Menteri PU Berharap Kelok 23 Bantul-Gunungkidul Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru

Newswire
Newswire Rabu, 02 September 2026 05:17 WIB
Menteri PU Berharap Kelok 23 Bantul-Gunungkidul Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru

Pekerja dengan alat berat menyelesaikan pembangunan jalur kelok Kretek-Girijati di Jalur Jalan Lintas Selatan, Bantul, DI Yogyakarta, Rabu (116/2025). Antara/Hendra Nurdiyansyah

Harianjogja.com, JOGJA— Pembangunan ruas Jalan Kelok 23 yang menjadi bagian dari Jalur Pantai Selatan (Pansela) atau Jalur Lintas Selatan (JLS) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah rampung 100 persen pada akhir Agustus 2026. Jalan yang menghubungkan wilayah Kretek, Kabupaten Bantul, dengan Girijati, Kabupaten Gunungkidul, tersebut ditargetkan mulai beroperasi paling cepat pada September atau Oktober 2026.

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan pembangunan Pansela Jawa merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan konektivitas di wilayah selatan Pulau Jawa. Kehadiran jalur tersebut sekaligus diharapkan mampu membuka pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.

"Pansela diharapkan menjadi alternatif perjalanan masyarakat untuk mengurangi kepadatan di Jalur Pantura maupun Tol Trans Jawa. Di saat yang sama, keberadaan jalan ini juga membuka akses menuju kawasan wisata dan sentra ekonomi masyarakat pesisir," kata Dody di Jakarta, Senin (31/8/2026).

Jalan Kelok 23 memiliki panjang keseluruhan sekitar 5,64 kilometer dengan lebar jalan aspal mencapai 7 meter. Dari pembangunan yang telah rampung, terdapat paket pekerjaan jalan sepanjang sekitar 5 kilometer.

Dari ruas tersebut, sekitar 1,9 kilometer berada di wilayah Kabupaten Gunungkidul. Jalan ini menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan konektivitas kawasan selatan DIY yang selama ini terus didorong pemerintah.

Kelok 23 Punya Panorama Pantai Selatan

Selain berfungsi sebagai jalur penghubung antarkawasan, Kelok 23 memiliki daya tarik lain berupa panorama kawasan Pantai Selatan. Ruas jalan tersebut berada di kawasan perbukitan yang menghadap langsung ke wilayah pesisir selatan.

Kondisi geografis tersebut membuat pengguna jalan nantinya dapat menikmati pemandangan kawasan Pantai Selatan dari ketinggian. Pemerintah juga menyiapkan tiga titik gardu pandang di sepanjang kawasan Kelok 23.

Keberadaan gardu pandang tersebut diharapkan memberikan pengalaman perjalanan yang berbeda sekaligus menjadi daya tarik tambahan bagi masyarakat yang melintas.

Dengan karakteristik tersebut, Kelok 23 tidak hanya diproyeksikan sebagai infrastruktur transportasi, tetapi juga dapat mendukung pengembangan kawasan wisata di sepanjang Pansela DIY.

Dibangun Sejak 2023

Pembangunan ruas Kelok 23 telah dimulai sejak Agustus 2023. Proyek tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan konektivitas kawasan selatan DIY secara bertahap dan berkelanjutan.

Meskipun paket pembangunan sepanjang sekitar 5 kilometer telah selesai, pekerjaan infrastruktur di kawasan tersebut masih berlanjut. Saat ini tengah dilakukan pengerjaan paket baru dengan panjang kurang lebih 2,5 kilometer.

Kementerian PU menargetkan ruas yang telah selesai tersebut dapat mulai digunakan masyarakat paling cepat pada September atau Oktober 2026.

Pengoperasian Kelok 23 nantinya diharapkan semakin mempermudah mobilitas masyarakat antara wilayah Bantul dan Gunungkidul. Jalur tersebut juga berpotensi memperkuat akses menuju sejumlah kawasan wisata di pesisir selatan.

Pembangunan Pansela sendiri tidak hanya diarahkan untuk menyediakan jalur alternatif bagi masyarakat. Infrastruktur tersebut juga diharapkan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi baru di wilayah selatan Jawa.

Di DIY, keberadaan Kelok 23 dapat memperkuat keterhubungan antara kawasan permukiman, destinasi wisata, dan sentra ekonomi masyarakat. Akses yang semakin baik diharapkan membuka peluang bagi berkembangnya aktivitas ekonomi lokal di sepanjang jalur tersebut.

Dengan rampungnya pembangunan ruas Kelok 23, masyarakat kini tinggal menunggu pengoperasian jalur tersebut. Jika sesuai target, akses baru yang menghubungkan Kretek di Bantul dan Girijati di Gunungkidul itu dapat mulai dimanfaatkan pada September atau Oktober 2026.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online