UGM Kenalkan Smart Compost Vessel untuk Olah Sampah Organik di Sleman
UGM kembangkan Smart Compost Vessel di Sleman, ubah sampah organik jadi pupuk cair untuk ketahanan pangan keluarga.
Prambanan \"Catwalk Nusantara\"/ Ist
Harianjogja.com, JOGJA—Rencana bantuan Pemerintah India untuk konservasi Candi Prambanan disambut positif oleh Pemerintah Daerah (Pemda) DIY. Kolaborasi ini dinilai menjadi momentum penting untuk menjaga kelestarian situs warisan dunia sekaligus memperkuat daya saing pariwisata Jogja di kancah global.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) DIY, Imam Pratanadi, menegaskan bahwa dukungan dari Pemerintah India bukan sekadar bantuan teknis, melainkan bentuk kepercayaan internasional terhadap komitmen Indonesia dalam merawat warisan budaya dunia.
Menurutnya, India dikenal memiliki rekam jejak panjang dalam konservasi cagar budaya, sehingga pengalaman tersebut dinilai sangat relevan untuk mendukung upaya pelestarian Prambanan. Meski demikian, ia menekankan bahwa setiap proses pemugaran tetap harus mengikuti kaidah konservasi yang ketat, merujuk pada standar nasional serta pedoman dari UNESCO.
“Pelestarian Prambanan bukan hanya menjaga fisik bangunan, tetapi juga nilai sejarah, budaya, dan makna yang terkandung di dalamnya,” ujar Imam, Selasa (7/7/2026).
Dalam jangka pendek, proses konservasi berpotensi memengaruhi kenyamanan kunjungan wisata. Sejumlah area kemungkinan akan mengalami pembatasan akses demi menjaga keamanan dan kelancaran proses pemugaran. Namun, Dispar DIY memastikan langkah mitigasi telah disiapkan agar pengalaman wisata tetap optimal.
Strategi yang disiapkan antara lain pengaturan alur kunjungan, penyediaan informasi yang transparan, hingga peningkatan kualitas layanan wisata. Selain itu, promosi destinasi alternatif juga akan digencarkan untuk menjaga pergerakan wisatawan tetap stabil.
Beberapa destinasi yang disiapkan sebagai penyangga kunjungan antara lain Ratu Boko, Candi Plaosan, serta desa-desa wisata di sekitar kawasan Prambanan.
Imam optimistis, dalam jangka panjang, konservasi justru akan memberikan dampak positif yang signifikan. Prambanan akan semakin kuat posisinya sebagai destinasi heritage kelas dunia yang terawat, sehingga mampu menarik lebih banyak wisatawan, khususnya mancanegara.
Lebih jauh, kerja sama ini juga membuka peluang transfer pengetahuan, riset bersama, hingga promosi lintas negara. Hal ini dinilai tidak hanya berdampak pada sektor pariwisata, tetapi juga peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang konservasi serta penguatan ekonomi masyarakat sekitar.
“Cagar budaya yang terawat akan memberikan manfaat jangka panjang, baik secara sosial, edukatif, maupun ekonomi,” katanya.
Hingga saat ini, Dispar DIY mengaku belum menerima jadwal pasti terkait pelaksanaan fisik proyek konservasi tersebut. Meski begitu, koordinasi dengan berbagai pihak terus dilakukan agar implementasi di lapangan berjalan optimal tanpa mengganggu kenyamanan wisatawan secara signifikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
UGM kembangkan Smart Compost Vessel di Sleman, ubah sampah organik jadi pupuk cair untuk ketahanan pangan keluarga.
Konsumsi serat ternyata membantu meningkatkan kualitas tidur lewat kesehatan usus dan hormon melatonin.
IHSG melemah ke 5.984 dipicu sentimen global, geopolitik, dan sikap hati-hati investor jelang keputusan The Fed.
OBT2 Ragnarok Zero: Global resmi dibuka. Cek fitur baru seperti Get Poring, RO Factory, MVP Raid, dan cara ikut beta test sekarang.
Lionel Messi memimpin top skor Piala Dunia 2026 dengan 8 gol, mengungguli Mbappe dan Haaland.
Meta meluncurkan Muse Image, AI pembuat gambar dari teks yang bisa pakai foto Instagram publik. Simak fitur dan isu privasinya.