Api Bakar 10 Hektare Lahan di Imogiri, 127 KK Berpotensi Terdampak
Kebakaran lahan sekitar 10 hektare terjadi di Lemah Rubuh, Imogiri. Api berpotensi mengancam 127 KK jika kembali merambat.
Foto ilustrasi penjual cabai keriting. - Antara
Harianjogja.com, BANTUL—Petani cabai di lahan pasir Kalurahan Srigading, Kapanewon Sanden, Bantul, menghadapi penurunan harga saat memasuki masa panen. Harga cabai merah besar di tingkat petani kini hanya sekitar Rp8.000 per kilogram, sedangkan cabai merah keriting berada di kisaran Rp15.000-Rp16.000 per kilogram.
Penurunan harga tersebut terjadi ketika sejumlah daerah juga memasuki masa panen cabai. Kondisi itu membuat pasokan cabai ke pasar meningkat sehingga harga di tingkat petani ikut tertekan.
Salah satu petani cabai di lahan pasir Srigading, Sancoko, mengatakan harga lelang cabai merah besar pada Kamis (27/8/2026) hanya mencapai Rp8.000 per kilogram. Sementara itu, cabai merah keriting laku Rp16.000 per kilogram.
Menurut Sancoko, harga cabai merah besar yang rendah membuat petani hanya mampu berada pada posisi impas. Salah satu penyebabnya adalah biaya panen yang saat ini cukup tinggi.
"Dengan harga cabai merah besar Rp8.000 per kilogram, sebenarnya petani hanya impas karena biaya petik per orang saat ini juga mahal. Sehari per orang bisa Rp100.000, belum termasuk makan siang," ujarnya, Selasa (1/9/2026).
Panen Cabai Lebih Awal
Sancoko mengatakan tekanan harga tidak hanya terjadi pada cabai merah besar. Harga cabai besar hijau juga ikut turun setelah sebelumnya masih berada di angka Rp13.000 per kilogram.
Menurut dia, penurunan tersebut berkaitan dengan melimpahnya pasokan cabai hijau besar. Sebagian petani memilih memanen cabai merah besar lebih awal saat buah masih berwarna hijau untuk mengurangi risiko kerugian akibat harga cabai merah yang rendah.
Keputusan tersebut kemudian turut menambah volume cabai hijau yang masuk ke pasar. Ketika stok meningkat, harga komoditas tersebut ikut mengalami penurunan.
"Ya, akhirnya stok melimpah sehingga harga juga turun seperti harga cabai merah besar," tuturnya.
Kondisi tersebut menunjukkan tekanan harga tidak hanya dipengaruhi oleh permintaan, tetapi juga waktu panen yang terjadi hampir bersamaan. Ketika banyak petani melepas hasil panen dalam periode yang sama, pasokan meningkat dan harga di tingkat petani menjadi lebih rendah.
Panen Berbarengan
Petani cabai lainnya, Juni Maryanto, mengatakan penurunan harga cabai besar, baik merah maupun hijau, terjadi karena sejumlah daerah lain juga mulai memasuki masa panen.
Ia menjelaskan tanaman cabai di sejumlah wilayah banyak dibudidayakan menggunakan pola tumpangsari bersama bawang merah. Setelah bawang merah dipanen, tanaman cabai yang ditanam bersamaan kemudian memasuki masa panen dalam waktu yang tidak terlalu lama.
Akibatnya, hasil panen cabai dari berbagai wilayah masuk ke pasar hampir bersamaan. Kondisi tersebut membuat pasokan meningkat dan memberikan tekanan terhadap harga.
"Tanaman cabai itu kan tumpangsari dengan tanaman bawang merah. Setelah panen bawang merah, tidak berselang lama disusul panen cabai sehingga pasokan di pasar melimpah dan harga turun," ungkapnya.
Bagi petani di lahan pasir Srigading, penurunan harga menjadi tantangan tersendiri karena biaya produksi dan biaya panen tetap harus dikeluarkan. Harga Rp8.000 per kilogram untuk cabai merah besar bahkan dinilai belum memberikan ruang keuntungan yang memadai bagi petani.
Biaya tenaga kerja untuk memetik cabai menjadi salah satu pengeluaran yang cukup besar. Dengan ongkos petik mencapai Rp100.000 per orang per hari, rendahnya harga jual membuat pendapatan petani harus terserap untuk menutup biaya panen.
Sementara itu, harga cabai merah keriting yang berada pada kisaran Rp15.000-Rp16.000 per kilogram juga menunjukkan bahwa pelemahan harga tidak hanya terjadi pada satu jenis cabai. Pasokan yang meningkat menjadi salah satu faktor utama yang dirasakan petani ketika memasuki periode panen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebakaran lahan sekitar 10 hektare terjadi di Lemah Rubuh, Imogiri. Api berpotensi mengancam 127 KK jika kembali merambat.
Hasil TKA tahun ini bisa diakses mandiri peserta melalui laman resmi TKA. Kemendikdasmen mengubah mekanisme pengumuman hasil tes.
Asia Tri Jogja 2026 memasuki edisi ke-21 di Sleman dengan tema Embodied Body dan menghadirkan seniman dari empat negara.
Hutama Karya memberi diskon tarif tol Padang-Pekanbaru 10% pada 4-6 September 2026. Simak jadwal dan tarif setelah diskon.
Eksplorasi panas bumi Gunung Ungaran menuai kekhawatiran. Pemerintah memastikan kajian lingkungan dan Candi Gedong Songo menjadi perhatian.
Komdigi memberi batas 28 September 2026 bagi operator untuk menyediakan perlindungan sisa kuota internet sesuai putusan MK.