Arie Sujito: Respons Represif Bisa Jadi Bumerang Pemerintah
Arie Sujito meminta pemerintah membenahi kebijakan setelah aksi demonstrasi. Ia menyoroti krisis ekonomi, politik, hukum, dan ketidakpercayaan publik.
Wisatawan berkunjung ke kawasan Malioboro, Senin (31/8/2026). Anisatul Umah-Harian Jogja.
Harianjogja.com, JOGJA—Target Pemerintah Daerah (Pemda) DIY menjadikan Malioboro sebagai kawasan full pedestrian pada November 2026 mendapat perhatian dari Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY. Kebijakan tersebut dinilai berpotensi meningkatkan kualitas dan daya tarik Malioboro, tetapi perlu dibarengi solusi serta mitigasi yang jelas bagi pelaku industri pariwisata yang terdampak.
Ketua GIPI DIY, Bobby Ardiyanto Setyo Aji, mengatakan pelaku usaha di sektor akomodasi, restoran, dan usaha lainnya perlu mendapat kepastian mengenai solusi atas dampak penerapan kebijakan tersebut.
"Selagi solusi 'clear' Kebijakan ini akan memberikan positive image dan menguatkan daya tarik Malioboro seiring perkembangan zaman dan perubahan pasar yang terjadi," ujar Ketua GIPI DIY, Bobby Ardiyanto Setyo Aji, Senin (31/8/2026).
GIPI Nilai Full Pedestrian Bisa Tingkatkan Kualitas Malioboro
Bobby mengatakan penerapan Malioboro sebagai kawasan full pedestrian menjadi bagian dari upaya meleverage atau memaksimalkan kawasan tersebut agar lebih berkualitas. Penataan itu juga diharapkan memberikan kenyamanan bagi wisatawan yang berkunjung di area Malioboro.
Menurutnya, kebijakan full pedestrian akan cukup efektif untuk meningkatkan kualitas pasar dan segmentasi wisatawan di Malioboro. Dampak ekonomi kawasan juga berpotensi meningkat apabila Pemda menyiapkan mitigasi dan solusi yang tepat.
Namun, langkah tersebut perlu dipastikan tidak menimbulkan dampak kontraproduktif bagi pelaku usaha pariwisata yang berada di kawasan tersebut.
Bobby menilai setelah area dan infrastruktur Malioboro tertata dengan baik, pekerjaan berikutnya adalah menata produk agar segmentasinya jelas dan saling melengkapi.
Dengan penataan tersebut, produk UMKM dan industri pariwisata di kawasan Malioboro diharapkan dapat saling melengkapi, tertata, tersegmentasi, serta terpetakan atau terzonasi dengan baik.
Malioboro Diharapkan Jadi Etalase Produk
Bobby berharap Malioboro dapat menjadi etalase berbagai produk, mulai dari retail sampai dengan grocery. Produk yang tersedia juga diharapkan memiliki rentang kualitas mulai dari standar hingga premium.
Menurutnya, kejelasan segmentasi produk akan membuat wisatawan lebih nyaman ketika berbelanja di Malioboro.
"Harapannya Malioboro mampu meningkatkan spending dan pergerakan ekonominya jauh lebih baik dan bermanfaat," jelasnya.
Dispar DIY Kaji Dampak Penataan Malioboro
Kepala Dinas Pariwisata DIY, Eling Priswanto, mengatakan penataan pedestrian di Malioboro merupakan salah satu upaya untuk menarik lebih banyak wisatawan ke DIY.
Penataan tersebut sekaligus diarahkan untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan selama berkunjung. Dinas Pariwisata DIY berkolaborasi dengan Pemkot Jogja dan pihak terkait untuk memastikan penerapan kebijakan tidak menimbulkan dampak negatif, terutama terhadap kelancaran lalu lintas.
"Misalnya kelancaran arus lalu lintas, kemudian ini kan sudah diterapkan juga mulai uji coba penerapan sirip-sirip di Jalan Malioboro. Tentunya akan terus dikaji bagaimana dampaknya terhadap kelancaran lalu lintas, kenyamanan para wisatawan," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Arie Sujito meminta pemerintah membenahi kebijakan setelah aksi demonstrasi. Ia menyoroti krisis ekonomi, politik, hukum, dan ketidakpercayaan publik.
Nelayan asal Riau meninggal saat melaut di Pelabuhan Sadeng, Gunungkidul. Korban sempat mengeluh sakit dada sebelum ditemukan meninggal.
UKDW Perkuat Layanan Andong Wisata Yogyakarta melalui Pelatihan Bahasa Inggris dan Inovasi Lingkungan
Prabowo menyebut 290 BUMN telah ditutup dan menghemat Rp50 triliun. Pemerintah menargetkan 700 BUMN lainnya ditutup hingga akhir 2026.
Sekretaris Panitia Festival Mustika Rasa, Yan Kurnia Sutanto, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas suksesnya penyelenggaraan Festival Kuliner Mustika
Seleksi tambahan calon lurah Gunungkidul digelar 7 September 2026. Dua kalurahan memiliki lebih dari lima bakal calon.