Jembatan Berjo Sidoluhur Rampung, Swadaya Warga Tembus Rp155 Juta

Andreas Yuda Pramono
Andreas Yuda Pramono Kamis, 02 Juli 2026 09:47 WIB
Jembatan Berjo Sidoluhur Rampung, Swadaya Warga Tembus Rp155 Juta

Foto ilustrasi. /Ist-Freepik

Harianjogja.com, SLEMAN— Pembangunan Jembatan Berjo di Kalurahan Sidoluhur, Kapanewon Godean, menjadi bukti kuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Proyek yang menghubungkan Padukuhan Berjo Kidul dan Berjo Kulon tersebut didanai melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK) senilai Rp224 juta yang diperkuat dengan swadaya warga mencapai Rp155 juta.

Kontribusi masyarakat tersebut menjadi salah satu faktor penting yang mempercepat penyelesaian pembangunan jembatan. Kehadiran Jembatan Berjo di Sidoluhur diharapkan memperlancar mobilitas warga, meningkatkan konektivitas antarpadukuhan, sekaligus memudahkan akses menuju Jalan Godean.

Lurah Sidoluhur, Hernawan Zudanto, mengatakan besarnya partisipasi masyarakat mencerminkan semangat gotong royong yang masih terjaga dalam mendukung pembangunan di tingkat kalurahan. Menurutnya, keterlibatan warga menjadi modal penting agar pembangunan dapat berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.

"Apresiasi tinggi untuk swadaya masyarakat Padukuhan Berjo Kidul dan Berjo Kulon yang telah diberikan untuk pembangunan jembatan ini. Kedua padukuhan ini juga telah lunas PBB. Sekali lagi kami ucapkan terima kasih atas dukungannya," kata Hernawan dalam keterangan tertulis.

Dengan dukungan pendanaan dari pemerintah dan masyarakat, Jembatan Berjo kini siap dimanfaatkan sebagai jalur penghubung utama yang memperlancar aktivitas harian warga serta meningkatkan aksesibilitas menuju berbagai pusat kegiatan di wilayah Godean.

Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menilai pola pembiayaan yang menggabungkan dana pemerintah dan swadaya masyarakat layak menjadi contoh bagi pembangunan di wilayah lain. Menurutnya, sinergi tersebut menunjukkan kolaborasi antarpemerintah dan masyarakat dapat menghasilkan pembangunan yang lebih efektif.

"Saya sangat senang dengan kolaborasi antara pemerintah kabupaten dan pemerintah kelurahan dapat terwujud nyata di Kalurahan Sidoluhur ini. Di mana peran masing-masing bisa terwujud. Ini sebuah contoh kolaborasi pemerintahan yang saat ini memang harus seperti ini," kata Harda.

Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Sleman berkomitmen menghadirkan pembangunan infrastruktur yang berkualitas. Karena itu, masyarakat diminta ikut mengawasi proses pelaksanaan pekerjaan agar hasil pembangunan sesuai dengan standar yang diharapkan.

"Oleh karena itu, saya nyuwun dibantu untuk pengawasan-pengawasan di lapangan agar kualitas pembangunan kita bisa terwujud nyata. Silakan sampaikan kepada kami jika ada yang tidak sesuai," katanya.

Berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman, Pemkab Sleman pada 2026 mengalokasikan pembangunan infrastruktur melalui sebelas paket peningkatan jalan kabupaten serta tiga proyek pembongkaran dan pembangunan jembatan.

Program tersebut mencakup pembangunan Jembatan Tumut di Kalurahan Sumbersari, Kapanewon Moyudan berukuran 7 x 8 meter, Jembatan Nyamplung di Kalurahan Donoharjo, Kapanewon Ngaglik berukuran 6 x 8 meter, serta Jembatan Plosokerep di Kalurahan Kepuharjo, Kapanewon Cangkringan berukuran 3 x 8 meter, sebagai bagian dari penguatan konektivitas infrastruktur di Kabupaten Sleman.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online