Kelurahan Gilingan Solo Kembangkan Pengolahan Sampah Organik Berbasis Warga
Gilingan, Solo, mengembangkan pengelolaan sampah organik berbasis masyarakat dengan komposter dan mesin pencacah plastik.
Salah satu pasangan nikah gratis saat melaksanakan akad nikah di atas tangki air di Kantor KUA Sewon, Kamis (27/8/2026). Air selanjutnya didonasikan ke wilayah terdampak kekeringan. Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, BANTUL— Sebanyak 11 pasangan mengikuti nikah bareng dengan konsep tak biasa di kantor KUA Sewon, Kamis (27/8/2026). Mereka melangsungkan akad nikah di atas tangki air yang sekaligus menjadi bagian dari mahar untuk didonasikan kepada warga terdampak kekeringan di DIY.
Kegiatan tersebut digelar Forum Ta’aruf Indonesia (Fortais) bertepatan dengan momentum Agustusan. Selain menjadi bagian dari prosesi pernikahan, tangki air yang dikumpulkan dalam kegiatan itu akan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Ketua Fortais Ryan Budi Nuryanto mengatakan konsep tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana, termasuk kekeringan di DIY.
“Maharnya seperangkat alat salat, cincin kawin, dan satu tangki air yang disedekahkan untuk membantu masyarakat yang kekeringan di DIY,” kata Ryan di kantor KUA Sewon, Kamis (27/8/2026).
25 Tangki Air Segera Disalurkan
Ryan mengatakan konsep nikah di atas tangki air tersebut baru pertama kali dilakukan. Setelah seluruh pasangan menyelesaikan ijab kabul, sebanyak 25 tangki air yang terkumpul akan langsung disalurkan melalui PMI Bantul.
“Yang didonasikan ada 25 tangki. Setelah ijab kabul selesai akan langsung menuju tempat-tempat yang membutuhkan di DIY,” ujarnya.
Bantuan tersebut antara lain akan disalurkan ke wilayah Gunungkidul dan Bantul yang membutuhkan pasokan air akibat kekeringan.
Peserta kegiatan nikah bareng itu datang dari sejumlah daerah. Peserta terjauh berasal dari Tangerang, sedangkan peserta lainnya datang dari Boyolali dan sejumlah wilayah di DIY.
Ratusan Orang Berminat Ikut Nikah Bareng
Minat masyarakat untuk mengikuti kegiatan tersebut sebenarnya cukup tinggi. Panitia mencatat sekitar 400 hingga 500 peserta berminat mengikuti kegiatan, tetapi dalam pelaksanaan kali ini hanya 11 pasangan yang dapat diakomodasi.
Ryan berharap kegiatan tersebut dapat terus berjalan secara berkelanjutan. Menurut dia, program tersebut sudah berjalan kurang lebih 20 tahun untuk membantu masyarakat Indonesia menikah sekaligus mempersembahkan kepedulian sosial.
“Semoga ini menjadi gerakan yang kontinu. Ini sudah berjalan kurang lebih 20 tahun untuk membantu masyarakat Indonesia bisa menikah dan mempersembahkan cintanya, air untuk kehidupan, Satu Cinta Satu Indonesia,” katanya.
Bertemu di Golek Garwo, Menikah Setelah Tiga Hari
Salah satu pasangan yang mengikuti kegiatan tersebut adalah Agus Ardiansyah asal Boyolali. Ia mengaku mengikuti kegiatan Golek Garwo karena ingin menemukan pasangan hidup.
Dalam kegiatan itu, Agus kemudian bertemu Ayu Anita Sari. Keduanya memutuskan menikah setelah saling mengenal selama tiga hari.
Agus mengatakan keputusan tersebut diambil karena merasa cocok dengan Ayu.
“Karena memang cocok, satu frekuensi,” ujarnya.
Ayu mengatakan tangki air dipilih sebagai bagian dari mahar selain seperangkat alat salat dan cincin. Menurut dia, pilihan tersebut sekaligus menjadi cara untuk membantu masyarakat yang mengalami kekeringan.
“Karena membantu donasi untuk masyarakat kekeringan. Harapannya supaya enggak ada kekeringan lagi di sekitar kita dan membantu orang yang membutuhkan,” kata Ayu.
Dengan konsep tersebut, prosesi nikah bareng tidak hanya menjadi momentum bagi 11 pasangan untuk memulai kehidupan rumah tangga, tetapi juga diikuti pengumpulan bantuan berupa 25 tangki air bagi masyarakat yang membutuhkan pasokan air di DIY.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gilingan, Solo, mengembangkan pengelolaan sampah organik berbasis masyarakat dengan komposter dan mesin pencacah plastik.
Jadwal KA Bandara YIA Senin, 12 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan reguler. Cek jam keberangkatan dari Jogja, Wates, dan YIA.
Kader Gerindra Sleman menggelar Gerakan Indonesia Asri di Tlogo Putri, Kaliurang, dengan menanam pohon, menebar benih ikan, dan membagikan sembako.
Jadwal KRL Solo-Jogja Senin, 12 Oktober 2026 tersedia dalam 12 perjalanan dari Palur. Simak jam keberangkatan di setiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin, 12 Oktober 2026 tersedia dalam 15 perjalanan. Simak jam keberangkatan dan tarif tiket Rp8.000.
Pemerintah mencatat setoran Rp57,1 triliun dari Satgas PKH selama 2025–2026, termasuk pajak dan PNBP hasil penertiban kawasan hutan.