Produksi Perikanan Gunungkidul 7.119 Ton, Lele Jadi Andalan
Produksi perikanan budi daya Gunungkidul mencapai 7.119 ton hingga Juni 2026. Lele mendominasi dengan produksi lebih dari 6.168 ton.
Suasana peringatan HUT ke-81 RI di Pasar Ngasem, Kota Jogja, Sabtu (16/8/2026). Dokumentasi Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Suasana berbeda terasa di Pasar Ngasem, Kota Jogja, menjelang peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia. Para pedagang dan karyawan warung kuliner mengenakan ikat kepala Merah Putih saat melayani pembeli pada Sabtu (16/8/2026).
Semarak kemerdekaan itu salah satunya terlihat di Warung Jenang Yu Jumilah. Warung kuliner legendaris yang kerap dipadati pembeli pada akhir pekan tersebut ikut merayakan HUT ke-81 RI dengan cara sederhana, tetapi unik.
Para karyawan mengenakan ikat kepala Merah Putih ketika melayani pengunjung yang mengantre hingga mengular. Ikat kepala serupa juga dibagikan kepada sejumlah pembeli.
Tak hanya itu, pengunjung diajak mengikuti permainan sederhana bertema kemerdekaan. Salah satunya pasangan suami istri yang mendapat tantangan saling menyuapi jenang sembari mengenakan ikat kepala Merah Putih.
Jenang Gratis untuk Pengunjung
Pemilik Warung Jenang Yu Jumilah, Fajar Suryati mengatakan kegiatan tersebut menjadi bentuk syukur sekaligus cara mereka ikut menyemarakkan HUT ke-81 RI.
“Ini merupakan bentuk syukur kami dan cara kami merayakan kemerdekaan Indonesia yang ke-81. Beraktivitas di pasar dengan ritme yang super sibuk tentu tidak menyurutkan niat kami untuk ikut menyemarakkan HUT RI,” katanya.
Menurut Fajar, permainan dibuat sederhana agar wisatawan dan pembeli dapat ikut merasakan suasana kemerdekaan. Pengunjung yang mengikuti permainan tersebut juga mendapatkan jenang secara gratis.
“Kami pilih suami istri sebagai representasi bahwa cinta kepada negara itu harusnya tidak lekang oleh waktu dan harus awet sepanjang masa,” ujarnya.
Salah satu wisatawan asal Sulawesi, Abdul, turut mengikuti permainan tersebut. Ia mengaku memang telah merencanakan mampir ke Pasar Ngasem untuk mencicipi beragam kuliner tradisional yang tersedia.
Menurut Abdul, menikmati kuliner tradisional menjadi salah satu bentuk ekspresi dalam merayakan kemerdekaan sekaligus menjaga keberadaan panganan lokal.
“Memang sudah rencana mampir ke Pasar Ngasem dan mencicipi ragam kulinernya di sini. Senang bisa ikut serta merayakan kemerdekaan di pasar tradisional,” katanya.
Ia berharap momentum HUT ke-81 RI membawa kemajuan dan kesejahteraan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Wingko Gratis di Sisi Timur Pasar Ngasem
Semarak kemerdekaan juga terlihat di Warung Bakpia dan Wingko Ngasem yang berada di sisi timur Pasar Ngasem. Antrean pembeli di warung tersebut tak kalah panjang.
Dengan mengenakan ikat kepala Merah Putih, para karyawan tetap melayani pengunjung yang datang dari berbagai daerah. Mereka juga mengajak wisatawan mengikuti permainan sederhana dengan menjawab pertanyaan seputar kemerdekaan.
Bagi pasangan wisatawan yang ikut serta dalam permainan, pengelola memberikan wingko secara gratis. Aktivitas tersebut membuat suasana Pasar Ngasem semakin semarak di tengah ramainya aktivitas perdagangan dan kunjungan wisatawan menjelang peringatan HUT ke-81 RI.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Produksi perikanan budi daya Gunungkidul mencapai 7.119 ton hingga Juni 2026. Lele mendominasi dengan produksi lebih dari 6.168 ton.
PLN siagakan 45.000 personel dan cadangan daya 9 GW untuk mengamankan kelistrikan nasional saat HUT ke-81 RI.
Dua desainer kebaya dari DIY lolos tingkat regional Fatmawati Trophy 2026 dan akan bersaing di tingkat nasional di Bali pada Oktober 2026.
Gempa NTT M7,7 membuat lebih dari 5.000 warga mengungsi. Tiga kabupaten menetapkan status tanggap dan siaga darurat.
Gebyar Fest 81 Bank Jateng melibatkan 1.100 debitur dengan penyaluran kredit Rp279 miliar serta 453 booth UMKM.
Promo 17 Agustus 2026 hadir dari KAI, Ancol, CFC, Kopi Kenangan hingga Gramedia dengan diskon dan paket hemat.