Pasar Burung Singosaren Tambah Pasaran Paing, Ini Alasannya
Pasar Burung Singosaren Bantul menambah pasaran Paing sejak September 2026 untuk memberi ruang transaksi lebih banyak bagi pedagang dan penghobi.
Foto ilustrasi gelombang tinggi. - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL— Nelayan di pesisir Kabupaten Bantul mulai kembali melaut setelah sekitar sepekan menghentikan aktivitas akibat gelombang tinggi. Meski kondisi laut kini lebih landai, nelayan tetap diminta mewaspadai potensi gelombang tinggi yang kembali diperkirakan terjadi di perairan selatan DIY.
Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Bantul, Suyanto mengatakan kondisi gelombang laut Bantul pada akhir September 2026 sudah kembali lebih tenang. Kondisi tersebut membuat nelayan mulai kembali menjalankan aktivitas mencari ikan.
"Sudah landai, meskipun gelombangnya masih ada tapi tidak setinggi awal dan pertengahan September lalu, teman-teman juga sudah pada melaut," kata Suyanto, Sabtu (26/9/2026).
Suyanto menjelaskan nelayan sebelumnya sempat tidak melaut selama sekitar satu pekan saat gelombang tinggi. Setelah kondisi laut membaik, aktivitas penangkapan ikan kembali dilakukan dengan tetap menyesuaikan kondisi perairan.
Nelayan Hadapi Musim Paceklik Ikan
Pada musim kemarau seperti saat ini, sejumlah jenis ikan yang banyak ditangkap nelayan Bantul antara lain manyung, kembung, kuwe, serta berbagai jenis ikan pelagis lainnya.
Meski sudah kembali melaut, hasil tangkapan nelayan belum terlalu banyak. Kondisi tersebut berkaitan dengan musim kemarau yang biasanya menjadi periode paceklik ikan.
"Tangkapannya juga ya tidak terlalu banyak, karena musim kemarau ini biasanya paceklik ikan. Mulai lumayan lagi itu saat awal musim penghujan," kata Suyanto.
Kembalinya nelayan ke laut membuat aktivitas di sejumlah kawasan pesisir Bantul kembali berjalan. Nelayan dapat kembali mencari ikan dengan menyesuaikan kondisi laut dan cuaca yang terjadi di wilayah selatan DIY.
"Teman-teman kan juga sudah biasa dan paham medan, ketika dianggap bahaya pasti tidak melaut. Namun kondisi sekarang sepertinya masih aman," ujarnya.
Gelombang Selatan DIY Bisa Capai 4 Meter
Di tengah kembali melautnya nelayan Bantul, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di perairan DIY.
Peringatan tersebut berlaku mulai Jumat (25/9/2026) pukul 07.00 WIB hingga Senin (28/9/2026) pukul 07.00 WIB.
Gelombang di sejumlah wilayah perairan selatan DIY berpotensi mencapai 2,5 meter hingga 4 meter. Potensi tersebut dapat terjadi di Perairan Kulon Progo, Perairan Bantul, Perairan Gunungkidul, hingga Samudera Hindia selatan DIY.
BMKG menyebut potensi gelombang tinggi tersebut berkaitan dengan kondisi sinoptik. Masyarakat, termasuk nelayan dan pengguna jasa kelautan, diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca dan gelombang di laut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pasar Burung Singosaren Bantul menambah pasaran Paing sejak September 2026 untuk memberi ruang transaksi lebih banyak bagi pedagang dan penghobi.
Nokia sudah lama meninggalkan bisnis smartphone, tetapi tetap mendapat pendapatan dari lisensi paten dan merek. Ini strategi bisnis Nokia setelah era Microsoft.
Indonesia meneken perjanjian bebas visa dengan Lebanon, Saint Vincent dan Grenadines, serta Republik Dominika. Fasilitas ini berlaku bagi paspor diplomatik dan
Zara Adhisty mengumumkan kelahiran anak pertamanya bersama Tsaqib. Putra mereka lahir 19 September 2026 dan diberi nama Benjiro Nayel Ali.
Fajar/Fikri dan Leo/Daniel lolos ke perempatfinal Asian Games 2026. Simak calon lawan, jalur semifinal, dan peluang duel sesama Indonesia di final.
Microsoft mulai meninggalkan label Copilot+ PC pada perangkat Surface terbaru. Standar NPU dan fitur AI tetap dipertahankan.