Pascagempa Flores, 12 Destinasi Wisata Labuan Bajo Kembali Dibuka
Wisata Labuan Bajo berangsur pulih pascagempa Flores. Sejumlah destinasi kembali menerima wisatawan dengan memperhatikan faktor keselamatan.
Penumpang kereta api di Stasiun Yogyakarta di wilayah Daop 6 Yogyakarta. (ANTARA/HO-Humas Daop 6 Yogyakarta)\r\n\r\n\r\n\r\n
Harianjogja.com, JOGJA— Stasiun Yogyakarta terus dipersiapkan sebagai simpul transportasi yang terintegrasi untuk mendukung mobilitas masyarakat dan wisatawan. Penguatan konektivitas antarmoda dilakukan seiring tingginya volume penumpang kereta api di wilayah Daop 6 Yogyakarta sepanjang semester I 2026.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 6 Yogyakarta mulai merancang pembangunan area hubungan intermoda di sisi selatan Stasiun Yogyakarta. Area tersebut nantinya menjadi titik naik dan turun penumpang sekaligus menghubungkan layanan kereta api dengan berbagai moda transportasi lanjutan.
Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih mengatakan Stasiun Yogyakarta memiliki posisi strategis karena melayani berbagai layanan kereta api. Moda tersebut meliputi kereta api jarak jauh (KAJJ), KRL Commuter Line Yogyakarta-Palur, Commuter Line Prameks, hingga KA Bandara YIA.
“Pertumbuhan volume penumpang di tiap moda transportasi di Stasiun Yogyakarta ini menjadi sinyal positif bahwa masyarakat semakin mengandalkan kereta api. Konektivitas di Stasiun Yogyakarta menjawab kebutuhan masyarakat akan integrasi antarmoda dari titik utama Kota Yogyakarta menuju berbagai wilayah strategis,” kata Feni di Yogyakarta, Senin.
Penumpang Kereta Api Daop 6 Capai 13,4 Juta
Tingginya aktivitas di Stasiun Yogyakarta tidak terlepas dari pertumbuhan penggunaan layanan kereta api di wilayah Daop 6. Sepanjang semester I 2026, jumlah pelanggan yang menggunakan berbagai layanan kereta api di wilayah tersebut mencapai 13,4 juta penumpang.
Dari jumlah itu, sebanyak 6,9 juta penumpang menggunakan layanan KAJJ. Kemudian 5,2 juta penumpang menggunakan Commuter Line, sedangkan pengguna KA Bandara YIA tercatat sebanyak 1,3 juta penumpang.
Jika dilihat berdasarkan rata-rata volume harian, layanan KAJJ mencatat sekitar 38.122 penumpang per hari. Sementara rata-rata pengguna KRL mencapai 26.332 penumpang per hari dan KA Bandara YIA sekitar 7.420 penumpang per hari.
Data tersebut menunjukkan kereta api memiliki peran penting dalam menunjang mobilitas masyarakat, baik untuk perjalanan antarkota, aktivitas sehari-hari, maupun akses menuju Bandara Internasional Yogyakarta (YIA).
Pertumbuhan jumlah pengguna tersebut sekaligus mendorong kebutuhan terhadap fasilitas yang mampu memperlancar perpindahan penumpang dari satu moda ke moda lainnya.
Hub Antarmoda Disiapkan di Sisi Selatan Stasiun
Untuk mengantisipasi peningkatan mobilitas penumpang, KAI Daop 6 Yogyakarta mulai merancang pembangunan area hubungan intermoda di sisi selatan Stasiun Yogyakarta.
Fasilitas tersebut dirancang bukan hanya untuk menghubungkan berbagai layanan kereta api yang tersedia di Stasiun Yogyakarta. Kawasan tersebut juga akan dikembangkan sebagai titik peralihan menuju moda transportasi lanjutan.
Beberapa moda yang akan dihubungkan antara lain Trans Jogja, taksi daring, ojek daring, hingga becak listrik pada titik-titik tertentu.
Konsep tersebut diharapkan membuat perjalanan penumpang menjadi lebih sederhana karena perpindahan moda dapat dilakukan dengan lebih mudah. Penumpang tidak perlu menghadapi kesulitan saat mencari kendaraan lanjutan setelah tiba di stasiun.
Feni mengatakan integrasi tersebut diarahkan untuk menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih mulus atau seamless.
“Kami ingin penumpang tidak hanya mendapatkan layanan perjalanan kereta api yang baik, tetapi juga kemudahan ketika tiba di stasiun maupun saat akan memulai perjalanan (seamless),” ujarnya.
Konsep integrasi antarmoda menjadi semakin penting karena Stasiun Yogyakarta merupakan salah satu titik transportasi utama di pusat Kota Jogja. Selain melayani perjalanan masyarakat lokal, stasiun juga menjadi pintu masuk bagi wisatawan yang datang untuk menikmati berbagai destinasi di Jogja dan daerah sekitarnya.
Integrasi Transportasi Dorong Ekonomi Lokal
Pengembangan integrasi antarmoda di kawasan stasiun juga dinilai tidak hanya memberikan manfaat dari sisi transportasi. Kemudahan mobilitas dapat memberikan efek lanjutan terhadap aktivitas ekonomi di sekitar kawasan.
Menurut Feni, akses transportasi yang semakin mudah berpotensi mendorong pertumbuhan berbagai sektor usaha lokal. Beberapa sektor yang dapat merasakan dampaknya antara lain kuliner, perdagangan, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga jasa pariwisata.
Kawasan sekitar stasiun yang semakin mudah dijangkau dapat meningkatkan pergerakan orang. Kondisi tersebut pada akhirnya membuka peluang lebih besar bagi pelaku usaha untuk mendapatkan konsumen.
“Integrasi antarmoda tidak hanya memberikan kemudahan bagi penumpang, tetapi juga berpengaruh besar terhadap perekonomian masyarakat. Semakin mudah mobilitas, semakin besar pula peluang bagi aktivitas ekonomi di sekitar kawasan stasiun untuk tumbuh,” kata Feni.
Dengan demikian, pembangunan hubungan intermoda di Stasiun Yogyakarta tidak hanya diproyeksikan sebagai pengembangan fasilitas transportasi. Infrastruktur tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem mobilitas yang terhubung dengan kegiatan ekonomi dan pariwisata.
Tingginya jumlah penumpang sepanjang semester I 2026 menjadi salah satu indikator kuatnya peran transportasi berbasis rel dalam mendukung aktivitas masyarakat di Jogja.
Melalui integrasi antara KAJJ, KRL, Commuter Line Prameks, KA Bandara YIA, serta transportasi lanjutan, Stasiun Yogyakarta diharapkan mampu memberikan pengalaman perjalanan yang lebih praktis, nyaman, dan efisien.
Penguatan konektivitas tersebut juga diharapkan mendukung mobilitas wisatawan sekaligus memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitar kawasan stasiun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Wisata Labuan Bajo berangsur pulih pascagempa Flores. Sejumlah destinasi kembali menerima wisatawan dengan memperhatikan faktor keselamatan.
Trans Jogja disiapkan terintegrasi dengan Grab untuk mengatasi akses halte dan memperkuat konektivitas first mile-last mile.
Korban bencana di Nepal utara mencapai 951 orang. Sekitar 590 warga negara asing dari 39 negara masih dinyatakan hilang.
Restitusi PPN yang belum cair dikhawatirkan mengganggu cash flow industri hingga memicu PHK dan pailit.
Wisata dan pembangunan di hulu Gajah Wong Sleman dinilai perlu memperhatikan daya dukung lingkungan untuk menjaga air dan ekosistem.
Guru PPPK mendapat kesempatan ikut seleksi CPNS 2027. Pemerintah menegaskan prosesnya melalui seleksi, bukan pengangkatan otomatis.