Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Ilustrasi kesehatan telinga. Freepik
Harianjogja.com, JOGJA— DIY kembali menegaskan diri sebagai daerah inklusif dengan rencana pemecahan rekor MURI yang melibatkan 1.000 difabel tuli. Kegiatan ini diinisiasi Komisi Nasional Disabilitas (KND) sebagai upaya memperkuat gaung isu disabilitas di Yogyakarta.
Selain pemecahan rekor MURI, KND juga menyiapkan seminar kebangsaan bertema disabilitas sebagai bagian dari keberagaman Indonesia, yang akan menjadi rangkaian utama kegiatan tersebut.
Komisioner KND, Fatimah Asri Mutmainnah, menjelaskan seminar kebangsaan bertema disabilitas bagian dari keberagaman Indonesia, dengan puncak acaranya pemecahan rekor MURI pembacaan teks proklamasi menggunakan Bahasa isyarat.
“Kegiatan ini diadakan dalam rangka ketugasan KND, yakni melakukan pemantauan dan advokasi dalam pelaksanaan penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas,” ujarnya usai menemui Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X, di Kepatihan, Senin (27/4/2026).
DIY dipilih sebagai lokasi kegiatan karena dinilai memiliki peran strategis sebagai pusat peradaban dan ruang tumbuhnya berbagai gerakan sosial, termasuk isu disabilitas.
“KND menganggap Jogja sebagai pusat peradaban, di mana suara-suara gerakan sangat kuat ketika disuarakan dari Jogja,” paparnya.
Rangkaian kegiatan dijadwalkan berlangsung dalam dua momentum penting. Seminar kebangsaan akan digelar pada 1 Juni 2026 bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila, sedangkan pemecahan rekor MURI direncanakan menjelang 17 Agustus 2026 sebagai refleksi kemerdekaan.
Rekor yang ditargetkan adalah pembacaan teks Pancasila atau Proklamasi secara serentak menggunakan bahasa isyarat oleh 1.000 anak difabel tuli, yang disebut akan menjadi kegiatan monumental karena belum pernah dilakukan sebelumnya.
“Intinya, tujuan dua kegiatan adalah bagaimana disabilitas ini perlu disuarakan sebagai bagian dari keragaman, jadi bagian dari Bhinneka Tunggal Ika. Sekarang itu sudah bukan lagi kita bicara hanya lintas agama atau budaya, tapi juga lintas cara,” imbuhnya.
Dukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari Pemerintah Daerah DIY. Sri Sultan HB X disebut menyambut positif rencana tersebut sebagai bagian dari penguatan prinsip inklusivitas di Yogyakarta.
“Sudah banyak praktik-praktik baik terkait pemenuhan hak penyandang disabilitas di Jogja, baik Kota Yogyakarta maupun di kabupaten lainnya. Maka tak heran jika beliau [Sri Sultan] sangat mendukung kegiatan kami,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Road trip makin populer di 2026. Simak 5 tips persiapan sebelum perjalanan jarak jauh
Prabowo menyebut negara menanggung penuh iuran JKN bagi 96,8 juta warga tidak mampu dan membangun 66 RSUD di berbagai daerah.
Kemendagri membuka Program Masadagri Batch III 2026 dengan 65 posisi magang di 12 unit kerja. Pendaftaran dibuka 15-19 Agustus 2026 untuk mahasiswa D4 dan S1.
Festival seni rupa ARTJOG kembali digelar di Jogja National Museum (JNM), Yogyakarta. Berlangsung sejak 19 Juni hingga 30 Agustus 2026
Desain iPhone 17 Pro kini menginspirasi HP Android. Huawei Nova 16 SE, Itel Power 80, HMD Asha 305, dan Oppo A7 Pro Max hadir dengan harga mulai Rp1 jutaan.