Pasar Tradisional Bantul Sepi Pembeli, ASN Diminta Belanja Tiap Jumat

Yosef Leon
Yosef Leon Senin, 31 Agustus 2026 15:37 WIB
Pasar Tradisional Bantul Sepi Pembeli, ASN Diminta Belanja Tiap Jumat

Ilsutrasi, pedagang melayani pembeli di Pasar Bantul, Kamis (29/1/2026). Harian Jogja/Yosef Leon

Harianjogja.com, BANTUL—Aktivitas perdagangan di pasar tradisional Bantul yang mengalami penurunan mendorong Pemkab Bantul mencari cara untuk kembali menghidupkan pergerakan ekonomi pasar. Salah satu langkah yang dilakukan ialah menggerakkan aparatur sipil negara (ASN) untuk berbelanja ke pasar tradisional setiap Jumat.

Sekda Bantul, Agus Budiraharja mengatakan gerakan tersebut sekaligus menjadi upaya mendorong kecintaan terhadap produk dalam negeri dan memperkuat perekonomian lokal.

“Kalau bukan kami siapa lagi. Salah satu yang harus memberikan contoh kan ASN. Kami gerakan misalnya tiap Jumat ke pasar supaya pergerakan pasar tumbuh,” kata Agus, Senin (31/8/2026).

Menurut Agus, keterlibatan ASN diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat untuk kembali menjadikan pasar tradisional sebagai pilihan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kehadiran ASN juga diharapkan ikut mengubah citra pasar yang mulai ditinggalkan sebagian masyarakat.

Belanja di Pasar Ikut Dukung UMKM Lokal

Agus menjelaskan sebagian besar barang yang dijual di pasar tradisional berasal dari pelaku usaha lokal, termasuk usaha mikro dan UMKM. Karena itu, aktivitas belanja di pasar dinilai tidak sekadar menjadi transaksi antara pedagang dan pembeli.

“Dengan ASN pun mau pergi ke pasar, mestinya masyarakat juga ayo ke pasar. Itu saudara-saudara kita semua yang berusaha, para UMKM, usaha kecil, dan bahan-bahannya juga lokal semua yang kita beli,” ujarnya.

Dengan mendorong ASN berbelanja setiap Jumat, Pemkab Bantul berharap pergerakan ekonomi di pasar dapat kembali tumbuh. Agus mengakui kondisi pasar tradisional saat ini memang menghadapi tantangan karena tren aktivitas perdagangan mengalami penurunan.

“Ya, kita tahu semua bahwa tren pasar itu agak turun, makanya ini coba kami dorong,” katanya.

Jumlah Pedagang Pasar Bantul Cenderung Turun

Kondisi pasar tersebut juga terlihat dari potensi retribusi yang cenderung stagnan. Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Bantul, Prapta Nugraha mengatakan Pemkab Bantul menetapkan target pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi pedagang pasar tradisional sekitar Rp5,5 miliar tahun ini.

Target tersebut sama seperti tahun sebelumnya. Pemkab tidak menaikkannya karena jumlah pedagang pasar tidak mengalami pertumbuhan dan justru cenderung menurun.

“Memang potensinya jumlah pedagang tidak naik, bahkan cenderung turun. Jadi retribusi pasar tidak ada kenaikan target,” kata Prapta.

Menurut Prapta, mempertahankan target retribusi juga diharapkan tidak semakin membebani pedagang ketika kondisi perdagangan belum sepenuhnya pulih. Pemkab Bantul ingin para pedagang tetap bertahan menjalankan usaha di pasar tradisional.

Pasar Dibuat Lebih Bersih dan Nyaman

Selain mengajak ASN berbelanja, DKUKMPP Bantul menyiapkan strategi lain untuk menarik kembali minat masyarakat terhadap pasar tradisional. Salah satunya dengan menciptakan suasana pasar yang lebih bersih dan nyaman.

Upaya tersebut diharapkan membuat pedagang maupun pembeli merasa betah berada di pasar. Langkah itu juga menjadi respons terhadap perubahan pola perdagangan yang kini semakin banyak dilakukan secara daring.

“Kami upayakan untuk membuat suasana pasar yang lebih bersih dan nyaman. Supaya saudara-saudara pedagang itu bisa tetap dagang, kerasan di tengah situasi mekanisme dagang yang sekarang sudah mulai online,” katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online