Politisi dan Aktivis Demokrasi Asia Kunjungi PDI Perjuangan DIY

Sunartono
Sunartono Minggu, 06 September 2026 19:47 WIB
Politisi dan Aktivis Demokrasi Asia Kunjungi PDI Perjuangan DIY

Puluhan politisi dan aktivis demokrasi Asia mengunjungi Kantor DPD PDI Perjuangan DIY dalam rangkaian Konferensi CALD di Jogja. /Istimewa.

Harianjogja.com, JOGJA— Puluhan politisi dan aktivis pro-demokrasi dari Asia Tenggara dan Asia Timur mengunjungi Kantor DPD PDI Perjuangan DIY di Jalan Tentara Rakyat Mataram Nomor 47, Jetis, Kota Jogja, Minggu (6/9/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Konferensi Council of Asian Liberals and Democrats (CALD) yang berlangsung di Jogja pada 3-7 September 2026.

Para delegasi dari berbagai negara Asia itu memanfaatkan pertemuan tersebut untuk memperkuat komunikasi dan konsolidasi lintas negara. Salah satu isu yang menjadi perhatian bersama adalah kondisi demokrasi yang dinilai tengah menghadapi kemunduran di sejumlah kawasan.

Dalam kunjungan tersebut, para peserta konferensi berdiskusi mengenai perkembangan demokrasi serta tantangan ekonomi dan politik di Asia. Pertemuan juga menjadi ruang untuk memperkuat jejaring antarpartai politik yang memiliki perhatian terhadap demokrasi di kawasan.

Rombongan disambut langsung Ketua DPD PDI Perjuangan DIY Nuryadi, Sekretaris DPD PDI Perjuangan DIY Yan Kurnia Kustanto, jajaran pengurus, serta anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD DIY.

Sejumlah ketua DPC PDI Perjuangan kabupaten/kota di DIY juga hadir, yakni Danang Maharsa dari Sleman, Eko Suwanto dari Kota Jogja, Endah Subekti Kuntariningsih dari Gunungkidul, Fajar Gegana dari Kulonprogo, serta Hanung Raharjo dari Bantul.

Delegasi Terpukau Sosok Bung Karno

Suasana pertemuan berlangsung hangat dengan iringan ketukan gamelan. Direktur Regional Friedrich Naumann Foundation (FNF) Asia Moritz Kleine-Brockhoff dan Sekretaris Jenderal Singapore Democratic Party (SDP) Dr. Chee Soon Juan turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Saat diajak berkeliling kantor DPD PDI Perjuangan DIY, para delegasi terlihat memberikan perhatian khusus terhadap sejumlah objek yang berkaitan dengan sejarah partai dan sosok Bung Karno.

Mereka bahkan meminta berfoto di depan foto besar Bung Karno yang berada di lantai 1 serta patung Bung Karno di halaman kantor. Sejumlah delegasi juga memilih mengabadikan momen dengan berswafoto di lokasi tersebut.

Ketertarikan serupa terlihat ketika rombongan berada di depan figura foto Megawati Soekarnoputri yang terpajang di lantai 1 kantor DPD PDI Perjuangan DIY.

Salah seorang delegasi melontarkan komentar, “She’s one strong woman,” saat melihat foto Megawati.

Ketua DPD PDI Perjuangan DIY Nuryadi mengatakan kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan sejarah partai sekaligus perjalanan demokrasi Indonesia kepada para peserta konferensi.

“Sejarah PDI Perjuangan, sejarah demokrasi di Indonesia. Bung Karno bagi kami peletak dasar nilai-nila demokrasi di Indonesia, bapak-ibu bisa membaca itu dari bangunan falsafah Pancasila,” tegas Nuryadi, Ketua DPD PDI Perjuangan DIY.

Menurut Nuryadi, forum tersebut juga efektif untuk memperkenalkan kearifan lokal yang memiliki nilai-nilai demokrasi serta dinamika politik kerakyatan Indonesia kepada komunitas internasional.

Ia menilai demokrasi tidak cukup hanya dibicarakan melalui forum politik, tetapi harus diperjuangkan melalui tindakan nyata dan konsisten. Pemenuhan hak dasar masyarakat serta disiplin ideologi partai, menurut dia, menjadi bagian dari upaya tersebut.

Nuryadi juga menyoroti kesenjangan ekonomi yang dinilainya dapat menjadi salah satu ancaman terhadap ketahanan demokrasi.

“Perjuangan mewujudkan demokrasi bagi kami adalah terus membersamai rakyat. Mendengar dan memenuhi harapan mereka,” tegas Nuryadi.

PDI Perjuangan Dorong Transformasi Digital

Sementara itu, Sekretaris DPD PDI Perjuangan DIY Yan Kurnia Kustanto menjelaskan perkembangan kelembagaan partai yang kini turut memanfaatkan teknologi.

Menurut dia, proses pelembagaan demokrasi secara struktural terus dibangun dengan dukungan instrumen teknologi. Transformasi tersebut dilakukan tanpa meninggalkan struktur organisasi yang telah berkembang hingga tingkat akar rumput.

“Kita partai tradisional yang telah bertransformasi menjadi partai modern. Memiliki struktur aktif hingga di lapisan padukuhan/RW. Pada periode ini seluruh sekretariat pengurus anak cabang akan distandarisasi untuk mengoptimalkan perangkat teknologi,” jelas Yan Kurnia Kustanto.

Kunjungan puluhan politisi dan aktivis demokrasi Asia tersebut kemudian ditutup dengan sesi foto bersama dan penyerahan kenang-kenangan.

Penyerahan tersebut menjadi simbol persahabatan serta solidaritas di antara partai-partai dan kelompok pro-demokrasi dari berbagai negara Asia yang hadir dalam rangkaian Konferensi CALD di Jogja.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online