Pembangunan Taman Budaya Bantul Tahap Pertama Capai 70 Persen

Kiki Luqman
Kiki Luqman Rabu, 02 September 2026 17:47 WIB
Pembangunan Taman Budaya Bantul Tahap Pertama Capai 70 Persen

Aktivitas pembangunan Taman Budaya Bantul di wilayah Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pajangan, Rabu (2/9/2026). Harian Jogja-Kiki Luqman

Harianjogja.com, BANTUL—Pembangunan Taman Budaya Bantul di Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pajangan, telah mencapai sekitar 70 persen untuk tahap pertama. Kawasan seluas sekitar lima hektare tersebut disiapkan sebagai pusat kegiatan seni dan kebudayaan sekaligus ruang yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat.

Pembangunan Taman Budaya Bantul menggunakan Dana Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Anggaran untuk pembangunan tahap pertama pada 2026 mencapai Rp19,8 miliar.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Bantul sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen Pembangunan Taman Budaya Bantul, Jimmy Alran Manumpak Simbolon, mengatakan progres konstruksi tahap pertama kini telah mencapai sekitar 70 persen.

“Untuk pembangunan tahap pertama, progresnya saat ini sudah sekitar 70 persen. Secara keseluruhan, Taman Budaya Bantul direncanakan dibangun melalui empat tahap,” kata Jimmy, Rabu (2/9).

Pembangunan Taman Budaya Bantul Berlangsung Empat Tahap

Pekerjaan tahap pertama berlangsung pada April hingga Desember 2026. Fokus pembangunan pada tahap ini adalah menyediakan infrastruktur dasar yang menjadi penunjang pengembangan kawasan Taman Budaya Bantul.

Sejumlah fasilitas yang dibangun meliputi pintu masuk utama, ruang ekspresi terbuka, pasar seni dan UMKM, gedung kantor pengelola, landmark kawasan, pos keamanan, serta area parkir bus.

Menurut Jimmy, fasilitas tersebut menjadi fondasi awal bagi pengembangan kawasan Taman Budaya Bantul. Nantinya, kawasan ini diharapkan dapat dimanfaatkan masyarakat, seniman, komunitas budaya, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.

Keberadaan pasar seni dan ruang usaha juga menjadi bagian dari konsep pengembangan kawasan. Pemkab Bantul berharap fasilitas tersebut dapat membuka peluang bagi pelaku ekonomi lokal untuk ikut tumbuh seiring aktivitas di Taman Budaya Bantul.

Dengan konsep tersebut, Taman Budaya Bantul tidak hanya diarahkan sebagai tempat pelestarian dan pengembangan kebudayaan. Kawasan ini juga diproyeksikan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya.

Tahap Kedua Disiapkan Mulai 2027

Untuk melanjutkan pembangunan kawasan, Pemkab Bantul telah mengusulkan pembangunan melalui Dana Keistimewaan DIY untuk periode 2027 hingga 2029.

Pada tahap kedua, pembangunan akan mencakup pendopo, area parkir, lapangan kegiatan, rumah gamelan, serta ruang pertunjukan terbuka.

Fasilitas tersebut nantinya dapat digunakan untuk berbagai kegiatan seni, budaya maupun kegiatan kemasyarakatan dengan kapasitas yang lebih besar.

“Pada tahap kedua akan dibangun sejumlah fasilitas utama, seperti pendopo, lapangan kegiatan, rumah gamelan, area parkir, dan ruang pertunjukan terbuka,” ujar Jimmy.

Gedung Pertunjukan Dibangun pada Tahap Ketiga

Pembangunan tahap ketiga akan diarahkan untuk melengkapi fasilitas Taman Budaya Bantul. Pada tahap ini, kawasan akan dilengkapi gedung pertunjukan tertutup, galeri, garasi mobil servis, serta tempat ibadah.

Adapun pada tahap terakhir, Pemkab Bantul merencanakan pembangunan kios makanan, gardu pandang, sanggar budaya anak, toilet, serta penataan kawasan.

Jika seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai rencana, Taman Budaya Bantul akan memiliki fasilitas yang tidak hanya mendukung kegiatan seni dan kebudayaan, tetapi juga aktivitas masyarakat serta pengembangan ekonomi kreatif di kawasan tersebut.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online