PDI Perjuangan DIY Salurkan 25 Tangki Air Bersih ke Gunungkidul

Media Digital
Media Digital Rabu, 14 Oktober 2026 17:07 WIB
PDI Perjuangan DIY Salurkan 25 Tangki Air Bersih ke Gunungkidul

DPD PDI Perjuangan DIY menyalurkan 25 tangki air bersih ke enam kapanewon di Gunungkidul dan mendorong penanganan kekeringan jangka panjang. /Istimewa.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sebanyak 25 tangki air bersih disalurkan kepada warga di enam kapanewon di Kabupaten Gunungkidul untuk membantu memenuhi kebutuhan air di tengah kekeringan. Bantuan tersebut disalurkan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan DIY bersama jajaran Pengurus Anak Cabang (PAC), Badan Penanggulangan Bencana (Baguna), dan struktur partai di tingkat kabupaten pada Selasa (13/10/2026).

Ketua DPD PDI Perjuangan DIY, Nuryadi, mengatakan kehadiran partai di tengah masyarakat harus diwujudkan melalui tindakan nyata, terutama saat warga menghadapi kesulitan memenuhi kebutuhan dasar.

“Bagi PDI Perjuangan, politik pada hakikatnya adalah jalan pengabdian kepada rakyat. Ideologi bukan hanya gagasan atau slogan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata, terutama ketika rakyat menghadapi kesulitan,” kata Nuryadi.

Menurut dia, kesulitan memperoleh air bersih tidak semata-mata menjadi persoalan alam, tetapi juga menyangkut kemanusiaan. Karena itu, penanganannya membutuhkan kepedulian dan semangat gotong royong dari berbagai pihak.

“Keberpihakan kepada rakyat harus menjadi orientasi utama perjuangan. Pelibatan struktur partai hingga tingkat PAC dan Ranting juga menjadi bagian dari upaya membangun kerja gotong royong,” ungkap Nuryadi.

PDI Perjuangan Dorong Penanganan Kekeringan Jangka Panjang

Sekretaris DPD PDI Perjuangan DIY, Yan Kurnia Kustanto, menjelaskan penyaluran bantuan air bersih tersebut berawal dari aspirasi struktur partai di tingkat kapanewon. Aspirasi itu juga menjadi dasar penentuan enam kapanewon yang menerima bantuan.

"Pengurus PAC kan memiliki kedekatan dengan masyarakat di wilayahnya, sementara Baguna menjadi unsur yang mendukung pelaksanaan kegiatan kemanusiaan dan penanggulangan bencana," jelas Yan Kurnia Kustanto.

Meski membantu memenuhi kebutuhan mendesak, Yan mengakui penyaluran air bersih hanya menjadi langkah taktis. Menurut dia, krisis air di Gunungkidul membutuhkan kebijakan yang lebih mendasar, termasuk dukungan anggaran dari pemerintah pusat.

"Kekeringan di Gunungkidul ini bukan masalah baru, hanya saja tahun ini lebih parah. Pemenuhan air bersih ini urusan wajib pemerintah, ketika warga tidak bisa memenuhinya sendiri. Maka pemerintah pusat harus menguatkan dukungan anggaran," ungkap Yan Kurnia Kustanto.

Ia menilai persoalan krisis air di Gunungkidul tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan sumber air. Kondisi geologi, infrastruktur, dan distribusi air juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan sehingga membutuhkan intervensi pemerintah.

Infrastruktur dan Distribusi Air Jadi Perhatian

Yan mengatakan penanganan krisis air di Gunungkidul perlu dirancang dalam jangka panjang. Upaya tersebut mencakup penguatan infrastruktur distribusi serta pengelolaan air secara berkelanjutan.

Menurut dia, persoalan air bersih perlu menjadi bagian dari perjuangan kebijakan agar kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi secara lebih berkesinambungan.

“Itu harus jadi perjuangan politik, PDI Perjuangan hadir bukan hanya ketika ada agenda politik, tetapi juga ketika masyarakat membutuhkan uluran tangan,” tutur Yan Kurnia Kustanto.

Melalui penyaluran 25 tangki air bersih tersebut, DPD PDI Perjuangan DIY berharap warga terdampak terbantu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Koordinasi dengan struktur partai di tingkat kapanewon juga diharapkan memperkuat kepedulian dan semangat gotong royong dalam menghadapi persoalan masyarakat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online