Belum Berubah Seperti Kata BPS, Desil Tukang Becak Kulonprogo Masih 9

Khairul Ma\'arif
Khairul Ma\'arif Rabu, 02 September 2026 17:57 WIB
Belum Berubah Seperti Kata BPS, Desil Tukang Becak Kulonprogo Masih 9

Timbul, tukang becak di Ngentakrejo, Lendah, yang tercatat masuk dalam desil 9. /harian Jogja-Khairul Ma\'arif

Harianjogja.com, KULONPROGO— Status desil Timbul, tukang becak asal Kalurahan Ngentakrejo, Kapanewon Lendah, Kulonprogo, masih tercatat di angka 9 berdasarkan pengecekan terbaru pemerintah kalurahan. Kondisi tersebut berbeda dengan pernyataan Kepala BPS RI Amalia Adininggar yang sebelumnya menyebut desil Timbul telah turun dari 9 menjadi 3.

Lurah Ngentakrejo, Sumardi, mengatakan dirinya kembali melakukan pengecekan terhadap data Timbul. Hasilnya, desil warga tersebut masih tercatat 9.

“Berdasarkan pengecekan terkini tempo hari ini saya cek, desil Timbul masih 9,” kata Sumardi saat dikonfirmasi, Rabu (2/9/2026).

Sebelumnya, Amalia kepada awak media menyampaikan bahwa desil Timbul telah berubah dari 9 menjadi 3. Pernyataan tersebut sempat membuat Timbul lebih tenang setelah sebelumnya kebingungan karena masuk dalam desil 9.

Perubahan Desil Belum Terlihat

Namun, hingga kini Sumardi mengatakan perubahan desil Timbul belum terlihat dalam sistem. Padahal, upaya untuk mengubah data tersebut telah dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

Sumardi mengaku ikut bingung karena status desil Timbul masih belum berubah. Terlebih, Timbul memiliki anak yang sedang berkuliah dan membutuhkan kepastian terkait bantuan pendidikan.

“Saya juga bingung ini kalau kaya gini belum juga berubah desilnya padahal Timbul punya anak yang semangat berkuliah,” imbuhnya.

Kekhawatiran Timbul masuk desil 9 terutama berkaitan dengan kemungkinan anaknya tidak memperoleh bantuan KIP Kuliah. Karena itu, Sumardi masih melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk membantu proses perubahan data tersebut.

Ia juga berkomitmen membantu warganya hingga anak Timbul memperoleh bantuan beasiswa KIP Kuliah.

Perubahan Desil Membutuhkan Proses

Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Pemberdayaan Sosial dan Perlindungan Anak Kulonprogo, Dian Putera Karana, mengatakan perubahan status desil Timbul memang membutuhkan proses.

Menurut Dian, data desil 9 yang tercatat saat ini merupakan hasil sinkronisasi yang dilakukan BPS. Sementara data desil pada SIKS-NG berasal dari Kementerian Sosial (Kemensos).

“Jadi data yang desil 9 itu hasil dari sinkronisasi oleh teman-teman BPS. Desil SIK-NG itu ada dari Kemensos ya. Lalu itu memang data itu pemutakhiran datanya kalau menurut akun admin itu per 1 sampai 3 bulan paling cepat lah gitu ya. Jadi NIK ini sedang proses gitu ya. Kalau sedang proses kita sudah tidak bisa apa-apa, kita hanya bisa menunggu hasilnya keluar,” ungkapnya.

Dengan mekanisme tersebut, perubahan data tidak dapat langsung terlihat dalam waktu dekat. Proses pemutakhiran perlu menunggu hingga data hasil sinkronisasi tersedia.

Kanal KIP dan PIP Tidak Otomatis Ubah Desil

Dian menjelaskan BPS juga telah menyediakan kanal khusus untuk mempercepat pengurusan Program Indonesia Pintar (PIP) dan KIP.

Namun, pengajuan melalui kanal tersebut tidak secara otomatis mengubah status tingkat kesejahteraan atau desil seseorang pada Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG).

Kanal tersebut lebih difokuskan untuk pemutakhiran data maupun pengajuan sanggahan terkait kelayakan KIP dan PIP.

“​Kanal ini tidak mengubah status desilnya, melainkan lebih ke pemutakhiran data atau sanggahan untuk KIP dan PIP-nya. Ini adalah kanal khusus dari BPS untuk mempermudah masyarakat,” ujar Dian.

Dengan demikian, status desil Timbul yang masih tercatat 9 berdasarkan pengecekan terbaru belum menunjukkan perubahan menjadi desil 3. Pemkab Kulonprogo melalui pihak terkait masih menunggu proses pemutakhiran data sekaligus berkoordinasi agar persoalan bantuan pendidikan anak Timbul dapat ditangani.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online