Nyalon Lurah Dlingo, Basuki Fokus Ekonomi dan Pangan Warga

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jum'at, 25 September 2026 23:07 WIB
Nyalon Lurah Dlingo, Basuki Fokus Ekonomi dan Pangan Warga

Basuki Rakhmat yang mencalonkan diri sebagai Lurah Dlingo dalam pemilihan lurah serentak 2026./Istimewa

Harianjogja.com, BANTUL—Basuki Rakhmat mencalonkan diri sebagai Lurah Dlingo dalam pemilihan lurah serentak 2026. Berbekal pengalaman di bidang pertanian, infrastruktur, otomotif, pendidikan, organisasi hingga pengawasan pemilu, Basuki membawa target memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat Kalurahan Dlingo.

Di tengah persiapannya mengikuti kontestasi, aktivitas bertani tetap menjadi bagian dari kesehariannya. Saat ditemui, Basuki tengah mengocor pupuk cair di kebun sayur yang berada di samping rumahnya.

Rutinitas merawat tanaman sayur tersebut semakin intens dilakukan ketika cuaca panas melanda wilayah Jogja. Menurut Basuki, tanaman yang dirawatnya masih mampu bertahan dan menghasilkan panen untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga.

"Alhamdulillah, sayuran bisa bertahan dan tetap dipanen untuk mencukupi kebutuhan bahan pangan di rumah," ungkapnya belum lama ini.

Hasil kebun Basuki juga terbilang baik. Tanaman terong dan cabai, misalnya, menghasilkan buah dengan ukuran yang jauh lebih besar daripada ukuran pada normalnya.

Berbekal Pengalaman dari Berbagai Profesi

Kemampuan mengelola pertanian tersebut diperoleh Basuki melalui berbagai pengalaman yang dijalaninya. Salah satunya adalah meracik pupuk cair sendiri dengan memanfaatkan bahan-bahan sisa rumahtangga.

Pada pemilihan lurah serentak tahun 2026, Basuki memutuskan ikut berkontestasi sebagai salah satu dari tiga calon Lurah Kalurahan Dlingo, Kapanewon Dlingo, Kabupaten Bantul.

Keputusannya maju dilatarbelakangi keinginan membangun pemerintahan kalurahan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ketahanan pangan dan ekonomi menjadi dua bidang yang menjadi perhatiannya.

Basuki yang lahir pada 1982 itu menilai pengalaman sebagai praktisi pertanian serta berbagai sektor ekonomi lainnya menjadi bekal untuk merumuskan langkah yang dapat membantu meningkatkan kesejahteraan warga Dlingo.

Ia sendiri merupakan lulusan SD Dlingo, SMP 1 Dlingo, dan SMA 1 Dlingo. Selepas sekolah, Basuki menjalani sejumlah profesi yang memberinya pengalaman di berbagai bidang.

"Saya pernah merantau ke Kalimantan, bekerja di sektor infrastruktur dan otomotif. Itu membuat saya jadi paham bagaimana proses infrastruktur itu dibangun," ungkapnya.

Pengalaman di bidang birokrasi dan pengelolaan organisasi juga diperolehnya ketika menjadi guru, pembina Pramuka, hingga komisioner Panwaslu (Panitia Pengawas Pemilu).

"Termasuk menjadi tukang kayu pun saya masih kerjakan sampai sekarang," imbuhnya.

Mengandalkan Dukungan Masyarakat

Dalam pencalonannya sebagai Lurah Dlingo, Basuki mengakui dirinya tidak memiliki modal finansial yang cukup besar. Kondisi tersebut membuatnya tidak banyak memasang peraga kampanye seperti poster maupun baliho hingga beberapa hari sebelum pemilihan lurah.

"Modal saya niat yang baik, restu dan dukungan dari masyarakat, itu sudah lebih dari cukup," tegasnya.

Basuki menilai masyarakat saat ini semakin cerdas dalam menentukan pilihan. Menurutnya, kemampuan dan pengalaman matang yang dimiliki calon menjadi salah satu pertimbangan masyarakat.

Sosialisasi kepada calon pemilih tetap dilakukannya meski tanpa kampanye terbuka yang hingar bingar. Basuki memilih menyambangi warga dari rumah ke rumah menggunakan sepeda motor lawas miliknya.

"Saya tulus dalam tujuan saya, karena dengan menjadi Lurah, kebijakan dan anggaran yang akan dikelola nantinya akan difokuskan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tuturnya.

Tiga Fokus Visi Misi Basuki

Untuk membangun pemerintahan Kalurahan Dlingo, Basuki menyampaikan tiga poin besar dalam visi misinya.

Pertama, memberikan layanan publik yang adil dan jujur. Kedua, melindungi dan memberikan rasa aman, nyaman, serta setara. Ketiga, meningkatkan produktifitas ekonomi, sosial, budaya dan politik.

Ketiga fokus tersebut akan menjadi dasar kerjanya dalam membangun pemerintahan kalurahan yang mengusung semangat “Nglayani, Ngayomi, lan Ngayani”.

Diskusi mengenai gagasan pembangunan juga terus dilakukan bersama tim, masyarakat, dan para pendukungnya. Dari proses tersebut, muncul sejumlah gagasan, salah satunya pembentukan tim percepatan peningkatan pendapatan asli kalurahan.

"Kondisi anggaran kalurahan dengan skema pemangkasan pusat ini harus diimbangi dengan kemampuan kita menaikkan pendapatan asli kalurahan. Padahal di Dlingo ini masih banyak potensi yang belum tergarap maksimal," ujarnya.

Selain peningkatan pendapatan asli kalurahan, Basuki menyoroti pelayanan publik. Menurutnya, pemerintah kalurahan sudah saatnya melakukan transformasi layanan dengan memanfaatkan media online.

Dengan transformasi tersebut, pelayanan diharapkan dapat berlangsung lebih cepat, akurat, dan efektif. Ia juga memasukkan peningkatan kesejahteraan pamong dan pelaksana layanan di kalurahan sebagai bagian dari perhatian agar pelayanan prima dapat diberikan setiap saat.

"Semoga saya diberi kesempatan untuk menjalankan amanah, sehingga saya akan berusaha mengoptimalkan peran pemerintah kalurahan untuk kesejahteraan masyarakat Dlingo," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online