Gaji PPPK Ditanggung Pusat Mulai 2027, DPRD Bantul Siapkan Penyesuaian APBD
Gaji PPPK daerah mulai ditanggung pemerintah pusat pada 2027. DPRD Bantul menyiapkan penyesuaian APBD dan efisiensi belanja.
Petugas BPBD Bantul menyalurkan permintaan dropping air bersih ke kapanewon terdampak kekeringan/Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL—BPBD Bantul masih memiliki 351 tangki air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak kekeringan. Jumlah tersebut berasal dari stok 400 tangki yang disiapkan tahun ini, sementara hingga Jumat (4/9/2026) baru 49 tangki yang disalurkan BPBD selama musim kemarau.
Kepala Bidang Kegawatdaruratan, Logistik, dan Peralatan BPBD Bantul Antoni Hutagaol mengatakan ketersediaan air bersih tersebut masih dalam kondisi aman. Selain stok milik BPBD, distribusi air ke wilayah terdampak juga mendapat dukungan dari berbagai pihak.
"Ini baru didistribusikan sebanyak 49 tangki selama musim kemarau tahun ini," kata Antoni Jumat (4/9/2026).
Bantuan Air Bersih Datang dari Berbagai Pihak
Menurut Antoni, kebutuhan air bersih warga selama musim kemarau turut terbantu oleh distribusi dari sejumlah lembaga dan pihak swasta. Bantuan tersebut antara lain berasal dari Palang Merah Indonesia (PMI), Taruna Siaga Bencana (Tagana), serta perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.
"Masih aman karena banyak bantuan dari teman-teman PMI, Tagana, kemudian dari CSR juga yang langsung didistribusikan ke lokasi terdampak," ujarnya.
Dengan adanya dukungan tersebut, stok yang masih dimiliki BPBD Bantul diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan hingga akhir tahun. Perkiraan itu mengacu pada prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebut musim kemarau berlangsung hingga Oktober nanti.
"Artinya sampai Desember itu kemungkinan untuk stok air bersih dari BPBD Bantul masih dalam taraf aman," katanya.
Belum Ajukan Anggaran BTT
Kondisi stok yang masih mencukupi membuat BPBD Bantul belum mengajukan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk penanganan kebutuhan air bersih.
Pengajuan anggaran tambahan baru akan dipertimbangkan apabila persediaan air bersih mulai menipis sementara kondisi kekeringan masih berlanjut.
Sementara itu, distribusi air bersih di Bantul telah dilakukan sejak 20 Juni 2026. Hingga saat ini, total sekitar 1,644 juta liter air bersih telah disalurkan menggunakan 318 tangki.
Distribusi tersebut melibatkan sejumlah instansi dan sumber bantuan dengan rincian:
"Dari BPBD 42 tangki, PMI 49 tangki, Tagana 13 tangki, BBWSO tiga tangki dan donasi sebanyak 211 tangki," ujarnya.
Air bersih yang disalurkan tersebut telah menjangkau sekitar tujuh kapanewon. Total penerima manfaat tercatat lebih dari 6.212 jiwa.
Status Siaga Darurat Kekeringan Masih Berlaku
Di tengah distribusi air bersih yang masih berjalan, BPBD Bantul juga masih memberlakukan status siaga darurat kekeringan. Status tersebut berlaku sejak 25 Juni hingga 25 September 2026.
Apabila kondisi kekeringan masih terjadi, status siaga darurat tersebut dapat diperpanjang.
"Nanti kalau habis, kalau memang situasinya masih kemarau, kami akan perpanjang lagi dengan status siaga darurat," kata Antoni.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gaji PPPK daerah mulai ditanggung pemerintah pusat pada 2027. DPRD Bantul menyiapkan penyesuaian APBD dan efisiensi belanja.
Jadwal KA Bandara YIA Kamis 8 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Jogja dan Jogja-YIA lengkap di sini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 8 Oktober 2026 tersedia mulai pagi. Simak jadwal lengkap dari Stasiun Palur hingga Jogja/Tugu.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 8 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap dan tarif KRL Rp8.000.
Awal musim hujan di Bantul diprediksi mundur lebih dari 30 hari. DPRD Bantul menyiapkan posko dan antisipasi kekeringan.
Suzuki e SKY resmi diperkenalkan di Jepang dan dijual mulai 16 November 2026. Mobil listrik mungil ini punya jarak tempuh 310 km dan desainnya tercatat di DJKI.