Maggot Masayu di Bantul Ubah Sisa Dapur Jadi Kas Warga
Warga Kembangputihan, Bantul, mengolah sisa dapur menjadi pakan maggot. Hasil penjualan maggot dimasukkan ke kas untuk kegiatan warga.
Masdddho saat tampir di konser HUT Bantul ke-195. Harian Jogja-Kiki Luqman
Harianjogja.com, BANTUL—Konser Bantul Bumi Satriya tidak hanya menjadi panggung hiburan dalam peringatan Hari Jadi ke-195 Kabupaten Bantul. Gelaran di Stadion Sultan Agung Bantul, Senin (10/8/2026), juga menjadi ruang bagi 14 musisi asal Bantul untuk menunjukkan kreativitas sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi warga.
Sejumlah nama musisi lokal tampil dalam konser tersebut, di antaranya NDX AKA, Ndarboy Genk, Pendhoza, Masdddho, Evan Loss, Sadewok dan artis lokal lainnya.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan konser tersebut sengaja dirancang tidak sekadar sebagai agenda hiburan. Menurutnya, kegiatan itu menjadi kesempatan untuk menunjukkan kekuatan kreativitas anak muda Bantul sekaligus memberikan dampak bagi perekonomian masyarakat.
"Bantul telah lama dikenal sebagai gudangnya insan kreatif, daerah yang sarat akan nilai budaya, tradisi, dan daya cipta seni yang tinggi. Musik bukan sekadar hiburan bagi warga Bantul, melainkan bagian dari jiwa dan identitas kita bersama," kata Halim.
14 Musisi Bantul Dapat Panggung
Halim menilai Bantul memiliki banyak insan kreatif yang berkembang berdampingan dengan kekayaan budaya, tradisi, dan seni masyarakat. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Bantul memberikan ruang khusus bagi seniman musik lokal untuk tampil dalam rangkaian perayaan Hari Jadi Bantul.
Konser tersebut sekaligus menjadi bentuk penghargaan terhadap karya para musisi daerah. Pemerintah Kabupaten Bantul ingin masyarakat dapat menyaksikan langsung kemampuan musisi lokal di daerahnya sendiri.
Menurut Halim, kualitas musisi Bantul tidak kalah dibandingkan dengan musisi yang telah memiliki nama di tingkat nasional.
"Melalui konser musisi Bantul ini, Pemerintah Kabupaten Bantul ingin memberikan wadah, sebuah panggung kehormatan bagi para musisi kita untuk tampil unjuk kebolehan. Kita ingin membuktikan bahwa potensi anak-anak muda dan para seniman musik di Bantul tidak kalah hebatnya dengan musisi tingkat nasional," ujarnya.
Bagi pemerintah daerah, panggung musik tersebut juga diharapkan dapat memperkuat ekosistem ekonomi kreatif. Perkembangan seni dan ekonomi kreatif dinilai tidak semestinya berjalan sendiri-sendiri.
Konser HUT Bantul Beri Dampak ke UMKM
Keramaian konser menjadi peluang bagi pelaku usaha di sekitar lokasi. Halim mengatakan kegiatan semacam itu dapat memberikan efek berantai kepada pedagang kecil, pelaku UMKM, pengusaha kuliner, hingga penyedia jasa transportasi dan perparkiran.
"Event seperti konser musik ini membawa multiplier effect yang luar biasa. Di sekitar kita malam ini, terdapat ratusan pelaku UMKM, pedagang kecil, pengusaha kuliner, hingga penyedia jasa transportasi dan perparkiran yang turut merasakan manfaatnya," katanya.
Menurut Halim, aktivitas seni dan hiburan yang berkembang perlu berjalan beriringan dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Dengan begitu, panggung kreativitas tidak hanya menjadi tempat seniman tampil, tetapi juga ruang bertemunya karya seni dengan kegiatan usaha warga.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi salah satu cara memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Bantul. Panggung musik dinilai dapat mempertemukan kreativitas seniman dengan aktivitas ekonomi masyarakat di sekitarnya.
Halim juga meminta masyarakat menjaga ketertiban selama konser berlangsung. Kebersihan dan keamanan menjadi perhatian agar kegiatan dapat berlangsung nyaman hingga selesai.
"Mari kita jaga bersama ketertiban, kebersihan, dan keamanan selama acara berlangsung. Tunjukkan bahwa warga Bantul adalah masyarakat yang santun, tertib, dan mencintai kedamaian," tuturnya.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada panitia, para musisi, sponsor, serta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan konser. Halim berharap para musisi Bantul terus berkarya dan memanfaatkan ruang-ruang pertunjukan untuk mengembangkan potensi.
Warga Pilih Belanja UMKM Ketimbang Tiket
Dampak konser gratis terhadap aktivitas ekonomi juga dirasakan warga yang hadir. Umair Bagus, warga Bantul, mengaku senang karena mendapatkan hiburan gratis yang digelar Pemerintah Kabupaten Bantul.
Menurut Bagus, tidak adanya biaya tiket membuat uang yang semula dapat digunakan untuk membeli tiket bisa dialihkan untuk membeli jajanan UMKM di lokasi konser.
"Seneng ya ada konser gratis gini, jadi uang tiket bisa kita buat jajan di sini sama keluarga. Ini saya bertiga sama anak dan istri. Tahun ini kelihatan meriah sekali, tahun kemarin saya juga datang tapi tidak seramai ini. Lengkap, di sini juga banyak yang jualan dan harganya masih terjangkau," katanya.
Bagus juga menyampaikan ucapan selamat ulang tahun untuk Bumi Projotamansari. Ia berharap pemerintah semakin mementingkan warga Bantul dan tetap menyediakan panggung seni yang terjangkau bagi wong cilik.
"Selamat ulang tahun untuk Bantul yang ke-195. Semoga semakin maju dan pak Bupati tetap jadi pemimpin yang mau mendengarkan warganya. Kalau bisa, acara konser gratis seperti ini sering-sering digelar ya," harapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Kembangputihan, Bantul, mengolah sisa dapur menjadi pakan maggot. Hasil penjualan maggot dimasukkan ke kas untuk kegiatan warga.
Surat suara Pilur Gunungkidul mulai masuk tahap pencetakan setelah 91 calon lurah ditetapkan di 31 kalurahan dengan 120.887 pemilih.
Jack Miller resmi meninggalkan MotoGP dan bergabung dengan Yamaha di WorldSBK 2027 dengan kontrak dua musim.
Astra Half Marathon kembali digelar pada 2026 dengan membawa semangat “Berkarya dan Tumbuh Bersama Indonesia” dalam perjalanan menuju 70 tahun Astra.
iPhone 18 Pro hadir dengan chip A20 Pro. Simak 3 pesaing Android: Samsung S26 Ultra, Pixel 11 Pro XL, dan Xiaomi 17 Ultra dengan kamera Leica
Kasus kekerasan terhadap perempuan di Sleman mencapai 185 korban hingga Agustus 2026. KDRT mendominasi dengan 114 kasus.