Video Viral Olok-olok Korban MBG, Pegawai SPPG Muntuk Ditegur BGN
BGN DIY menegur pegawai SPPG Muntuk, Dlingo, Bantul, terkait video viral yang diduga mengolok-olok korban keracunan MBG di Karo.
Gedung DPRD Bantul./JIBI
Harianjogja.com, BANTUL—Pemkab Bantul didorong tidak hanya mengandalkan kawasan Pantai Selatan (Pansela) sebagai tumpuan pariwisata. Keberadaan akses baru menuju wilayah selatan, termasuk ruas Kretek-Girijati atau Kelok 23, dinilai perlu dimanfaatkan untuk membuka potensi destinasi wisata lain.
Anggota DPRD Bantul Heru Sudibyo mengatakan peningkatan aksesibilitas menuju kawasan selatan semestinya diikuti dengan penyiapan daya tarik wisata di wilayah yang dilintasi maupun daerah di sekitarnya.
Menurut dia, potensi wisata tidak hanya berada di kawasan pantai. Wilayah tengah, timur, dan barat Bantul serta sejumlah pantai lainnya juga perlu dipetakan untuk melihat peluang pengembangannya.
"Kehadiran 23 ini kan hanya sebagai pendukung, artinya harus benar-benar ditangkap sebagai peluang. Selama ini kan Bantul terkesan hanya mengandalkan pendapatan wisata dari dua pantai yakni Parangtritis dan Depok. Kawasan lain yang punya potensi bagaimana, itu daya tariknya apa yang bisa dikembangkan," kata Heru, Jumat (25/9/2026).
Heru mengatakan DPRD Bantul mendorong Pemkab Bantul melakukan evaluasi sekaligus pembahasan bersama untuk memetakan potensi wisata yang dapat dikembangkan dalam jangka pendek, menengah, hingga panjang.
Pemetaan tersebut, menurut dia, penting agar pemerintah memiliki prioritas pengembangan dan tidak sekadar membuka destinasi baru tanpa perencanaan.
Pembahasan juga perlu melibatkan organisasi perangkat daerah terkait, termasuk unsur yang menangani tata ruang. Hal ini dinilai penting karena sebagian wilayah yang berpotensi dikembangkan berkaitan dengan status Sultan Ground (SG).
"Jangan sampai gegabah. Harus ada komunikasi dengan pihak Keraton Jogja," ujarnya.
Heru menambahkan pengembangan destinasi wisata tidak harus dilakukan secara serentak. Pemkab Bantul dapat menentukan sejumlah kawasan prioritas untuk dikembangkan dalam dua hingga tiga tahun ke depan sembari menyiapkan rencana pengembangan jangka panjang.
Menurut dia, konsep wisata yang dikembangkan juga perlu disesuaikan dengan karakter masing-masing wilayah. Tidak semua kawasan harus diarahkan menjadi destinasi wisata massal.
Pemkab, lanjut Heru, dapat mempertimbangkan kondisi lingkungan, budaya lokal, serta aktivitas masyarakat dalam menentukan bentuk pengembangan wisata.
Dengan demikian, infrastruktur seperti Kelok 23 tidak hanya berfungsi sebagai jalur penghubung menuju kawasan selatan Bantul, tetapi juga dapat menjadi bagian dari strategi pengembangan pariwisata di wilayah sekitarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BGN DIY menegur pegawai SPPG Muntuk, Dlingo, Bantul, terkait video viral yang diduga mengolok-olok korban keracunan MBG di Karo.
Honda CB350 2026 meluncur di India bersama CB350RS dan CB350C. Simak harga, varian, spesifikasi mesin, fitur, dan perbedaan tampilannya.
Pemilihan lurah serentak Gunungkidul digelar Sabtu (26/9/2026) di 31 kalurahan yang tersebar di 16 kapanewon. Simak daftar lokasinya.
BPJS Ketenagakerjaan Yogyakarta mengajak 45 perusahaan memperluas perlindungan pekerja informal melalui program Sertakan dan CSR.
Prediksi Inggris vs Spanyol di UEFA Nations League 2026-2027. Cek jadwal, kondisi skuad, rekor pertemuan, dan prediksi skor duel di Wembley.
Kedutaan Denmark di Jakarta membuka lowongan Development and Compliance Officer. Cek syarat, ketentuan kerja, dan batas pendaftaran 9 Oktober 2026.