Paku Alam X Buka Poprida DIY 2026, ASN Diminta Jaga Sportivitas
Poprida DIY 2026 digelar 14–23 September dengan 544 atlet. Paku Alam X menekankan disiplin, sportivitas, persaudaraan, dan kehormatan.
Sebanyak 100 difabel sedang membatik di Pendopo Wiyotoprojo Kompleks Kepatihan, Rabu (16/9/2026). Anisatul Umah-Harian Jogja.
Harianjogja.com, JOGJA—Sebanyak 100 penyandang disabilitas dari lima kabupaten/kota di DIY mengikuti kegiatan membatik di Pendopo Wiyotoprojo Kompleks Kepatihan, Rabu (16/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program pemberdayaan yang mempertemukan Komunitas Difabel Zone, Mandiri Utama Finance, dan Pemerintah Daerah (Pemda) DIY.
Dengan penuh ketelitian, para peserta mulai menggambar beragam motif batik. Setelah motif selesai, malam dipanaskan dan canting digunakan untuk menorehkan malam mengikuti pola yang telah dibuat.
Setiap tetes malam yang ditorehkan membutuhkan kesabaran dan fokus. Bagi para pembatik difabel, proses tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun keterampilan, rasa percaya diri, dan kemandirian.
Pendampingan Berlanjut Sebulan
Founder Difabel Zone Lidwina Wuri mengatakan kegiatan tersebut mendapat dukungan Corporate Social Responsibility (CSR) dari Mandiri Utama Finance. Peserta dipilih melalui jejaring komunitas penyandang disabilitas di masing-masing kabupaten.
Setiap kabupaten mendapat kuota 20 peserta. Mereka merupakan penyandang disabilitas yang memiliki minat belajar membatik serta ingin memanfaatkan keterampilan tersebut agar lebih produktif dan mandiri.
"Jadi ini berupa program yang nantinya akan berjalan satu bulan, akan ada pendampingan dari Difabel Zone. Kita juga akan datang ke rumah mereka untuk bersilaturahmi dan memantau sejauh mana mereka menjalankan program ini," ujarnya ditemui di sela-sela acara membatik.
Penutupan kegiatan dijadwalkan pada 3 Desember, bertepatan dengan peringatan Hari Disabilitas Internasional. Pada momentum tersebut juga akan dideklarasikan gerakan bersama para pembatik difabel di Jogja.
Wuri mengatakan jumlah pembatik difabel di Jogja saat ini sudah cukup banyak. Karena itu, mereka perlu diintegrasikan dan disinergikan agar dapat berkembang bersama.
Puncak kegiatan nantinya diisi dengan pameran dan fashion show yang melibatkan sejumlah desainer lokal Jogja.
Batik Difabel Mulai Tembus Pasar Internasional
Wuri mengatakan produk batik Difabel Zone telah diekspor ke sejumlah negara di Eropa, Australia, dan Jepang.
"Kalau dari Difabel Zone 10 tahun kami berada di komunitas ini, alhamdulillah respon pasar baik nasional dan internasional sudah mulai membaik pasca Covid," jelasnya.
Harga batik tulis yang dijual di pasaran berada pada kisaran Rp500.000 hingga Rp5 juta. Harga tersebut bergantung pada lama proses pengerjaan, sedangkan totebag untuk souvenir dibanderol mulai Rp50.000 hingga Rp250.000.
Motif yang dibuat para pembatik juga beragam. Wuri mengatakan pihaknya sempat bekerja sama dengan sejumlah penggiat difabel untuk merumuskan ciri khas batik difabel Jogja.
Ke depan, pihaknya akan meminta arahan dari Gusti Putri yang dinilai lebih memahami bidang batik.
"Beberapa sudah [batik khas difabel], ada batik umpluk kemarin sudah launching di Jogja Fashion Week. Yang dari Difabel Zone ada Batik Janur, itu juga sudah kita patenkan, kita sudah punya HAKI. Nah, nanti mungkin akan mengerucut di AB Batik yang kita rilis hari ini yaitu Ability Batik," lanjutnya.
Peserta Berharap Ada Akses Pasar
Salah satu peserta dari Sleman, Endang Sundayani, mengatakan kegiatan tersebut menjadi pengalaman baru baginya karena baru pertama kali mengikuti pelatihan membatik.
Perempuan berusia 49 tahun yang menggunakan kursi roda tersebut sehari-hari menghabiskan waktunya dengan merajut dan menyanyi. Karya rajutannya telah dijual dalam sejumlah pameran, termasuk pameran Pemda hingga Festival Kesenian Yogyakarta (FKY).
"Ini pertama kali baru belajar. Jadi saya juga udah bilang nanti sama gurunya, saya nggak tahu ya mampu apa nggak. Yang penting saya mencoba dulu," ujar Endang.
Dia berharap kegiatan membatik tidak berhenti pada pelatihan. Menurutnya, peserta yang sudah mampu membatik perlu terus mengembangkan keterampilan sekaligus memperoleh akses pasar untuk menjual hasil karya.
"Jadi kita cari peluangnya, nggak cuma pelatihan aja, tapi ada kesinambungan buat nantinya," paparnya.
Peserta sekaligus mentor dari Difabel Zone, Suhartono, 45, mengatakan masih banyak penyandang disabilitas yang menghadapi kesulitan memperoleh pekerjaan karena kondisi mereka.
Difabel Zone berupaya memberdayakan mereka agar tetap dapat bekerja melalui pekerjaan yang memiliki risiko rendah. Membatik menjadi salah satu pilihan karena dapat dilakukan oleh penyandang disabilitas dengan berbagai kondisi.
Menurut Suhartono, penghasilan dari membatik dapat disesuaikan dengan kemampuan masing-masing pembatik.
"Mereka bisa bekerja, bisa menghasilkan mungkin uang untuk pribadi dan juga keluarga mereka juga," ucapnya.
Penjualan batik dilakukan secara online dan offline di sekitar 15 toko, termasuk di Bandara YIA. Suhartono mengatakan tantangan dalam membatik juga kembali pada kemauan masing-masing individu.
Menurut dia, kemandirian menjadi salah satu kunci karena ketika penyandang disabilitas sudah mandiri, mereka akan lebih leluasa menentukan apa yang ingin dilakukan dan memenuhi kebutuhan sendiri.
Proses tersebut membutuhkan kesabaran. Karena itu, peserta yang bergabung selalu ditekankan agar memiliki niat untuk bekerja, sabar dalam belajar, dan berkomitmen meningkatkan kemandirian.
"Karena kan tujuan kami kan mereka bisa membatik, mereka bisa pulang ke masyarakat, bisa membuka lapangan pekerjaan, bisa bekerja dari rumah juga."
Jogja Didorong Jadi Sentra Batik Difabel
Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X mengatakan proses membatik mengajarkan bahwa keindahan tidak lahir dalam ketergesa-gesaan. Setiap titik dan garis membutuhkan ketekunan, penelitian, ketelitian, sekaligus keberanian untuk membentuk pola.
Menurutnya, kegiatan membatik bersama 100 difabel menjadi ikhtiar membuka ruang dan memperluas kesempatan agar setiap manusia dapat tumbuh serta menghasilkan karya bernilai.
Tantangan saat ini, kata Wagub, adalah memastikan kekayaan budaya juga menjadi ruang partisipasi yang setara. Inklusivitas perlu memberikan kesempatan untuk berkarya, berkembang, dan memperoleh penghargaan yang layak atas karya tersebut.
"Dari sinilah cita-cita menjadikan Yogyakarta sebagai salah satu sentra batik difabel Indonesia memperoleh maknanya, sebuah ekosistem tempat kebudayaan, kreativitas, pemberdayaan sosial, dan kemandirian ekonomi saling menguatkan," ujarnya.
Dia berharap dapat tumbuh identitas batik difabel Yogyakarta yang menjadi identitas karya. Produk kreatif tersebut diharapkan memiliki karakter, kualitas, nilai budaya, sekaligus dampak sosial.
"Semoga dari 100 pembatik yang berkarya ini tumbuh lebih banyak ruang bagi talenta-talenta baru. Sebab Yogyakarta yang istimewa adalah Yogyakarta yang memberikan kesempatan kepada setiap warganya untuk turut mencipta, berkarya, dan hidup mandiri dalam martabat."
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) DIY Suyarno mengatakan kegiatan membatik bersama 100 difabel merupakan wujud kolaborasi antara dunia usaha, komunitas penyandang disabilitas, dan Pemda DIY.
Selain memperoleh kesempatan mengikuti pelatihan membatik, para peserta juga akan mendapatkan bantuan peralatan membatik dan pembinaan selama satu bulan dari Mandiri Utama Finance.
Hasil karya para pembatik difabel tersebut kemudian direncanakan dipromosikan di Bandara YIA, Kulonprogo, bertepatan dengan peringatan Hari Disabilitas Internasional 2026.
"Karena bagi kami, pemberdayaan penyandang disabilitas bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi membuka akses dan kesempatan agar mereka dapat berkarya dan berdaya secara berkelanjutan," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Poprida DIY 2026 digelar 14–23 September dengan 544 atlet. Paku Alam X menekankan disiplin, sportivitas, persaudaraan, dan kehormatan.
AS mengusulkan Ban Artificial Superintelligence Act yang melarang pengembangan AI superinteligensi dan mengancam pelanggar dengan penjara hingga 20 tahun.
Timnas Voli Putri Indonesia menghadapi Nepal di Asian Games 2026, Kamis 17 September. Simak jadwal dan siaran langsung TVRI pukul 17.20 WIB.
Prakiraan Cuaca Jogja Kamis 17 September 2026, Suhu Capai 33 Derajat
Atletico Madrid menghajar Osasuna 4-0 dalam lanjutan Liga Spanyol. Jonathan David, Lee Kang-in, Le Normand, dan Alex Baena mencetak gol.
100 difabel dari lima kabupaten/kota di DIY belajar membatik dengan pendampingan sebulan untuk membuka peluang berkarya dan mandiri.