Sarasehan Kudatuli di Berbah, Kader Diingatkan Jangan Mudah Terpecah

Sunartono
Sunartono Kamis, 06 Agustus 2026 07:27 WIB
Sarasehan Kudatuli di Berbah, Kader Diingatkan Jangan Mudah Terpecah

PDI Perjuangan Sleman menggelar sarasehan Kudatuli di Berbah, Sleman untuk memperkuat militansi kader, menjaga soliditas partai, dan menyerap aspirasi senior. /Istimewa.

Harianjogja.com, SLEMAN—Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Sleman memanfaatkan peringatan peristiwa Kudatuli sebagai momentum memperkuat soliditas organisasi sekaligus menanamkan semangat perjuangan kepada kader muda.

Melalui sarasehan yang digelar di Kapanewon Berbah, Sleman, jajaran pengurus partai menghadirkan tokoh masyarakat, pengurus DPD dan DPC, serta para senior yang menjadi saksi maupun pelaku sejarah Kudatuli 1996 untuk berbagi pengalaman dan pandangan mengenai perjalanan perjuangan partai.

Sejumlah tokoh PDIP yang hadir antara lain Yuni Satiya Rahayu, Yan Kurnia, Budi Sanyata hingga Dwi Wahyu RB. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang mengenang sejarah, tetapi juga forum konsolidasi internal agar nilai-nilai perjuangan tetap relevan di tengah dinamika politik saat ini.

Politikus Senior sekaligus Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan DIY, Dwi Wahyu, mengatakan perjuangan kader pada masa awal kepemimpinan Megawati Soekarnoputri dibangun atas keyakinan terhadap kebenaran. Menurutnya, kekuatan partai saat ini merupakan hasil dari pengorbanan yang dilakukan para kader pada masa lalu.

"Kegilaan kita dulu ternyata menelurkan kemenangan yang hari ini membuat partai kuat. Dulu dikejar-kejar aparat, tetapi tetap ikut karena ada kebenaran yang pasti menang," ujar Dwi Wahyu di hadapan para kader dan senior partai, Rabu (5/8/2026) malam.

Pria yang anggota DPRD DIY itu menilai tantangan kader saat ini telah berubah. Jika pada masa Orde Baru ancaman datang dalam bentuk tekanan fisik, kini tantangan muncul melalui persaingan internal maupun godaan politik pragmatis.

Ia menyoroti sistem pemilu proporsional terbuka yang dinilainya kerap memunculkan persaingan antarkader. Karena itu, ia mengingatkan agar kader tidak mudah terpecah ataupun tergoda berpindah partai.

"Anak-anak muda dan kader hari ini tidak boleh hanya mewarisi abunya, tetapi harus mewarisi apinya. Api perjuangan itu yang harus ditularkan. Jangan sampai kita diadu domba atau tergoda sembako lalu melupakan mental perjuangan," tegasnya.

Menyerap Masukan Senior Partai

Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Sleman, Budi Sanyata, menjelaskan sarasehan Kudatuli di Kapanewon Berbah digelar sebagai wadah untuk menghimpun masukan dari para senior partai maupun tokoh masyarakat.

Menurutnya, pengalaman para veteran partai menjadi bekal penting bagi pengurus saat ini agar tetap menjalankan amanat organisasi dan menjaga kedekatan dengan masyarakat.

"Harapan kami melalui sarasehan ini, kami mendapatkan masukan bagaimana berinteraksi dengan masyarakat sehingga keberadaan PDI Perjuangan betul-betul berguna. Sesuai amanat partai, kita harus bergotong-royong dan bertekad membantu masyarakat," kata Budi.

Melalui forum tersebut, DPC PDI Perjuangan Sleman berharap seluruh masukan yang disampaikan narasumber dapat menjadi dasar penyusunan program kerja yang lebih konkret, berpihak kepada rakyat, serta memperkuat soliditas organisasi mulai dari tingkat ranting hingga cabang.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online