Pasar Prawirotaman Pertahankan SNI, Disdag Dorong Pasar Rakyat Adaptif
Pasar Prawirotaman Pertahankan SNI, Disdag Dorong Pasar Rakyat Adaptif Hadapi Digitalisasi
Asia Tri Jogja 2026 memasuki edisi ke-21 di Sleman dengan tema Embodied Body dan menghadirkan seniman dari empat negara. /Istimewa.
Harianjogja.com, SLEMAN— Asia Tri Jogja 2026 memasuki edisi ke-21 dengan membawa gagasan tentang tubuh sebagai ruang pengalaman, ingatan, sekaligus cara membaca kehidupan. Festival seni pertunjukan internasional bertema “Embodied Body” atau “Tubuh yang Menjelma” itu berlangsung pada 1–3 September 2026 di Omah Petroek, Pakem, Sleman, Yogyakarta, dengan menghadirkan seniman dan kelompok seni dari Indonesia, Jepang, Singapura, dan Prancis.
Penyelenggaraan festival tersebut juga menjadi bagian dari kerja sama Badan Kebudayaan Nasional Pusat (BKN) PDI Perjuangan dengan Asia Tri Jogja 2026. Kolaborasi itu diarahkan untuk membangun ruang bersama bagi masyarakat agar terus dapat berekspresi, bertukar gagasan, sekaligus membaca berbagai persoalan kehidupan dari perspektif yang beragam.
Sekretaris BKN, Totok Hedi Santosa, mengatakan kerja sama tersebut merupakan bentuk komitmen untuk mencari berbagai alternatif bersama masyarakat di tengah “kemampatan-kemampatan” yang terjadi karena beragam alasan.
“BKN bekerja sama dengan Asia Tri sebagai bentuk nyata dari komitmen BKN untuk bersama-sama dengan masyarakat selalu mencari alternatif dari kemampatan-kemampatan yang terjadi karena berbagai alasan,” ujar Totok Hedi Santosa.
Menurut dia, kerja kebudayaan tidak sebatas menghadirkan pertunjukan. Kebudayaan juga berperan memperluas jaringan dan membentuk ruang bersama yang tumbuh dari masyarakat.
“Selebihnya ini adalah cara untuk memperluas jaringan sehingga bisa membentuk ruang bersama untuk terus-menerus berekspresi yang betul-betul tumbuh dan ada di masyarakat,” katanya.
Kebebasan Berpikir dan Berekspresi
Totok menilai keberadaan ruang bersama tersebut penting karena masyarakat dapat melihat kenyataan melalui cara pandang yang berbeda. Dengan begitu, pengetahuan dan pemaknaan terhadap realitas tidak hanya ditentukan atau dimonopoli oleh kekuatan maupun kekuasaan tertentu.
“Hal itu kami anggap penting karena di dalamnya orang bisa melihat apa yang sesungguhnya terjadi melalui cara pandang yang berbeda dan tidak dimonopoli oleh kekuatan tertentu, kekuasaan tertentu,” ujar Totok.
Ia juga menempatkan kebebasan berpikir dan berekspresi sebagai bagian penting dalam kehidupan kebudayaan sekaligus salah satu penanda peradaban.
“Kebebasan berpikir dan berekspresi menjadi sesuatu yang sangat penting dan bisa menjadi penanda peradaban,” lanjutnya.
Gagasan tersebut beririsan dengan tema yang diangkat Asia Tri Jogja 2026. Melalui “Embodied Body”, tubuh tidak ditempatkan sekadar sebagai objek yang dipoles untuk dipamerkan, tetapi sebagai kecerdasan yang hidup—tubuh yang mengalami, mengingat, beradaptasi, menyembunyikan, sekaligus melawan.
Tubuh dalam festival itu diposisikan sebagai ruang pengalaman dan ingatan. Berangkat dari pemikiran bahwa gerak menyimpan jejak ingatan, trauma, kerinduan, dan pengalaman hidup, Asia Tri melihat tubuh sebagai “perpustakaan yang bergerak”, tempat pengetahuan dan ingatan budaya diwariskan, terganggu, sekaligus dibentuk kembali.
Karya Seni Membaca Pengalaman Manusia
Gagasan tersebut diterjemahkan melalui berbagai karya yang membawa pengalaman personal sekaligus pertanyaan sosial yang lebih luas. Program Asia Tri Jogja 2026 menghadirkan karya Cikau Sugeh dari Komunitas Anak Sawah, ZARLOR… In Between Line karya Florence Boyer, Potret Samar dari Gandrung Dance Studio, Scribbling Images karya Veshnu, serta Moln Moln dari Yamato No Tamashii.
Sejumlah karya lainnya menyentuh isu kerentanan ekologis, ketahanan pangan, perawatan, duka, dan ketangguhan. Dengan demikian, pengalaman tubuh menjadi pintu masuk untuk melihat persoalan yang lebih luas dalam kehidupan.
Direktur Asia Tri Jogja, Bambang Paningron, mengatakan festival tersebut ingin mengajak masyarakat kembali hadir pada tubuh dan pengalaman mereka sendiri.
“Tubuh adalah arsip: ingatan yang tak pernah hilang. Ia juga bahasa, yang mampu berbicara melalui kosakata gerak yang begitu kaya — dan ia tak pernah berbohong,” ujar Bambang.
Asia Tri Jogja 2026 tidak berhenti pada pertunjukan. Setelah dua malam pertunjukan pada 1 dan 2 September, rangkaian festival berlanjut dengan lokakarya dan dialog pada 3 September.
Dalam agenda tersebut, para seniman peserta membagikan proses kreatif mereka melalui ruang terbuka. Format itu dirancang untuk memperluas festival dari sekadar pertunjukan menjadi ruang pertukaran, refleksi, dan pembelajaran.
Asia Tri Bertahan hingga Edisi ke-21
Kerja sama BKN dan Asia Tri menjadi bagian dari upaya menghadirkan ekosistem kebudayaan yang memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berjumpa, menyampaikan gagasan, serta mengalami seni secara langsung.
Penyelenggaraan festival seni pertunjukan juga berlangsung di tengah tekanan ekonomi dan situasi sosial yang kompleks. Materi Asia Tri Jogja 2026 menyebut pengembangan apresiasi seni-budaya kerap berada di ruang yang bukan menjadi skala prioritas.
Karena itu, keberlangsungan Asia Tri hingga memasuki usia 21 tahun menjadi bagian penting dari ketekunan menjaga ruang kebudayaan.
Asia Tri pertama kali dibicarakan dan diinisiasi di Yogyakarta pada 2005 oleh seniman dari tiga negara, yakni Soga Masaru dari Jepang, Yang Hye-Jin dari Korea, dan Bambang Paningron dari Yogyakarta.
Hingga kini, Asia Tri terus menjadi ruang perjumpaan antara seniman, tubuh, tradisi, dan praktik kontemporer dari berbagai penjuru dunia.
Melalui kolaborasi tersebut, BKN dan Asia Tri menempatkan kebudayaan bukan sekadar sebagai tontonan. Kebudayaan diposisikan sebagai ruang hidup tempat masyarakat dapat bertemu, berpikir, berekspresi, serta melihat realitas dari lebih dari satu sudut pandang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pasar Prawirotaman Pertahankan SNI, Disdag Dorong Pasar Rakyat Adaptif Hadapi Digitalisasi
Jadwal KRL Jogja-Solo 3 September 2026 tersedia dari Yogyakarta hingga Palur. Cek waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Hasil TKA tahun ini bisa diakses mandiri peserta melalui laman resmi TKA. Kemendikdasmen mengubah mekanisme pengumuman hasil tes.
Asia Tri Jogja 2026 memasuki edisi ke-21 di Sleman dengan tema Embodied Body dan menghadirkan seniman dari empat negara.
Hutama Karya memberi diskon tarif tol Padang-Pekanbaru 10% pada 4-6 September 2026. Simak jadwal dan tarif setelah diskon.
Eksplorasi panas bumi Gunung Ungaran menuai kekhawatiran. Pemerintah memastikan kajian lingkungan dan Candi Gedong Songo menjadi perhatian.