Belanja Wisatawan Mancanegara Naik, Lama Tinggal di DIY Ikut Bertambah
Lama tinggal wisman di DIY pada triwulan III 2026 hampir 3 hari. Belanja wisman di Indonesia juga naik 6,96% secara kuartalan.
Gubernur DIY, Sri Sultan HB X,saat ditemui wartawan di Kepatihan, Jumat (17/10/2025)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN akan menggelar puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2026 di Yogyakarta pada 29 Juni 2026. Kegiatan tersebut rencananya dipusatkan di Benteng Vredeburg dengan mengusung tema “Ayah Wajib Hadir” sebagai penguatan peran keluarga dalam pembangunan karakter anak.
Momentum ini menjadi salah satu agenda nasional yang menyoroti pentingnya keterlibatan ayah dalam kehidupan keluarga, sekaligus mendorong penguatan komunikasi antarangota keluarga di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Rencana pelaksanaan tersebut disampaikan dalam pertemuan antara Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI, Wihaji, dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Yogyakarta.
Dalam pertemuan itu, Sri Sultan menekankan pentingnya membangun komunikasi keluarga yang tidak hanya bertumpu pada logika, tetapi juga pada kesadaran emosional atau “hati”.
Menurut Sultan, “hati” dimaknai sebagai kesadaran batin yang membuat setiap anggota keluarga tetap terhubung secara emosional dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menyoroti bahwa di era keterbukaan informasi dan kemajuan teknologi saat ini, kebersamaan keluarga justru berpotensi tergerus jika tidak diimbangi dengan kesadaran untuk saling berkomunikasi.
"Dengan mengandalkan hati, selain logika, sudah seharusnya tidak ada peristiwa makan bersama keluarga yang diisi dengan saling diam karena setiap anggota keluarga sibuk dengan gawainya masing-masing," ujarnya.
Sementara itu, Menteri Wihaji menyampaikan bahwa kunjungannya ke Yogyakarta sekaligus untuk meminta izin serta mendapatkan masukan terkait pelaksanaan puncak Harganas 2026.
Menurutnya, tema “Ayah Wajib Hadir” diangkat sebagai pengingat pentingnya peran figur ayah dalam tumbuh kembang anak, baik secara emosional maupun psikologis.
Ia menyebutkan bahwa sekitar 25% anak di Indonesia tumbuh tanpa kehadiran sosok ayah dalam keseharian mereka, yang dinilai dapat berdampak pada perkembangan karakter anak.
"Kami ingin mengingatkan kembali, pentingnya sosok ayah karena juga berpengaruh terhadap perilaku anak. Kalau sosok ayah tidak hadir, sifat petarung anak secara psikologis akan kurang," ujarnya.
Menanggapi kondisi anak yang tidak memiliki ayah biologis, Wihaji menegaskan bahwa kehadiran sosok ayah tetap dapat digantikan oleh figur lain yang berperan sebagai pendamping dan pembimbing dalam kehidupan anak.
Ia menambahkan, pelaksanaan Harganas 2026 di Yogyakarta diharapkan dapat menjadi contoh penguatan ketahanan keluarga di tingkat nasional.
Menurutnya, keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat yang memiliki peran fundamental dalam membentuk kualitas bangsa.
"Keluarga adalah unit masyarakat paling kecil di negara kita ini. Karena itu, kalau mau memperbaiki negara ini bersama-sama, bisa dimulai dari yang perbaikan-perbaikan paling dasar, yaitu keluarga," lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lama tinggal wisman di DIY pada triwulan III 2026 hampir 3 hari. Belanja wisman di Indonesia juga naik 6,96% secara kuartalan.
Prakiraan cuaca DIY Jumat 6 November 2026 didominasi berawan. Sleman berpotensi hujan ringan, simak suhu dan kelembapannya.
DPRD Kota Jogja mematangkan Raperda P4GN dengan pendekatan edukasi yang menyasar generasi muda dan mencegah penyalahgunaan pil sapi.
Cek jadwal Angkutan KSPN dari Malioboro ke Obelix Sea View dan Pantai Drini, lengkap dengan tarif serta jadwal perjalanan pulang.
Jadwal SIM Keliling Sleman November 2026 tersedia di MPP, SCH, dan SIMMADE. Simak tanggal, lokasi, jam pelayanan, serta syarat perpanjangan SIM.
Dinkes Sleman mencatat 112 kasus leptospirosis dengan dua kematian terkonfirmasi. Warga diminta waspada terhadap penularan dan gejalanya.