DPRD Bantul Dorong RJIT di Pansela untuk Cegah Gagal Panen

Yosef Leon
Yosef Leon Jum'at, 04 September 2026 14:27 WIB
DPRD Bantul Dorong RJIT di Pansela untuk Cegah Gagal Panen

Foto ilustrasi irigasi persawahan. - Freepik

Harianjogja.com, BANTUL—Ketersediaan air menjadi tantangan bagi petani di kawasan pesisir selatan Bantul saat musim kemarau. DPRD Kabupaten Bantul mendorong pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi tersier (RJIT) agar pasokan air ke lahan pertanian tetap terjaga dan risiko gagal panen dapat ditekan.

Sekretaris Komisi B DPRD Bantul, Dodi Purnomo Jati mengatakan pembangunan RJIT menjadi salah satu aspirasi yang diperjuangkan legislatif untuk menjawab kebutuhan petani, terutama mereka yang berada di kawasan pinggiran pesisir selatan atau Pansela.

Menurut Dodi, keberadaan jaringan irigasi yang memadai menjadi bagian penting dalam menunjang aktivitas pertanian. Infrastruktur tersebut memungkinkan distribusi air menuju lahan pertanian berjalan lebih baik, khususnya ketika petani menghadapi keterbatasan pasokan air pada musim kemarau.

"Kami sudah menyampaikan aspirasi untuk RJIT, untuk irigasi di pinggiran pesisir atau Pansela sana untuk membantu petani terkait pengairan," kata Dodi, Jumat (4/9/2026).

Dia menjelaskan pembangunan RJIT di kawasan tersebut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi satu kelompok tani atau satu wilayah. Dalam satu jalur jaringan irigasi tersier, manfaat pengairan ditargetkan dapat menjangkau petani di sedikitnya tiga dusun.

Cakupan tersebut membuat pembangunan RJIT dinilai memiliki dampak yang cukup luas bagi masyarakat. Selain membantu memenuhi kebutuhan air untuk lahan pertanian, jaringan yang berfungsi optimal dapat mendukung petani mempertahankan kegiatan budidaya selama periode kering.

"RJIT itu kami bangun, sebenarnya satu jalur itu berdampak untuk tiga dusun, tiga dusun terkait pengairan, terutama sekarang kan sedang musim kemarau," ujarnya.

Dodi menilai perhatian terhadap infrastruktur pertanian perlu terus ditingkatkan karena sektor tersebut berkaitan langsung dengan kehidupan dan perekonomian masyarakat. Bagi petani, kepastian pengairan menjadi salah satu faktor yang dapat menentukan keberhasilan budidaya hingga masa panen.

Karena itu, pembangunan maupun rehabilitasi jaringan irigasi tidak hanya dipandang sebagai pembangunan fisik. Infrastruktur tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya menjaga produktivitas lahan dan memperkuat ketahanan pangan masyarakat di kawasan pesisir Bantul.

Terlebih, kondisi musim kemarau dapat meningkatkan kebutuhan petani terhadap jaringan pengairan yang mampu mendistribusikan air secara efektif. Tanpa dukungan irigasi yang memadai, keterbatasan air berpotensi mengganggu pertumbuhan tanaman dan berdampak pada hasil produksi.

Dodi berharap pembangunan RJIT di kawasan Pansela dapat memberikan manfaat langsung bagi petani. Dengan distribusi air yang lebih baik, lahan pertanian diharapkan tetap dapat produktif dan hasil panen bisa lebih maksimal.

"Harapannya nanti terkait panen dari pertanian tersebut bisa maksimal dengan adanya saluran irigasi tersebut di daerah sana, dengan demikian dampak terhadap potensi gagal panen bisa diminimalisir," katanya.

Menurut dia, optimalisasi jaringan irigasi pada akhirnya tidak hanya berkaitan dengan peningkatan hasil pertanian. Keberadaan infrastruktur tersebut juga diharapkan dapat memberikan dampak terhadap kesejahteraan petani dan keluarganya karena keberlanjutan produksi pertanian tetap terjaga.

Dengan manfaat yang ditargetkan menjangkau sedikitnya tiga dusun dalam satu jalur, pembangunan RJIT di Pansela diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang untuk mendukung kebutuhan pengairan petani, terutama ketika wilayah Bantul memasuki periode kemarau.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online