Suara Ibu Yogyakarta Gelar Aksi Damai, Bawa Tujuh Tuntutan
Suara Ibu Yogyakarta menggelar aksi damai di Bundaran UGM dengan tujuh tuntutan, mulai ekonomi, harga pangan, hingga kriminalisasi aktivis.
Penyembelihan hewan kurban di RPH Giwangan - Harian Jogja/ Alfi Annissa Karin
Harianjogja.com, SLEMAN—Jumlah hewan kurban yang dipotong di dua Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Mancasan dan Kentungan milik Pemkab Sleman mengalami penurunan pada Iduladha 2026.
Penurunan paling mencolok terjadi pada pemotongan domba yang merosot lebih dari 70 persen dibanding tahun sebelumnya, meski pemotongan sapi justru menunjukkan kenaikan.
Data UPTD Pasar Hewan Ambarketawang dan RPH Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Sleman menunjukkan total hewan kurban yang dipotong pada Iduladha 2026 sebanyak 49 ekor. Jumlah itu terdiri dari 41 sapi dan delapan domba.
Angka tersebut lebih rendah dibandingkan periode Iduladha 2025 yang mencapai 65 ekor, terdiri atas 35 sapi dan 30 domba.
Jika dibandingkan secara tahunan, pemotongan sapi justru mengalami peningkatan. Jumlah sapi yang dipotong bertambah dari 35 ekor menjadi 41 ekor atau naik sekitar 17,1 persen.
Sebaliknya, pemotongan domba mengalami penurunan sangat signifikan. Dari 30 ekor pada Iduladha 2025, jumlahnya turun menjadi hanya delapan ekor pada 2026 atau berkurang sekitar 73,3 persen.
Penurunan tersebut berdampak pada total pemotongan hewan kurban di dua RPH yang turun 16 ekor atau sekitar 24,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala UPTD Pasar Hewan Ambarketawang dan RPH DP3 Sleman, Yuda Andi Nugroho, mengatakan tren penurunan domba tidak terlepas dari kondisi pada Iduladha tahun lalu yang mendapat tambahan pemotongan dalam jumlah besar.
“Kambing atau domba menurun karena tahun 2025 ada tambahan pemotongan cukup banyak dari Badan Amil Zakat Nasional,” kata Yuda saat dihubungi, Kamis (9/7/2026).
Selain jumlah hewan yang berbeda, durasi pelaksanaan pemotongan juga tidak sama dengan tahun sebelumnya.
Pada Iduladha 2026, proses pemotongan di dua RPH berlangsung selama tiga hari. Pada hari pertama, 27 Mei, tercatat 25 sapi dan tiga domba dipotong. Hari berikutnya sebanyak delapan sapi dan dua domba, sedangkan pada hari terakhir dipotong delapan sapi dan tiga domba.
Sementara itu, pelaksanaan pemotongan pada Iduladha 2025 berlangsung selama empat hari, yakni 6 hingga 9 Juni, dengan total 35 sapi dan 30 domba.
Yuda menegaskan seluruh proses pemotongan yang dilakukan di RPH berada di bawah pengawasan petugas. Pengawasan dilakukan untuk memastikan hewan yang dipotong memenuhi persyaratan kesehatan serta menghasilkan daging yang aman dikonsumsi masyarakat.
Menurut dia, pengawasan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan pangan asal hewan selama pelaksanaan Iduladha. Langkah itu juga sejalan dengan pemeriksaan kesehatan hewan kurban yang rutin dilakukan Pemkab Sleman sebelum dan selama perayaan hari raya kurban.
Dengan pengawasan tersebut, pemerintah daerah berupaya memastikan distribusi daging kurban kepada masyarakat tetap memenuhi standar kesehatan dan keamanan pangan meskipun jumlah hewan yang dipotong mengalami perubahan dibandingkan tahun sebelumnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Suara Ibu Yogyakarta menggelar aksi damai di Bundaran UGM dengan tujuh tuntutan, mulai ekonomi, harga pangan, hingga kriminalisasi aktivis.
Singapura kembali menjadi negara dengan kualitas hidup terbaik di Asia Tenggara versi US News & World Report 2026. Indonesia berada di peringkat ke-72 dunia.
Duel Haaland vs Kane di perempat final Piala Dunia 2026: adu tajam dua striker terbaik, statistik kontras, dan ketergantungan Norwegia pada sang bomber.
KPK mengungkap dugaan modus "uang asalamualaikum" dalam kasus gratifikasi pengadaan barang dan jasa di MPR RI. Eks Sekjen MPR Ma'ruf Cahyono diduga meminta fee.
Indonesia dan India memulai kerja sama pemugaran 54 candi perwara di kompleks Prambanan. Proyek konservasi ini ditargetkan memperkuat pelestarian warisan budaya
Film horor 402 Rumah Sakit Angker Korea tayang 9 Juli 2026! Adaptasi dari Gonjiam Haunted Asylum, dibintangi Arbani Yasiz & kawan-kawan. Simak sinopsis & daftar