Pertamina Patra Niaga Hadirkan BBM Assist, untuk Layanan BBM yang Personal
PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah menghadirkan inovasi Pertamina BBM Assist, chatbot berbasis WhatsApp yang membantu pelanggan
DPD PDI Perjuangan DIY meluncurkan BAIS Yogyakarta untuk berlaga di Soekarno Cup 2026 dengan target meraih gelar juara. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) resmi meluncurkan tim sepak bola Banteng Istimewa (BAIS) Yogyakarta sebagai wakil daerah dalam ajang Soekarno Cup 2026. Peluncuran berlangsung di Kantor DPD PDI Perjuangan DIY, Jalan Rakyat Tentara Mataram, Jetis, Kota Jogja, Minggu (2/8/2026).
Pembentukan BAIS Yogyakarta menjadi bentuk keseriusan DPD PDI Perjuangan DIY dalam mengembangkan olahraga sepak bola sekaligus memberi ruang pembinaan bagi talenta muda. Tim tersebut dijadwalkan tampil pada Soekarno Cup 2026 yang berlangsung di Surabaya pada 10–24 Agustus 2026.
Ketua DPD PDI Perjuangan DIY, Nuryadi, mengatakan keikutsertaan BAIS Yogyakarta merupakan tanggung jawab organisasi sekaligus bagian dari upaya membangun pembinaan olahraga secara berkelanjutan.
Ia mengungkapkan penentuan nama tim melalui proses diskusi yang cukup panjang. Awalnya muncul usulan nama Mataram Utama, namun akhirnya diputuskan menggunakan nama Banteng Istimewa atau disingkat BAIS Yogyakarta.
"Nama Banteng Istimewa melalui proses diskusi. Awalnya sempat muncul nama Mataram Utama, tapi saya tidak berani karena belum izin Ngarsa Dalem, sampai kemudian disepakati Banteng Istimewa yang disingkat BAIS Yogyakarta," kata Nuryadi.
Meski menyadari timnya akan dipandang sebagai tim nonunggulan, Nuryadi meminta seluruh pemain tetap percaya diri dan menunjukkan kemampuan terbaik di lapangan.
"Pertandingan 90 menit harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Sebelum wasit meniup peluit akhir, anak-anak tidak boleh patah. BAIS Yogyakarta harus punya cerita, ciri, dan karakter unggul. Kita percuma menang kalau tidak sportif, wajib hukumnya menjunjung tinggi sportivitas," ujarnya.
Manajer BAIS Yogyakarta, Wahyudi Kurniawan, menjelaskan pembentukan tim membawa semangat perjuangan yang terinspirasi dari gagasan Presiden pertama RI Soekarno tentang pentingnya peran generasi muda.
"Dengan segala keterbatasan, kita telah memulai mimpi. Dengan kegotongroyongan, kita bertekad menjadi juara dalam laga Soekarno Cup 2026," kata Wahyudi.
Ia menjelaskan BAIS Yogyakarta diperkuat 24 pemain, dengan komposisi didominasi pesepak bola muda. Sebanyak 19 pemain berusia di bawah 17 tahun, sedangkan sisanya berasal dari kelompok usia U-17.
Menurut Wahyudi, sepak bola bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana membentuk karakter, mental, disiplin, dan membuka peluang kesejahteraan bagi generasi muda.
"Sepak bola milik semua golongan, olahraga rakyat. Banyak legenda sepak bola berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi. BAIS Yogyakarta ini representasi masyarakat Yogyakarta, tentu secara khusus keluarga besar PDI Perjuangan," ujarnya.
Dalam persiapannya menuju Soekarno Cup 2026, BAIS Yogyakarta mengusung strategi permainan modern dengan mengandalkan transisi cepat dari bertahan ke menyerang, high pressing, serta serangan balik cepat.
Selain mematangkan aspek teknis, tim juga menyiapkan dukungan medis guna meminimalkan risiko cedera selama kompetisi berlangsung.
"Terima kasih atas kepercayaannya kepada kami, serta dukungannya selama proses persiapan. Kita telah melakukan beberapa uji tanding di Gunungkidul, Kota Yogyakarta, dan Sleman," tutur Wahyudi.
Peluncuran BAIS Yogyakarta ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) kepada manajemen tim serta penyerahan bola secara simbolis oleh Ketua DPD PDI Perjuangan DIY Nuryadi didampingi Sekretaris DPD PDI Perjuangan DIY Yan Kurnia Kustanto dan Bendahara DPD PDI Perjuangan DIY KPH Purbodiningrat.
Pada kesempatan yang sama, Yan Kurnia Kustanto menegaskan pembentukan BAIS Yogyakarta merupakan bentuk dukungan terhadap pembinaan sepak bola usia muda tanpa mencampuri aspek teknis kepelatihan.
Ia juga mengajak seluruh kader PDI Perjuangan, termasuk anggota fraksi di tingkat kabupaten dan kota, untuk memberikan dukungan penuh kepada BAIS Yogyakarta selama berlaga di Soekarno Cup 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah menghadirkan inovasi Pertamina BBM Assist, chatbot berbasis WhatsApp yang membantu pelanggan
LPDP membuka tujuh program beasiswa Co-Funding 2026 untuk S2 dan S3 di lima negara. Simak kampus tujuan, syarat usia, skor bahasa Inggris, dan jadwal seleksi.
PCA Ngampilan menggelar Temu Lansia DCLA Siti Walidah yang diikuti 200 peserta, disertai pemeriksaan kesehatan gratis dan kajian keagamaan.
Mario Aji mengamankan posisi start ke-11 pada kualifikasi Moto2 GP Malaysia 2026. Daniel Holgado merebut pole position di Sirkuit Sepang.
Dhyen Gaseng dan Om Wawes mundur dari RANS Carnival di Stadion Maguwoharjo. Keduanya memilih menghormati kondisi masyarakat Jogja.
Madura United menang 1-0 atas PSM Makassar di Stadion Gelora BJ Habibie. Gol Iran Junior dan sejumlah penyelamatan Angga Saputro jadi penentu.