Pentingnya Literasi untuk Membaca Fenomena dan Menangkap Peluang Pasar
Bedah buku Ragam Wisata di Jogja dan UMKM membahas potensi pariwisata, dampak viralitas terhadap usaha, serta pentingnya literasi digital dan budaya membaca
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta, Eko Suwanto (tengah) saat melantik pengurus ranting, badan, dan sayap Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) se-Kota Yogyakarta di Taman Legawong, Umbulharjo, Minggu (26/7/2026)./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Pelantikan pengurus ranting, badan, dan sayap Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) se-Kota Yogyakarta di Taman Legawong, Umbulharjo, Minggu (26/7/2026), diwarnai aksi penghijauan, simulasi penyelamatan korban bencana di Sungai Gajah Wong, serta pelayanan kesehatan bagi lansia.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang digelar bersamaan dengan pelantikan pengurus ranting periode 2025-2030 serta pengurus Taruna Merah Putih (TMP), Baitul Muslimin (Bamusi), dan Baguna Kota Yogyakarta.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta, Eko Suwanto, mengatakan pelantikan menjadi momentum untuk menguji militansi dan memperkuat soliditas seluruh elemen partai.
"Semua satu suara, solid saling menjaga, bergerak satu arah, berjuang wujudkan kesejahteraan masyarakat," tegas Eko Suwanto.
Menurut Eko, rangkaian kegiatan juga menjadi bagian dari konsolidasi internal sekaligus memperingati peristiwa 27 Juli 1996 yang kini memasuki 30 tahun.
Dalam kesempatan tersebut, PDI Perjuangan Kota Yogyakarta menggelar pemeriksaan kesehatan bagi lansia dan menyosialisasikan program Jaminan Sosial Lanjut Usia bagi warga kategori desil 1 dan 2.
"Ada sekitar 8.000 lansia yang mendapat bantuan. Selain itu kami membangun kesiapsiagaan melalui Badan Penanggulangan Bencana dengan simulasi penyelamatan korban di Sungai Gajah Wong. Kami juga menanam 300 pohon, di antaranya pohon nangka dan berbagai tanaman buah lainnya," tambah Eko Suwanto.
Ketua DPD PDI Perjuangan DIY, Nuryadi, menilai pelantikan tersebut memiliki arti penting karena menjadi momentum konsolidasi pascapemilihan kepala daerah. Untuk pertama kalinya, Kota Yogyakarta dipimpin oleh wali kota dan wakil wali kota yang berasal dari PDI Perjuangan.
"Ini adalah hal baik yang harus kita teruskan ke depan. Bagaimana DPC hingga ranting bekerja dengan baik menyampaikan tujuan-tujuan baik partai kepada masyarakat. Pengurus ranting harus terus kompak dan bergerak bersama," tandasnya.
Pelantikan turut dihadiri Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo dan Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan. Prosesi pelantikan ditandai dengan penanaman bibit pohon nangka di kawasan Taman Legawong sebagai simbol komitmen menjaga kelestarian lingkungan.
Hasto Wardoyo menegaskan kepedulian terhadap lingkungan merupakan nilai yang terus ditekankan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.
"Kita harus pro terhadap lingkungan, peduli merawat air dan kehidupan. Program-program juga harus menyentuh kebutuhan wong cilik. Kita hadir mendampingi masyarakat dan membela mereka yang lemah," tandas Hasto.
Ia mengaku melihat antusiasme tinggi dari para kader yang dilantik. Menurutnya, semangat berkompetisi saat menjadi calon pengurus harus terus dipertahankan dalam bentuk prestasi dan pengabdian kepada masyarakat setelah resmi mengemban amanah organisasi.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bedah buku Ragam Wisata di Jogja dan UMKM membahas potensi pariwisata, dampak viralitas terhadap usaha, serta pentingnya literasi digital dan budaya membaca
Arab Saudi mencegat rudal Houthi yang menyasar Mekkah dan Madinah. Kemenhaj menyebut ibadah umrah WNI masih berjalan lancar dan aman.
DPRD Sleman memprioritaskan perbaikan sekolah rusak berat untuk melindungi siswa dan guru melalui anggaran APBD serta dukungan CSR
Kimi Antonelli merebut pole position GP Amerika Serikat 2026 di Austin dengan waktu 1 menit 34,035 detik, mengungguli Max Verstappen dan Isack Hadjar.
Jusuf Kalla di Harvard menyoroti empat tantangan ekonomi Indonesia, mulai dari perang global, bencana alam, korupsi hingga kebijakan anggaran.
Sebanyak 112.212 UMKM di Sleman menghadapi tantangan digitalisasi, mulai dari literasi digital, pengelolaan keuangan hingga keamanan data.