45 ASN Sleman Naik Pangkat, Ini Pesan Bupati Harda Kiswaya
Bupati Sleman Harda Kiswaya menyerahkan SK kenaikan pangkat golongan IV kepada 45 ASN pada 24 Agustus 2026.
Foto ilustrasi droppingair ./Istimewa-BPBD.
Harianjogja.com, SLEMAN— Krisis air bersih mulai dirasakan sejumlah warga di Sleman selama musim kemarau 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman mencatat telah menyalurkan 47 tangki air bersih ke empat kapanewon untuk membantu masyarakat yang mengalami kekurangan air.
Jumlah tersebut merupakan akumulasi distribusi sejak April hingga Agustus 2026 sebanyak 44 tangki, ditambah tiga tangki yang disalurkan pada awal September 2026. Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Bambang Kuntoro, mengatakan tiga tangki tambahan tersebut membuat total bantuan yang telah didistribusikan mencapai 47 ritase.
"Hari ini tiga ritase, berarti 47 [tangki]," terang Bambang pada Selasa (1/9/2026).
Sebelum tambahan tiga ritase pada awal September, BPBD Sleman telah mendistribusikan 44 ritase air bersih ke empat Kapanewon. Bantuan tersebut diberikan kepada sejumlah wilayah yang mengalami kekurangan air akibat kondisi kemarau.
Kapanewon Turi menjadi wilayah dengan distribusi air bersih terbanyak. Dari total 44 ritase yang telah disalurkan sebelum September, sebanyak 31 ritase dikirim ke wilayah tersebut.
Salah satu lokasi yang mengalami kekurangan air adalah Kalurahan Girikerto, Turi. Sebanyak 175 kepala keluarga (KK) sempat terdampak kekurangan air sehingga BPBD mendistribusikan 165.000 liter air bersih ke wilayah tersebut.
Kapanewon Moyudan menjadi wilayah dengan distribusi terbanyak berikutnya. Di Kalurahan Sumbersari, BPBD menyalurkan lima ritase air bersih untuk membantu 90 KK yang membutuhkan pasokan air.
Sementara itu, Kalurahan Sumberarum, Moyudan, mendapat empat ritase air bersih. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi 120 KK yang sempat terdampak kekeringan.
Distribusi air juga dilakukan di wilayah Tempel dan Godean. Di Kalurahan Mardikorejo, Kapanewon Tempel, sebanyak dua ritase air dibagikan untuk 125 KK yang mengalami kekurangan air.
Adapun di Kapanewon Godean, dua ritase air bersih didistribusikan ke Kalurahan Sidorejo. Dengan demikian, empat kapanewon yang telah menerima distribusi air adalah Turi, Moyudan, Tempel, dan Godean.
Krisis air di sejumlah wilayah Sleman berlangsung ketika musim kemarau tahun ini juga dibayangi fenomena El Nino yang diprediksi lebih kuat.
Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian UGM, Prof. Bayu Dwi Apri Nugroho, sebelumnya menerangkan fenomena El Nino tahun ini diprediksi akan berlangsung lebih kuat. Fenomena El Nino Godzilla yang membayangi musim kemarau disebut dapat memicu suhu yang lebih panas dan hawa kering yang lebih terasa.
Secara teoretis, Bayu menjelaskan El Nino terbagi menjadi tiga kategori, yakni lemah, sedang, dan kuat. Berdasarkan posisinya, El Nino Godzilla berada di tingkatan lebih atas dari kategori kuat.
Dengan tingkatan yang berada di atas kategori kuat, fenomena tersebut memiliki dampak kekeringan dan suhu yang bisa lebih dari biasanya. Kondisi tersebut menjadi salah satu konteks yang perlu diperhatikan ketika kekurangan air mulai terjadi di sejumlah wilayah.
"Tahun ini adalah El Nino Godzilla yang merupakan El Nino di atas dari [kategori] kuat, sehingga bisa dibayangkan bagaimana dampak kekeringan dan panasnya," ungkapnya.
Bayu mengatakan dampak El Nino tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan air bagi masyarakat. Sektor pertanian juga berpotensi menghadapi konsekuensi akibat perubahan kondisi cuaca dan kekeringan.
Munculnya fenomena El Nino dapat mengubah kalender tanam dan berpotensi memicu gagal tanam serta gagal panen. Jika kondisi tersebut terjadi, produktivitas komoditas pertanian dapat merosot.
Penurunan produktivitas tersebut selanjutnya berpotensi berujung pada terganggunya jumlah stok bahan pangan. Karena itu, dampak El Nino tidak hanya berkaitan dengan suhu yang lebih panas dan kondisi yang lebih kering, tetapi juga dapat berpengaruh terhadap aktivitas pertanian dan ketersediaan pangan.
Sementara di Sleman, BPBD terus memberikan bantuan air bersih kepada wilayah yang mengalami kekurangan air. Hingga awal September 2026, jumlah distribusi yang tercatat telah mencapai 47 tangki atau ritase ke empat kapanewon.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Sleman Harda Kiswaya menyerahkan SK kenaikan pangkat golongan IV kepada 45 ASN pada 24 Agustus 2026.
Vandalisme 378 muncul di pagar kantor baru DPD PSI Solo. Yogo mengaku tak tahu maksud tulisan yang baru terlihat sore hari.
Pemerintah Kabupaten Klaten menggelar kegiatan serap aspirasi bertajuk Sambung Rasa di Desa Karangduren, Kecamatan Kebonarum, Selasa (1/9/2026)
Inflasi DIY Agustus 2026 mencapai 3,07% secara tahunan. Harga emas perhiasan dan daging ayam ras menjadi penyumbang utama.
Pemerintah membuka 25 prodi PPDS berbasis rumah sakit. Seleksi dimulai 3 September 2026 untuk memenuhi kebutuhan 65.000 dokter spesialis.
Gempa M4,3 mengguncang Cianjur, Selasa (1/9/2026). Getaran terasa hingga Bandung dan Sukabumi. BMKG menyebut gempa dipicu sesar aktif.