Viral Curi HP di Bantul, Pria yang Bonceng Istri dan Anak Ditangkap
Pelaku pencurian HP yang viral di Kasihan, Bantul, berhasil ditangkap polisi setelah rekaman CCTV dan informasi warga mengungkap identitasnya.
Ilustrasi penggunaan QRIS - Antara
Harianjogja.com, BANTUL—RSUD Panembahan Senopati Bantul mulai memperkuat digitalisasi pelayanan dengan meluncurkan Sistem Pembayaran Tagihan Sendiri atau Si Banter, Rabu (12/8). Inovasi pembayaran tersebut dihadirkan untuk membuat proses pelunasan tagihan rumah sakit lebih cepat, mudah, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Peluncuran Si Banter berlangsung bersamaan dengan penyerahan CSR dari Bank BPD DIY serta sosialisasi penggunaan QRIS oleh Bank Indonesia. Bagi RSUD Panembahan Senopati Bantul, digitalisasi pembayaran menjadi salah satu bagian dari transformasi pelayanan rumah sakit di tengah perubahan kebutuhan masyarakat pada era digital.
Direktur Utama RSUD Panembahan Senopati Bantul, Atthobari, mengatakan nama Si Banter memiliki makna yang berkaitan dengan kecepatan. Filosofi tersebut menjadi semangat dalam menghadirkan layanan rumah sakit yang lebih dekat dan mudah diakses masyarakat.
"Semangat Si Banter kalau kita maknai namanya cepat. Jadi kita memandang dengan adanya peluncuran Si Banter ini, kita berharap pelayanan semakin cepat, semakin dekat, semakin mudah, dan responsif terhadap kebutuhan yang diberikan atau yang dibutuhkan oleh masyarakat," kata Atthobari dalam kegiatan tersebut.
Si Banter Jadi Bagian Transformasi Pelayanan
Atthobari menjelaskan pembayaran merupakan salah satu bagian penting dalam rangkaian pelayanan rumah sakit. Melalui Si Banter dan dukungan QRIS, masyarakat diharapkan dapat menyelesaikan pembayaran secara lebih praktis dibandingkan mekanisme manual.
Namun, menurut dia, digitalisasi pembayaran tidak boleh dimaknai sebatas perubahan cara masyarakat melakukan transaksi. Penerapan teknologi tersebut merupakan bagian dari transformasi pelayanan RSUD Panembahan Senopati Bantul agar mampu mengikuti perkembangan kebutuhan masyarakat.
"Ini tentu juga salah satu bagian dari transformasi pelayanan. Karena pembayaran ini termasuk arti QRIS itu bukan hanya mengganti cara bayar saja, bukan mengganti cara bayar saja," ujarnya.
Pengembangan digitalisasi di RSUD Panembahan Senopati Bantul juga tidak berhenti pada sistem pembayaran. Rumah sakit mulai mengembangkan rekam medis elektronik dan memanfaatkan peralatan kesehatan yang semakin canggih untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat.
Meski teknologi terus dikembangkan, Atthobari menegaskan aspek mutu pelayanan dan keselamatan pasien tetap harus dijaga. Digitalisasi tidak boleh membuat kualitas pelayanan kesehatan menurun.
"Digital bukan berarti harus mengurangi kualitas atau pelayanan yang kita berikan, tetapi dengan digitalisasi ini tentu semangat untuk terus meningkatkan mutu dan keselamatan saat ini harus dijaga," katanya.
Teknologi Tetap Harus Beriringan dengan Humanisme
Atthobari juga mengingatkan pentingnya mempertahankan sisi humanisme dalam pelayanan kesehatan. Kemajuan teknologi, menurut dia, seharusnya tidak membuat hubungan antara petugas kesehatan dan masyarakat menjadi semakin jauh.
Dengan demikian, digitalisasi pelayanan di RSUD Panembahan Senopati Bantul diarahkan untuk menjadi alat yang memudahkan masyarakat sekaligus mendukung peningkatan kualitas pelayanan. Teknologi dan pendekatan kemanusiaan tetap ditempatkan sebagai bagian yang berjalan beriringan.
Ada Dukungan CSR Bank BPD DIY
Kegiatan peluncuran Si Banter juga diisi dengan penyerahan CSR dari Bank BPD DIY kepada RSUD Panembahan Senopati Bantul. Atthobari menyampaikan apresiasi kepada pihak perbankan dan Bank Indonesia atas dukungan serta kolaborasi yang telah terbangun.
"Kami juga mengucapkan banyak terima kasih kepada Bank BPD DIY yang telah memberikan CSR kepada RSUD Panembahan Senopati Bantul, dan ini juga bisa kita manfaatkan secara optimal untuk pembangunan maupun juga pengembangan pelayanan untuk melayani masyarakat," ujarnya.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi dalam pengembangan pelayanan rumah sakit. Sementara sosialisasi QRIS turut memperkuat penerapan transaksi digital dalam sistem pembayaran yang dikembangkan RSUD Panembahan Senopati.
Pemkab Bantul Dorong Digitalisasi Pelayanan
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul Agus Budi Raharja mengatakan digitalisasi telah menjadi bagian dari arah pengembangan pelayanan pemerintah daerah. Penerapan teknologi, menurutnya, terus didorong dalam berbagai sektor pelayanan dan kebutuhan pemerintahan.
Agus mencontohkan penggunaan sistem digital dalam koordinasi mitigasi bencana. Dengan dukungan teknologi, koordinasi antarinstansi diharapkan dapat berlangsung lebih cepat sekaligus terintegrasi.
Digitalisasi juga dikembangkan pada pelayanan administrasi kependudukan yang berkaitan dengan layanan kesehatan. Salah satunya berupa integrasi layanan administrasi untuk bayi yang baru lahir.
"Berkaitan dengan layanan kesehatan, layanan administrasi yang tadinya setiap satu kali layanan dapat empat dokumen, ditambah satu dokumen untuk bayi untuk kelahiran bayi yang langsung mendapatkan jaminan kesehatan," ujarnya.
Menurut Agus, perkembangan tersebut menunjukkan pelayanan publik di Bantul terus diarahkan menuju sistem yang semakin terintegrasi. Pemanfaatan teknologi diharapkan dapat memangkas proses administrasi sekaligus memudahkan masyarakat dalam memperoleh layanan.
"Rumah sakit tidak hanya berupaya mempercepat pembayaran tagihan, tetapi juga mulai membangun ekosistem pelayanan yang menyesuaikan kebutuhan masyarakat di tengah perkembangan teknologi digital," kata Agus.
Dengan penerapan sistem pembayaran digital, proses administrasi di RSUD Panembahan Senopati Bantul diharapkan menjadi lebih praktis. Masyarakat dapat memanfaatkan layanan pembayaran yang tersedia tanpa harus sepenuhnya bergantung pada transaksi secara manual.
RSUD Panembahan Senopati memastikan pengembangan digitalisasi tetap berjalan seiring dengan peningkatan mutu pelayanan. Teknologi digunakan sebagai sarana untuk mempermudah masyarakat, sedangkan keselamatan pasien dan pelayanan yang humanis tetap menjadi bagian penting dalam pengembangan layanan kesehatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pelaku pencurian HP yang viral di Kasihan, Bantul, berhasil ditangkap polisi setelah rekaman CCTV dan informasi warga mengungkap identitasnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 14 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Karhutla Gunung Bromo di kawasan TNBTS berhasil dipadamkan. Luas area terbakar mencapai 1.120 hektare di empat kabupaten.
Purbaya menyebut penerimaan bea keluar emas nyaris nol. Dari target Rp3 triliun 2026, realisasi hingga Semester I baru 0,03%.
RSUD Panembahan Senopati Bantul meluncurkan Si Banter untuk mempermudah pembayaran tagihan rumah sakit melalui digitalisasi dan QRIS.
Prabowo menyebut Indonesia menghabiskan hingga Rp535 triliun per tahun untuk impor BBM. Pemerintah mendorong kendaraan listrik dan EBT.