BPBD Sleman Salurkan 831.300 Liter Air Bersih, Ini Wilayah Terbesar

Stefani Yulindriani Ria S. R
Stefani Yulindriani Ria S. R Kamis, 15 Oktober 2026 10:17 WIB
BPBD Sleman Salurkan 831.300 Liter Air Bersih, Ini Wilayah Terbesar

Foto ilustrasi pipa air bersih dari sumber air. - Freepik

Harianjogja.com, SLEMAN—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman mencatat penyaluran bantuan air bersih untuk menangani kekeringan mencapai 831.300 liter selama April hingga Oktober 2026. Di tengah distribusi yang masih berlangsung, masyarakat juga diimbau mempersiapkan lingkungan untuk menghadapi peralihan menuju musim hujan yang diperkirakan terjadi pada akhir November.

Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Bambang Kuntoro, mengatakan penyaluran air bersih mendapat dukungan dari sejumlah lembaga. Mitra yang terlibat di antaranya Palang Merah Indonesia (PMI), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Balai Wilayah Sungai (BWS), serta lembaga sosial lainnya.

Dukungan berbagai lembaga tersebut diperlukan karena anggaran BPBD Sleman untuk operasional distribusi air bersih masih terbatas. Anggaran yang tersedia terutama digunakan untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) dan konsumsi petugas di lapangan.

“Kalau anggaran kita bicara, ya enggak ada. Kita enggak menganggarkan. Baru di APBD ini ada Rp20 juta, belum kita gunakan,” kata Bambang, Rabu (14/10/2026).

Bambang menjelaskan BPBD Sleman masih mengandalkan bantuan lembaga mitra untuk menunjang penyaluran air bersih kepada masyarakat. Adapun perkembangan distribusi dan kontribusi masing-masing lembaga akan diperbarui melalui infografis.

Moyudan Terima 273.000 Liter Air Bersih

Berdasarkan laporan Pusdalops PB BPBD Sleman per 13 Oktober 2026, penyaluran air bersih pada hari tersebut menjangkau sejumlah titik di tujuh kapanewon. Wilayah yang menerima distribusi meliputi Cangkringan, Godean, Minggir, Moyudan, Pakem, Seyegan, dan Turi.

Secara akumulatif sejak April hingga Oktober 2026, Moyudan menjadi salah satu wilayah dengan distribusi air bersih terbesar, yakni mencapai 273.000 liter atau 60,8 ritase.

Berikutnya, Tempel mencatat penyaluran sebanyak 242.500 liter atau 58,5 ritase. Sementara itu, distribusi air bersih di Turi mencapai 234.800 liter atau 44,8 ritase.

Angka tersebut menggambarkan besarnya distribusi bantuan di ketiga wilayah itu selama periode penanganan kekeringan. Penyaluran air bersih masih menjadi salah satu upaya untuk membantu warga memenuhi kebutuhan air di tengah kondisi kekeringan.

Warga Diminta Bersiap Menghadapi Musim Hujan

Selain melanjutkan penanganan kekeringan, BPBD Sleman mengingatkan masyarakat agar mulai mempersiapkan diri menghadapi musim hujan. Peralihan musim diperkirakan terjadi pada akhir November sehingga langkah mitigasi perlu dilakukan sejak dini.

Bambang mengimbau warga menggunakan air secara bijaksana sekaligus memastikan kondisi lingkungan siap menghadapi potensi genangan dan banjir. Persiapan tersebut dapat dimulai dari lingkungan tempat tinggal masing-masing.

“Kami mengimbau masyarakat menggunakan air dengan bijaksana. Persiapan mitigasi menghadapi musim hujan juga perlu dilakukan, seperti membuat lubang untuk penanaman pohon dan menampung air, serta membersihkan gorong-gorong,” ujarnya.

Menurut Bambang, masyarakat dapat melakukan sejumlah langkah sederhana untuk mengurangi risiko genangan ketika hujan turun dengan intensitas tinggi. Upaya itu antara lain membersihkan saluran air, memastikan drainase berfungsi dengan baik, serta membuat lubang resapan agar air hujan dapat meresap ke dalam tanah.

Langkah tersebut diharapkan membantu memperlancar aliran air dan mengurangi potensi genangan. Dengan demikian, upaya menghadapi kekeringan dapat berjalan beriringan dengan persiapan mengantisipasi dampak musim hujan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online