Pasar Tradisional Bantul Sepi Pembeli, ASN Diminta Belanja Tiap Jumat
Pasar tradisional Bantul menghadapi penurunan aktivitas. Pemkab menggerakkan ASN berbelanja setiap Jumat untuk menghidupkan ekonomi pasar.
Petugas BPBD Bantul menyalurkan permintaan dropping air bersih ke kapanewon terdampak kekeringan/Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL—BPBD Bantul masih memiliki 351 tangki air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak kekeringan. Jumlah tersebut berasal dari stok 400 tangki yang disiapkan tahun ini, sementara hingga Jumat (4/9/2026) baru 49 tangki yang disalurkan BPBD selama musim kemarau.
Kepala Bidang Kegawatdaruratan, Logistik, dan Peralatan BPBD Bantul Antoni Hutagaol mengatakan ketersediaan air bersih tersebut masih dalam kondisi aman. Selain stok milik BPBD, distribusi air ke wilayah terdampak juga mendapat dukungan dari berbagai pihak.
"Ini baru didistribusikan sebanyak 49 tangki selama musim kemarau tahun ini," kata Antoni Jumat (4/9/2026).
Bantuan Air Bersih Datang dari Berbagai Pihak
Menurut Antoni, kebutuhan air bersih warga selama musim kemarau turut terbantu oleh distribusi dari sejumlah lembaga dan pihak swasta. Bantuan tersebut antara lain berasal dari Palang Merah Indonesia (PMI), Taruna Siaga Bencana (Tagana), serta perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.
"Masih aman karena banyak bantuan dari teman-teman PMI, Tagana, kemudian dari CSR juga yang langsung didistribusikan ke lokasi terdampak," ujarnya.
Dengan adanya dukungan tersebut, stok yang masih dimiliki BPBD Bantul diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan hingga akhir tahun. Perkiraan itu mengacu pada prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebut musim kemarau berlangsung hingga Oktober nanti.
"Artinya sampai Desember itu kemungkinan untuk stok air bersih dari BPBD Bantul masih dalam taraf aman," katanya.
Belum Ajukan Anggaran BTT
Kondisi stok yang masih mencukupi membuat BPBD Bantul belum mengajukan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk penanganan kebutuhan air bersih.
Pengajuan anggaran tambahan baru akan dipertimbangkan apabila persediaan air bersih mulai menipis sementara kondisi kekeringan masih berlanjut.
Sementara itu, distribusi air bersih di Bantul telah dilakukan sejak 20 Juni 2026. Hingga saat ini, total sekitar 1,644 juta liter air bersih telah disalurkan menggunakan 318 tangki.
Distribusi tersebut melibatkan sejumlah instansi dan sumber bantuan dengan rincian:
"Dari BPBD 42 tangki, PMI 49 tangki, Tagana 13 tangki, BBWSO tiga tangki dan donasi sebanyak 211 tangki," ujarnya.
Air bersih yang disalurkan tersebut telah menjangkau sekitar tujuh kapanewon. Total penerima manfaat tercatat lebih dari 6.212 jiwa.
Status Siaga Darurat Kekeringan Masih Berlaku
Di tengah distribusi air bersih yang masih berjalan, BPBD Bantul juga masih memberlakukan status siaga darurat kekeringan. Status tersebut berlaku sejak 25 Juni hingga 25 September 2026.
Apabila kondisi kekeringan masih terjadi, status siaga darurat tersebut dapat diperpanjang.
"Nanti kalau habis, kalau memang situasinya masih kemarau, kami akan perpanjang lagi dengan status siaga darurat," kata Antoni.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pasar tradisional Bantul menghadapi penurunan aktivitas. Pemkab menggerakkan ASN berbelanja setiap Jumat untuk menghidupkan ekonomi pasar.
Kiandra Ramadhipa membidik gelar juara Moto3 Junior Valencia setelah mengoleksi 64 poin dan berada di posisi kelima klasemen.
Sebanyak 15.294 pelaku usaha di Kota Jogja telah memiliki sertifikat halal. Kewajiban halal berlaku mulai 17 Oktober 2026.
PSS Sleman siap membuktikan kekuatan di laga pembuka Super League saat menghadapi Bali United di Stadion I Wayan Dipta.
Stok air bersih BPBD Bantul masih aman hingga Desember. Sebanyak 351 tangki masih tersedia untuk warga terdampak kekeringan.
Pemkot Jogja merawat bangunan cagar budaya berdasarkan prioritas karena anggaran terbatas. Ada 239 bangunan yang telah ditetapkan.