DIY Jajaki Kerja Sama dengan Spanyol, Ekraf hingga Pariwisata Dibidik
Pemda DIY menjajaki kerja sama dengan Spanyol di bidang ekraf, pariwisata, film, budaya, dan olahraga, termasuk promosi wisata Jogja.
Gubernur DIY, Sri Sultan HB X,saat ditemui wartawan di Kepatihan, Jumat (17/10/2025)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN akan menggelar puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2026 di Yogyakarta pada 29 Juni 2026. Kegiatan tersebut rencananya dipusatkan di Benteng Vredeburg dengan mengusung tema “Ayah Wajib Hadir” sebagai penguatan peran keluarga dalam pembangunan karakter anak.
Momentum ini menjadi salah satu agenda nasional yang menyoroti pentingnya keterlibatan ayah dalam kehidupan keluarga, sekaligus mendorong penguatan komunikasi antarangota keluarga di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Rencana pelaksanaan tersebut disampaikan dalam pertemuan antara Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI, Wihaji, dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Yogyakarta.
Dalam pertemuan itu, Sri Sultan menekankan pentingnya membangun komunikasi keluarga yang tidak hanya bertumpu pada logika, tetapi juga pada kesadaran emosional atau “hati”.
Menurut Sultan, “hati” dimaknai sebagai kesadaran batin yang membuat setiap anggota keluarga tetap terhubung secara emosional dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menyoroti bahwa di era keterbukaan informasi dan kemajuan teknologi saat ini, kebersamaan keluarga justru berpotensi tergerus jika tidak diimbangi dengan kesadaran untuk saling berkomunikasi.
"Dengan mengandalkan hati, selain logika, sudah seharusnya tidak ada peristiwa makan bersama keluarga yang diisi dengan saling diam karena setiap anggota keluarga sibuk dengan gawainya masing-masing," ujarnya.
Sementara itu, Menteri Wihaji menyampaikan bahwa kunjungannya ke Yogyakarta sekaligus untuk meminta izin serta mendapatkan masukan terkait pelaksanaan puncak Harganas 2026.
Menurutnya, tema “Ayah Wajib Hadir” diangkat sebagai pengingat pentingnya peran figur ayah dalam tumbuh kembang anak, baik secara emosional maupun psikologis.
Ia menyebutkan bahwa sekitar 25% anak di Indonesia tumbuh tanpa kehadiran sosok ayah dalam keseharian mereka, yang dinilai dapat berdampak pada perkembangan karakter anak.
"Kami ingin mengingatkan kembali, pentingnya sosok ayah karena juga berpengaruh terhadap perilaku anak. Kalau sosok ayah tidak hadir, sifat petarung anak secara psikologis akan kurang," ujarnya.
Menanggapi kondisi anak yang tidak memiliki ayah biologis, Wihaji menegaskan bahwa kehadiran sosok ayah tetap dapat digantikan oleh figur lain yang berperan sebagai pendamping dan pembimbing dalam kehidupan anak.
Ia menambahkan, pelaksanaan Harganas 2026 di Yogyakarta diharapkan dapat menjadi contoh penguatan ketahanan keluarga di tingkat nasional.
Menurutnya, keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat yang memiliki peran fundamental dalam membentuk kualitas bangsa.
"Keluarga adalah unit masyarakat paling kecil di negara kita ini. Karena itu, kalau mau memperbaiki negara ini bersama-sama, bisa dimulai dari yang perbaikan-perbaikan paling dasar, yaitu keluarga," lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY menjajaki kerja sama dengan Spanyol di bidang ekraf, pariwisata, film, budaya, dan olahraga, termasuk promosi wisata Jogja.
Pemkab Gunungkidul membahas rencana Ibarbo Park 2 di Kelok 23. Investor diminta memperhatikan perizinan, budaya lokal, dan kontribusi sosial.
Persita Tangerang unggul 1-0 atas PSM Makassar pada babak pertama BRI Super League 2026/2027. Gol Aleksa Andrejic tercipta pada menit ke-17.
Veda Ega Pratama finis ke-16 pada FP2 Moto3 Austria di lintasan basah. Brian Uriarte menjadi pebalap tercepat dengan waktu 1 menit 47,740 detik.
Alex Marquez mengungkap rem depan Ducati sempat terkunci saat kecelakaan di Practice MotoGP Austria. Ia tak cedera dan berhasil lolos ke Q2.
Anak lebih rentan tertular influenza tipe A dan B. Simak penjelasan IDAI tentang kelompok berisiko, gejala, dan upaya pencegahannya.