Seleksi PPDS 2026 Dibuka 3 September, Ini Daftar 25 Prodinya
Pemerintah membuka 25 prodi PPDS berbasis rumah sakit. Seleksi dimulai 3 September 2026 untuk memenuhi kebutuhan 65.000 dokter spesialis.
Delman wisata tengah menunggu wisatawan di Pantai Parangtritis, Rabu (25/2/2026). - Harian Jogja/Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA—Jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) tujuan Daerah Istimewa Jogja (DIY) mencapai 4,28 juta perjalanan pada Juli 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat angka tersebut meningkat dibandingkan bulan sebelumnya sekaligus melonjak dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pelaksana tugas (Plt) BPS DIY Endang Tri Wahyuningsih mengatakan perjalanan wisnus ke DIY pada Juli 2026 tumbuh 0,50 persen dibandingkan Juni 2026. Jika dibandingkan Juli 2025, pertumbuhannya mencapai 21,68 persen.
"Sebanyak 4,28 juta perjalanan wisnus tujuan DIY pada Juli 2026 ini meningkat 0,50 persen dibanding dengan Juni 2026, dan melonjak 21,68 persen dibandingkan Juli 2025," kata Endang Tri Wahyuningsih di Jogja, Rabu.
Secara kumulatif, jumlah perjalanan wisatawan nusantara ke DIY selama Januari hingga Juli 2026 mencapai 26,75 juta perjalanan. Capaian tersebut tumbuh 9,15 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Libur Sekolah hingga Agenda Wisata Dongkrak Perjalanan
Menurut Endang, peningkatan perjalanan wisnus ke DIY pada Juli 2026 tidak terlepas dari sejumlah momentum dan kegiatan yang berlangsung di daerah ini.
"Peningkatan ini didukung oleh momentum libur sekolah, libur nasional, serta berbagai kegiatan seni, budaya, dan olahraga yang berlangsung di DIY sepanjang Juli 2026," katanya.
Meski jumlah perjalanan wisatawan meningkat, kondisi tersebut belum sepenuhnya tercermin pada tingkat penghunian kamar (TPK) hotel. BPS justru mencatat adanya penurunan tingkat keterisian hotel pada Juli 2026.
"Pada Juli 2026, TPK hotel bintang turun 1,85 poin dibandingkan Juni 2026, namun naik 0,03 poin dibandingkan Juli 2025," katanya.
Sementara itu, TPK hotel nonbintang dan akomodasi lainnya di wilayah DIY turun 0,69 poin secara bulanan. Namun, secara tahunan indikator tersebut masih mengalami kenaikan 3,35 poin.
Tamu Hotel di DIY Turun 5,70%
Penurunan tingkat penghunian kamar juga diikuti berkurangnya jumlah tamu yang menginap di hotel selama Juli 2026.
"Jumlah tamu yang menginap di hotel pada Juli 2026 juga menurun menjadi 829.327 orang, atau turun 5,70 persen dibandingkan bulan sebelumnya," katanya.
Kendati terdapat penurunan pada indikator perhotelan, BPS melihat kinerja pariwisata DIY secara umum masih menunjukkan tren positif. Peningkatan kunjungan wisatawan, baik mancanegara maupun nusantara, menunjukkan DIY tetap menjadi destinasi yang diminati.
"Berbagai agenda wisata, seni, budaya, dan olahraga turut memberikan kontribusi terhadap meningkatnya aktivitas pariwisata di daerah ini," katanya.
BPS terus memantau perkembangan indikator pariwisata sebagai salah satu gambaran aktivitas ekonomi daerah. Data tersebut menjadi masukan bagi pemerintah dan para pemangku kepentingan dalam menyusun kebijakan pengembangan sektor pariwisata yang berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah membuka 25 prodi PPDS berbasis rumah sakit. Seleksi dimulai 3 September 2026 untuk memenuhi kebutuhan 65.000 dokter spesialis.
Beras premium 5 kg mulai langka di sejumlah ritel. Mendag Budi Santoso mengatakan Bulog mulai memasok beras premium dan medium ke ritel modern.
Dinsos Bantul mencatat ribuan usulan penerima bansos, termasuk 1.789 usulan PBI JK, 95 PKH, dan 79 bantuan sembako melalui kalurahan dan Dinsos.
Los Pasar Brosot Kulonprogo ambruk sejak 23 Juli 2026 dan belum ditangani. DPRD mendesak solusi sementara bagi pedagang terdampak.
BPS Kota Jogja menegaskan desil DTSEN ditentukan terpusat oleh BPS pusat dari data kementerian dan lembaga, bukan pendataan langsung BPS Kota.
Proyek IKN Tahap 3 senilai Rp17,24 triliun terancam tertunda karena anggaran 2027 belum teralokasi. OIKN mengusulkan tambahan dana.