7 Siswa Sleman Resmi Masuk Sekolah Rakyat MA 20, Tunggu Pindah Asrama

Andreas Yuda Pramono
Andreas Yuda Pramono Selasa, 07 Juli 2026 05:17 WIB
7 Siswa Sleman Resmi Masuk Sekolah Rakyat MA 20, Tunggu Pindah Asrama

Foto ilustrasi sekolah rakyat, dibuat menggunakan AI ChatGPT.

Harianjogja.com, SLEMAN— Sebanyak tujuh siswa asal Kabupaten Sleman resmi ditetapkan sebagai peserta didik baru Sekolah Rakyat (SR) MA 20 untuk tahun ajaran 2026/2027. Penetapan dilakukan melalui Surat Keputusan (SK) Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), sementara para siswa untuk sementara ditempatkan di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Kulonprogo sebelum menempati asrama di Sleman.

Sekretaris Dinas Sosial Sleman, Sigit Indarto, menjelaskan bahwa penetapan peserta didik baru Sekolah Rakyat memang menjadi kewenangan Gubernur DIY melalui penerbitan SK.

“Penetapan siswa-siswi yang masuk Sekolah Rakyat menggunakan Surat Keputusan (SK) Gubernur DIY. Siswa asal Sleman yang gabung ada tujuh orang,” kata Sigit dihubungi, Senin (6/7/2026).

Siswa Baru Akan Pindah Menjelang MPLS

Kepala Sekolah Rakyat MA 20, Reti Sudarsih, mengatakan ketujuh siswa asal Sleman tersebut belum menghuni asrama SR MA 20. Seluruh peserta didik baru saat ini masih berada di asrama Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Kulonprogo.

Menurut Reti, perpindahan ke asrama SR MA 20 akan dilakukan menjelang pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

“Kalau siswa Kelas X atau siswa baru masuk di asrama sekolah rakyat Kulonprogo. Siswa baru akan pindah ke asrama SR MA 20 menjelang program Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah [MPLS],” kata Reti.

Ia menambahkan, jadwal pasti perpindahan masih menunggu hasil koordinasi dengan pihak SRT Kulonprogo. Di sisi lain, proses pembelajaran di SR MA 20 selama ini disebut berjalan lancar tanpa kendala yang berarti.

Hari Pertama MPLS Diawali Tes Kesehatan dan Kebugaran

Berdasarkan pelaksanaan sebelumnya, kegiatan MPLS di Sekolah Rakyat MA 20 diawali dengan pemeriksaan kesehatan dan tes kebugaran bagi peserta didik baru sebagai bagian dari persiapan mengikuti pendidikan berasrama.

Pemeriksaan kesehatan meliputi pengukuran tinggi dan berat badan, pemeriksaan gigi, mata, telinga, hingga tes buta warna. Selain itu, dilakukan skrining anemia khusus bagi siswa perempuan serta pemeriksaan kesehatan lainnya sebagai upaya deteksi dini kondisi peserta didik.

Selanjutnya, siswa mengikuti tes kebugaran melalui lari sejauh sekitar 1,6 kilometer untuk mengukur kemampuan fisik sebelum menjalani proses belajar di lingkungan asrama.

MPLS Jadi Tahap Adaptasi Pendidikan Berasrama

MPLS di Sekolah Rakyat tidak hanya menjadi ajang pengenalan lingkungan sekolah, tetapi juga dirancang sebagai tahap pembentukan karakter, penanaman kedisiplinan, serta membantu siswa beradaptasi dengan sistem pendidikan berasrama.

Seluruh rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari persiapan sebelum peserta didik menjalani kehidupan di asrama dan mengikuti proses pembelajaran secara penuh selama beberapa pekan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online