Pendakian Gunung Rinjani Dibuka Terbatas
Pendakian Gunung Rinjani kembali dibuka terbatas mulai 1 September 2026. Pengawasan diperketat untuk mencegah kebakaran hutan saat musim kemarau
LBB 2026 Jogja diikuti 3.500 pelajar dari SD hingga SMA. Kegiatan ini menanamkan disiplin, keteraturan, dan cinta Tanah Air. /Pemkot Jogja.
Harianjogja.com, JOGJA— Sebanyak 3.500 pelajar dari berbagai jenjang pendidikan mengikuti Lomba Baris Berbaris (LBB) 2026 yang digelar Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Kota Yogyakarta. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan mengikuti gerakan dan instruksi, tetapi juga diarahkan sebagai sarana membentuk karakter, kedisiplinan, keteraturan, serta kecintaan terhadap Tanah Air.
LBB 2026 digelar Dinas Dikpora Kota Yogyakarta bersama Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Yogyakarta. Pesertanya berasal dari jenjang SD/MI, SMP/MTs hingga SMA/SMK/MA.
Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan mengatakan nilai utama dalam lomba baris-berbaris tidak semata-mata terlihat dari kemampuan peserta melakukan gerakan secara serempak. Menurut dia, proses latihan yang dijalani para pelajar justru menjadi bagian penting dalam membangun karakter.
"Di samping lomba itu menanamkan gerak dan instruksi, ada makna di belakangnya, yaitu bagaimana kita membangun kedisiplinan, keteraturan, dan cinta Tanah Air," katanya dalam sambutan pembukaan LBB.
Nilai LBB Diharapkan Berlanjut di Sekolah
Wawan berharap pembelajaran yang diperoleh peserta selama mengikuti LBB 2026 tidak berhenti ketika perlombaan selesai. Nilai kedisiplinan dan keteraturan diharapkan tetap diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun ketika siswa berada di lingkungan sekolah.
Menurutnya, para peserta LBB juga dapat menjadi contoh bagi teman-teman mereka dalam menerapkan pendidikan karakter. Dengan demikian, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pengalaman berkompetisi, tetapi juga mendorong terbentuknya kebiasaan positif di kalangan pelajar.
"Setelah lomba, harapannya nilai-nilai itu tetap terbawa dalam kehidupan sehari-hari maupun di kelasnya sehingga menjadi role model (contoh) bagi teman-temannya. Pendidikan karakter seperti ini akan membuat Yogyakarta semakin istimewa," katanya.
Diikuti 101 Pleton dari Berbagai Jenjang
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Dikpora Yogyakarta Agus Trimadi menjelaskan LBB 2026 diikuti 101 pleton. Peserta berasal dari tiga kelompok jenjang pendidikan dengan jumlah masing-masing yang berbeda.
Sebanyak 15 pleton berasal dari SD/MI, kemudian 44 pleton dari SMP/MTs, serta 42 pleton dari SMA/SMK/MA. Setiap pleton beranggotakan 39 siswa sehingga total peserta dalam kegiatan tersebut mencapai 3.500 pelajar.
Komposisi peserta tersebut menunjukkan LBB menjadi kegiatan yang melibatkan pelajar dari berbagai tingkat pendidikan. Selain menguji kekompakan dalam barisan, kegiatan ini sekaligus memberikan pengalaman bagi siswa untuk menjalankan instruksi secara bersama-sama.
Agus mengatakan baris-berbaris memiliki nilai pendidikan penting bagi pelajar. Gerakan yang dilakukan secara bersama-sama melatih peserta untuk mendengar instruksi, mematuhi aturan, mengendalikan diri, serta menjaga konsentrasi.
"Baris-berbaris tidak hanya soal kaki yang melangkah serempak. Di balik setiap langkah ada latihan untuk mendengar, mematuhi aturan, mengendalikan diri, menjaga konsentrasi, dan menempatkan kepentingan kelompok di atas ego pribadi," katanya.
Melalui LBB 2026, Dinas Dikpora Kota Yogyakarta menempatkan aktivitas baris-berbaris bukan sekadar sebagai kompetisi antarpelajar. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk menanamkan kedisiplinan, keteraturan, pengendalian diri, kerja bersama, dan cinta Tanah Air sejak di lingkungan pendidikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pendakian Gunung Rinjani kembali dibuka terbatas mulai 1 September 2026. Pengawasan diperketat untuk mencegah kebakaran hutan saat musim kemarau
Vandalisme 378 muncul di pagar kantor baru DPD PSI Solo. Yogo mengaku tak tahu maksud tulisan yang baru terlihat sore hari.
Pemerintah Kabupaten Klaten menggelar kegiatan serap aspirasi bertajuk Sambung Rasa di Desa Karangduren, Kecamatan Kebonarum, Selasa (1/9/2026)
Inflasi DIY Agustus 2026 mencapai 3,07% secara tahunan. Harga emas perhiasan dan daging ayam ras menjadi penyumbang utama.
Pemerintah membuka 25 prodi PPDS berbasis rumah sakit. Seleksi dimulai 3 September 2026 untuk memenuhi kebutuhan 65.000 dokter spesialis.
Gempa M4,3 mengguncang Cianjur, Selasa (1/9/2026). Getaran terasa hingga Bandung dan Sukabumi. BMKG menyebut gempa dipicu sesar aktif.