Malioboro Jadi Full Pedestrian, GIPI DIY Minta Solusi Jelas

Anisatul Umah
Anisatul Umah Senin, 31 Agustus 2026 13:37 WIB
Malioboro Jadi Full Pedestrian, GIPI DIY Minta Solusi Jelas

Wisatawan berkunjung ke kawasan Malioboro, Senin (31/8/2026). Anisatul Umah-Harian Jogja.

Harianjogja.com, JOGJA—Target Pemerintah Daerah (Pemda) DIY menjadikan Malioboro sebagai kawasan full pedestrian pada November 2026 mendapat perhatian dari Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY. Kebijakan tersebut dinilai berpotensi meningkatkan kualitas dan daya tarik Malioboro, tetapi perlu dibarengi solusi serta mitigasi yang jelas bagi pelaku industri pariwisata yang terdampak.

Ketua GIPI DIY, Bobby Ardiyanto Setyo Aji, mengatakan pelaku usaha di sektor akomodasi, restoran, dan usaha lainnya perlu mendapat kepastian mengenai solusi atas dampak penerapan kebijakan tersebut.

"Selagi solusi 'clear' Kebijakan ini akan memberikan positive image dan menguatkan daya tarik Malioboro seiring perkembangan zaman dan perubahan pasar yang terjadi," ujar Ketua GIPI DIY, Bobby Ardiyanto Setyo Aji, Senin (31/8/2026).

GIPI Nilai Full Pedestrian Bisa Tingkatkan Kualitas Malioboro

Bobby mengatakan penerapan Malioboro sebagai kawasan full pedestrian menjadi bagian dari upaya meleverage atau memaksimalkan kawasan tersebut agar lebih berkualitas. Penataan itu juga diharapkan memberikan kenyamanan bagi wisatawan yang berkunjung di area Malioboro.

Menurutnya, kebijakan full pedestrian akan cukup efektif untuk meningkatkan kualitas pasar dan segmentasi wisatawan di Malioboro. Dampak ekonomi kawasan juga berpotensi meningkat apabila Pemda menyiapkan mitigasi dan solusi yang tepat.

Namun, langkah tersebut perlu dipastikan tidak menimbulkan dampak kontraproduktif bagi pelaku usaha pariwisata yang berada di kawasan tersebut.

Bobby menilai setelah area dan infrastruktur Malioboro tertata dengan baik, pekerjaan berikutnya adalah menata produk agar segmentasinya jelas dan saling melengkapi.

Dengan penataan tersebut, produk UMKM dan industri pariwisata di kawasan Malioboro diharapkan dapat saling melengkapi, tertata, tersegmentasi, serta terpetakan atau terzonasi dengan baik.

Malioboro Diharapkan Jadi Etalase Produk

Bobby berharap Malioboro dapat menjadi etalase berbagai produk, mulai dari retail sampai dengan grocery. Produk yang tersedia juga diharapkan memiliki rentang kualitas mulai dari standar hingga premium.

Menurutnya, kejelasan segmentasi produk akan membuat wisatawan lebih nyaman ketika berbelanja di Malioboro.

"Harapannya Malioboro mampu meningkatkan spending dan pergerakan ekonominya jauh lebih baik dan bermanfaat," jelasnya.

Dispar DIY Kaji Dampak Penataan Malioboro

Kepala Dinas Pariwisata DIY, Eling Priswanto, mengatakan penataan pedestrian di Malioboro merupakan salah satu upaya untuk menarik lebih banyak wisatawan ke DIY.

Penataan tersebut sekaligus diarahkan untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan selama berkunjung. Dinas Pariwisata DIY berkolaborasi dengan Pemkot Jogja dan pihak terkait untuk memastikan penerapan kebijakan tidak menimbulkan dampak negatif, terutama terhadap kelancaran lalu lintas.

"Misalnya kelancaran arus lalu lintas, kemudian ini kan sudah diterapkan juga mulai uji coba penerapan sirip-sirip di Jalan Malioboro. Tentunya akan terus dikaji bagaimana dampaknya terhadap kelancaran lalu lintas, kenyamanan para wisatawan," jelasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online