampung dibangun di Gunungkidul:

  • Kalurahan Gari, Kapanewon Wonosari

  • Kalurahan Katongan, Kapanewon Nglipar

  • Kalurahan Kedungkeris, Kapanewon Nglipar

  • Kalurahan Rejosari, Kapanewon Semin

  • Kalurahan Tambakromo, Kapanewon Ponjong

  • Kalurahan Natah, Kapanewon Nglipar

Sebagian jembatan sudah dimanfaatkan masyarakat, sedangkan beberapa lainnya masih menunggu jadwal peresmian sebelum resmi dibuka.

Dibangun untuk Hubungkan Wilayah Terpencil

Program pembangunan Jembatan Garuda merupakan inisiatif Presiden Prabowo Subianto yang pelaksanaannya melibatkan TNI Angkatan Darat.

Tujuan utama pembangunan ini adalah memperkuat konektivitas wilayah, menghubungkan kawasan terpencil, serta mempermudah akses masyarakat dalam menjalankan aktivitas ekonomi maupun sosial.

Menurut Alfian, aspek keselamatan juga menjadi perhatian selama proses pembangunan.

Pihaknya telah memasang papan informasi dan peringatan di sekitar jembatan untuk memastikan penggunaan dilakukan sesuai kapasitas yang ditentukan.

Di papan tersebut terdapat ketentuan bahwa jembatan hanya dapat digunakan maksimal oleh tiga orang dan satu sepeda motor dalam satu waktu.

Pengguna juga diminta melintas secara bergantian demi menjaga keamanan dan kenyamanan.

“Mudah-mudahan dengan dibangunnya jembatan ini bisa membantu masyarakat untuk beraktivitas,” katanya.

Warga Rejosari Tunggu Jembatan Dibuka

Secara terpisah, Lurah Rejosari, Kapanewon Semin, Sunarto membenarkan bahwa pembangunan Jembatan Garuda di wilayahnya telah selesai.

Meski bangunan fisik sudah rampung, jembatan tersebut hingga kini belum dapat digunakan masyarakat karena masih menunggu instruksi lebih lanjut terkait pembukaan dan peresmian.

“Bangunan jembatan sudah jadi, tapi masih ditutup sehingga belum bisa dipergunakan warga untuk melintas,” katanya.

Menurut Sunarto, keberadaan jembatan gantung tersebut memiliki manfaat besar bagi warga, terutama ketika musim hujan tiba.

Selama ini masyarakat kerap memanfaatkan crossway untuk menyeberang. Namun fasilitas tersebut tidak dapat digunakan ketika debit air meningkat akibat hujan deras atau banjir.

Kondisi tersebut berbeda dengan jembatan gantung yang tetap dapat digunakan sebagai akses penghubung saat aliran sungai meluap.

“Memang hanya bisa untuk melintas satu motor, tapi keberadaan jembatan gantung sangat membantu warga, karena saat banjir tetap dapat melintas. Ini beda dengan keberadaan crossway yang sering digunakan warga melintas, karena saat banjir tidak bisa dilewati,” katanya.

Keberadaan Jembatan Garuda di sejumlah titik di Gunungkidul diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga sekaligus memperkuat konektivitas antarpadukuhan dan antarkalurahan yang selama ini terkendala kondisi geografis maupun aliran sungai.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online