Kekeringan Kulonprogo Belum Usai, 630.000 Liter Air Sudah Disalurkan

Khairul Ma\'arif
Khairul Ma\'arif Minggu, 30 Agustus 2026 17:17 WIB
Kekeringan Kulonprogo Belum Usai, 630.000 Liter Air Sudah Disalurkan

Penyaluran air bersih oleh IKAPTK Kulonprogo di Padukuhan Sakera Girimulyo belum lama ini dan akan berlanjut ke titik kekeringan lainnya. /Istimewa.

Harianjogja.com, KULONPROGO— Puncak musim kemarau membuat warga Padukuhan Sekaro, Kalurahan Giripurwo, Kapanewon Girimulyo, Kulonprogo, masih kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih. Kondisi tersebut mendorong Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) Kulonprogo turun tangan menyalurkan bantuan air bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo.

Padukuhan Sekaro RT 107/RW 41 menjadi salah satu titik kekeringan yang cukup parah. Bantuan air bersih disalurkan untuk meringankan beban masyarakat yang harus menghadapi keterbatasan air selama kemarau.

Salah satu pengurus IKAPTK Kulonprogo, Agus Hidayat, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian para alumni pendidikan tinggi kepramongprajaan terhadap warga yang terdampak kekeringan.

"Kegiatan ini murni dari kepedulian teman-teman alumni pendidikan tinggi kepramongprajaan untuk membantu warga Kulonprogo, khususnya di Padukuhan Sekaro, Kalurahan Giripurwo, yang memang kalau musim kemarau mengalami kekurangan air bersih, " terang Agus yang juga menjabat Kabag Umum Setda Kulonprogo ini, Minggu (30/8/2026).

Droping Air Berlanjut hingga Desember

Bantuan IKAPTK Kulonprogo tidak hanya diberikan untuk warga di Padukuhan Sekaro. Organisasi tersebut juga menyiapkan penyaluran air bersih ke sejumlah wilayah lain yang mengalami kekeringan.

Agus menyebut bantuan berikutnya akan menyasar wilayah Kapanewon Kokap dan Samigaluh. Penyaluran tersebut rencananya dilakukan secara berkala untuk membantu masyarakat selama musim kemarau.

"Rencananya kegiatan penyaluran ini akan kami lakukan secara berkala sekitar empat kali di beberapa titik rawan kekeringan lainnya sampai dengan bulan Desember," jelas Agus.

Di Padukuhan Sekaro, terdapat kurang lebih 130 Kepala Keluarga (KK) atau lebih dari 800 jiwa. Sebagian besar masyarakat setempat bekerja di bidang pertanian sehingga kebutuhan air menjadi tantangan tersendiri ketika kemarau mencapai puncaknya.

Warga Minta Bantuan Air Rutin

Kesulitan memperoleh air bersih dirasakan langsung oleh warga Sekaro. Tokoh masyarakat sekaligus Ulu-ulu Kalurahan Giripurwo, Sulistiyo, menyampaikan apresiasi atas bantuan air yang diberikan sekaligus berharap penyaluran dapat dilakukan secara rutin.

Menurut Sulistiyo, kondisi kekeringan di Sekaro saat ini sudah mencapai titik yang sangat menyulitkan warga untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

"Kami mewakili masyarakat mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan air ini. Wilayah Sekaro ini sedang di puncak-puncaknya kekeringan, warga sangat kesulitan mengambil air. Kami mohon kalau bisa, bantuan pengedropan air ini bisa rutin dikirimkan beberapa minggu sekali karena kemarau kali ini betul-betul di puncak kesulitan," ungkap Sulistiyo.

Permintaan tersebut menggambarkan kebutuhan warga terhadap pasokan air bersih selama kemarau yang belum berakhir. Bantuan dari berbagai pihak pun menjadi salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat di wilayah terdampak.

630.000 Liter Air Sudah Disalurkan

Kepala BPBD Kulonprogo, Setiawan Tri Widada, mengatakan penyaluran air bersih di wilayah yang mengalami kekeringan terus dilakukan. Hingga saat ini, total air yang telah didistribusikan mencapai 630 ribu liter.

Jumlah tersebut berasal dari 126 tangki air dengan total penerima bantuan mencapai 2.314 jiwa dari 819 KK. Kekeringan tersebar di lima kapanewon, yakni Girimulyo, Samigaluh, Kokap, Pengasih, dan Panjatan.

"Droping air sumbernya dari APBD Kulonprogo dan berbagai kelompok masyarakat yang membantu," jelasnya.

Penyaluran air bersih tersebut menjadi bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam menghadapi dampak kekeringan. Sementara itu, IKAPTK Kulonprogo berencana melanjutkan bantuan secara berkala hingga Desember ke sejumlah titik rawan kekeringan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online