Maestro Seni Rupa Nasirun Meninggal Dunia, Dimakamkan di Imogiri

Newswire
Newswire Sabtu, 01 Agustus 2026 10:27 WIB
Maestro Seni Rupa Nasirun Meninggal Dunia, Dimakamkan di Imogiri

Maestro seni rupa Nasirun meninggal dunia di RS AMC Muhammadiyah Jogja, Sabtu pagi. Jenazah akan dimakamkan di Makam Seniman Girisapto Imogiri. /Antara.

Harianjogja.com, BANTUL—Dunia seni rupa Indonesia kehilangan salah satu tokoh pentingnya. Maestro seni rupa Nasirun meninggal dunia di Rumah Sakit AMC Muhammadiyah Jogja pada Sabtu (1/8/2026) sekitar pukul 05.58 WIB.

Seniman kelahiran Cilacap yang telah lama berkarya dan menetap di Daerah Istimewa Jogja itu berpulang setelah sempat mengeluhkan kondisi kesehatannya dalam beberapa waktu terakhir.

Kabar duka tersebut dibenarkan oleh tetangga almarhum, Bimo Aditya, warga Perum Bayeman Permai, Onggobayan, Kalurahan Ngestiharjo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul.

"Benar, ini saya persiapan menuju ke rumah duka," katanya.

Jenazah Disemayamkan Sebelum Dimakamkan di Imogiri

Saat dihubungi sekitar pukul 08.00 WIB, Bimo mengatakan jenazah Nasirun masih berada di RS AMC Muhammadiyah Jogja sebelum dibawa menuju rumah duka.

Ia juga menyampaikan informasi mengenai lokasi pemakaman sang maestro seni rupa yang akan dilaksanakan di kawasan pemakaman seniman di Imogiri.

"Jenazah masih di RS AMC, informasinya jenazah akan dimakamkan di Makam Seniman Girisapto Imogiri, Bantul," ujarnya.

Warga Terkejut atas Kepergian Nasirun

Kepergian Nasirun mengejutkan warga sekitar. Menurut Bimo, dirinya masih sempat bertemu dan berbincang dengan almarhum pada Jumat sore.

Namun, dalam beberapa waktu terakhir, Nasirun diketahui sempat mengeluhkan kondisi kesehatannya.

"Tapi memang akhir-akhir ini (Nasirun) mengeluh dada sakit dan ada asam lambung," katanya.

Pemakaman Digelar Sabtu Siang

Berdasarkan edaran resmi surat berita lelayu dari pihak keluarga, prosesi pemakaman Nasirun dijadwalkan berlangsung pada Sabtu pukul 14.00 WIB.

Almarhum akan dimakamkan di Makam Seniman Girisapto, Tilamat, Kalurahan Wukirsari, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, yang menjadi tempat peristirahatan terakhir sejumlah tokoh seni dan budayawan.

Kepergian Nasirun menjadi duka bagi dunia seni rupa Indonesia. Selama hidupnya, ia dikenal sebagai perupa kelahiran Cilacap yang menghasilkan berbagai karya monumental dan memberikan kontribusi besar bagi perkembangan seni rupa, khususnya di Jogja.

Nasirun lahir di Cilacap, 1 Oktober 1965 adalah salah satu perupa dan maestro seni lukis kontemporer terkemuka di Indonesia. Mengemban pendidikan seni di Sekolah Seni Rupa Indonesia (SSRI) dan melanjutkan ke Jurusan Seni Murni Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, nama Nasirun sangat kuat berakar dalam dinamika seni rupa Tanah Air.

Karya-karya Nasirun dikenal khas karena kepiawaiannya memadukan elemen kearifan lokal, simbolisme budaya Jawa (khususnya wayang), serta nuansa spiritualitas yang lebat dengan pendekatan kontemporer. Ia sering menafsir ulang seni tradisi melalui distorsi bentuk, tekstur yang kaya, ekspresi emosional yang kuat, serta sapuan warna yang hidup. Melalui karya-karyanya, Nasirun kerap menyelipkan refleksi atas isu sosial-politik terkini dan kehidupan bermasyarakat yang dikemas dengan sentuhan humor serta ironi halus.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online