Kokap Andalkan Potensi Lokal dan Kopi Roro untuk Tangani Kemiskinan
Kokap Kulonprogo mengandalkan potensi lokal, Kopi Roro, Waduk Sermo, dan padat karya untuk membuka peluang ekonomi masyarakat.
Ilustrasi, sejumlah calon pekerja mengamati brosur lowongan di Job Fair Jogja 2026. Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, KULONPROGO—Penyandang disabilitas di Kulonprogo mendapat kesempatan lebih luas untuk mengakses lapangan kerja melalui job fair khusus yang digelar pada 27 Agustus 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Latihan Kerja (BLK), Wates, Kulonprogo, dengan 161 posisi pekerjaan yang disiapkan.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo menggelar bursa kerja tersebut sebagai bagian dari upaya mendorong kesetaraan akses pekerjaan bagi seluruh lapisan masyarakat. Sebanyak 10 perusahaan dari lingkup Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dipastikan hadir untuk membuka lowongan bagi pencari kerja disabilitas.
Kepala Bidang Penempatan, Pelatihan, dan Produktivitas Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja Kulonprogo, Harjanto, mengatakan kegiatan tersebut memang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan pencari kerja disabilitas lokal.
"Tujuannya untuk membantu teman-teman disabilitas mendapatkan kesempatan memperoleh pekerjaan, sehingga mereka dapat hidup layak seperti masyarakat pada umumnya," ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (25/8/2026).
Target 150 Pencari Kerja Disabilitas
Job fair khusus disabilitas ini memiliki konsep berbeda dibandingkan bursa kerja reguler yang biasanya menarik ribuan pengunjung. Kegiatan tersebut dibuat lebih terfokus sehingga proses pertemuan antara pencari kerja dan perusahaan dapat berlangsung secara lebih terarah.
Pemkab Kulonprogo juga memprioritaskan pencari kerja disabilitas yang berasal dari wilayah setempat. Jumlah pengunjung dalam kegiatan ini dibatasi maksimal 150 pencari kerja disabilitas.
"Target pengunjung maksimal 150 pencari kerja disabilitas," lanjut Harjanto.
Pemilihan BLK Kulonprogo sebagai lokasi kegiatan turut mempertimbangkan kenyamanan serta efisiensi ruang. Dengan kondisi tersebut, proses interaksi antara perusahaan yang membuka lowongan dan pelamar diharapkan dapat berlangsung lebih kondusif.
Ada 161 Posisi Pekerjaan Inklusi
Melalui bursa kerja khusus tersebut, Pemkab Kulonprogo berupaya mempertemukan kebutuhan dunia usaha dengan potensi tenaga kerja penyandang disabilitas.
Harjanto mengatakan jumlah lowongan yang tersedia mencapai 161 posisi. Kesempatan tersebut diharapkan sekaligus membantu mengikis stigma dan hambatan aksesibilitas yang masih dihadapi penyandang disabilitas di dunia kerja.
"Lowongan pekerjaan inklusi ini berjumlah 161 posisi," jelas Harjanto.
Penyelenggaraan job fair tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen pemerintah daerah untuk merangkul kelompok disabilitas. Kesempatan memperoleh pekerjaan diharapkan dapat mendukung kemandirian ekonomi penyandang disabilitas.
Disabilitas Berhak Dapat Pekerjaan Layak
Wakil Bupati Kulonprogo, Ambar Purwoko, mengatakan job fair khusus disabilitas menjadi salah satu upaya menghadirkan kabupaten yang inklusif bagi seluruh kalangan.
Menurutnya, penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pekerjaan yang layak dan memadai. Karena itu, pemerintah daerah berupaya menjadi fasilitator agar mereka tetap memiliki ruang untuk berdaya.
"Job fair ini sebagai fasilitator bagi penyandang disabilitas agar tetap berdaya," tegasnya.
Ambar juga meminta penyandang disabilitas tidak merasa putus asa dengan keadaan. Ia berjanji akan mengupayakan lebih banyak kebijakan yang inklusif sehingga penyandang disabilitas memperoleh hak yang sama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kokap Kulonprogo mengandalkan potensi lokal, Kopi Roro, Waduk Sermo, dan padat karya untuk membuka peluang ekonomi masyarakat.
Penumpang KA jarak jauh di Daop 6 Jogja naik 23% saat libur Maulid Nabi. Total 47.833 penumpang tercatat hingga Selasa siang.
China menolak ikut kampanye sanksi AS terhadap Iran. Beijing memilih mempertahankan hubungan dengan Teheran karena kepentingan energi dan strategis.
Perda Kota Layak Anak Jogja segera disahkan. DPRD mendorong perlindungan anak lintas sektor, data terintegrasi, dan fasilitas ramah anak.
Pidato Prabowo di Senayan menyoroti capaian ekonomi, investasi, MBG, kemiskinan, hingga pemerataan pembangunan setelah 21 bulan pemerintahan.
Sebanyak 17 pengurus PSI Gunungkidul pindah ke NasDem. Mereka mengaku kecewa setelah tak lagi masuk dalam kepengurusan baru PSI.