Prambanan Siap Dipugar, Indonesia dan India Garap 54 Candi Perwara

Catur Dwi Janati
Catur Dwi Janati Kamis, 09 Juli 2026 20:37 WIB
Prambanan Siap Dipugar, Indonesia dan India Garap 54 Candi Perwara

Wisatawan mengunjungi kompleks Taman Wisata Candi (TWC) Prambanan di Sleman, DIY. - Antara/Hendra Nurdiyansyah

Harianjogja.com, SLEMAN—Kunjungan Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi ke kompleks Candi Prambanan pada Rabu (8/7/2026) tidak hanya menjadi simbol eratnya hubungan diplomatik kedua negara.

Pertemuan tersebut juga menandai dimulainya langkah konkret kerja sama pelestarian warisan budaya melalui program pemugaran candi perwara di kawasan Prambanan.

Kerja sama ini menjadi bagian dari komitmen Indonesia dan India dalam konservasi cagar budaya berbasis kolaborasi. Melalui program tersebut, puluhan candi perwara yang selama ini belum direkonstruksi akan dipugar dengan memadukan metode konservasi tradisional dan teknologi modern.

Direktur Utama InJourney, Maya Watono, mengatakan kunjungan Narendra Modi memiliki makna strategis karena memperkuat posisi Prambanan sebagai salah satu pusat wisata budaya dan spiritual terbesar di Asia Tenggara.

Menurut Maya, Prambanan memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai destinasi spiritual dan cultural heritage tourism yang mampu menarik lebih banyak wisatawan mancanegara, khususnya dari India yang memiliki populasi lebih dari 1,4 miliar jiwa.

“Ini menjadi momentum penting yang menunjukkan eratnya hubungan Indonesia dan India sekaligus membuka peluang besar bagi pengembangan pariwisata berbasis budaya,” kata Maya.

Ia menilai eksposur global dari kunjungan kedua pemimpin negara tersebut dapat memperkuat citra Indonesia di mata dunia. Dampaknya tidak hanya dirasakan sektor pariwisata, tetapi juga perekonomian masyarakat di sekitar kawasan Prambanan, DIY, hingga Jawa Tengah.

Dalam kerja sama yang telah disepakati, Indonesia dan India akan berkolaborasi melakukan pemugaran candi-candi perwara yang berada di kompleks Candi Prambanan. Dari total 224 candi perwara yang ada, hingga saat ini baru enam yang berhasil direkonstruksi.

Kepala Museum dan Cagar Budaya, Indira Estiyanti Nurjadin, menjelaskan bantuan dari Pemerintah India akan difokuskan pada satu kuadran atau sekitar seperempat dari keseluruhan kompleks candi perwara.

“Jumlah yang direncanakan untuk dipugar melalui bantuan India sekitar 54 candi perwara yang berada di sisi timur laut kompleks Prambanan,” ujar Indira.

Program tersebut merupakan tindak lanjut dari komitmen yang sebelumnya telah disampaikan Narendra Modi pada awal 2025. Kerja sama kemudian diperkuat melalui penandatanganan Letter of Intent (LoI) yang menjadi dasar pelaksanaan proyek konservasi.

Dalam proses pemugaran, tim Indonesia akan bekerja bersama tim dari India melalui pendekatan collaborative cultural heritage conservation. Model kerja sama ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik candi, tetapi juga transfer pengetahuan dan teknologi antarlembaga pelestarian budaya kedua negara.

Indira menjelaskan teknologi seperti pemindaian tiga dimensi, pemodelan digital, fotogrametri, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) akan digunakan untuk membantu proses dokumentasi dan identifikasi struktur bangunan.

Meski memanfaatkan teknologi modern, metode pemugaran tetap mengacu pada teknik anastilosis yang selama ini menjadi standar dalam konservasi candi di Indonesia. Teknik tersebut menitikberatkan pada penggunaan batu asli sebanyak mungkin sehingga bentuk dan nilai autentik bangunan tetap terjaga.

“Prinsipnya bentuk asli candi harus dipertahankan. Batu-batu lama akan dicari dan digunakan kembali semaksimal mungkin. Bagian baru hanya digunakan apabila komponen asli tidak ditemukan,” katanya.

Sesuai rencana awal dalam LoI, proyek pemugaran diperkirakan berlangsung selama 10 tahun. Namun, terdapat dorongan agar proses tersebut dapat dipercepat menyusul komitmen yang disampaikan Presiden Prabowo dan PM Modi dalam pertemuan di Prambanan.

Target yang kini dibahas adalah menyelesaikan pemugaran seluruh candi perwara yang belum terbangun sebelum 2029. Jika target tersebut tercapai, kompleks Prambanan akan memiliki kawasan candi yang jauh lebih utuh dibandingkan kondisi saat ini.

Selain memperkuat pelestarian warisan budaya dunia, proyek ini diharapkan mampu meningkatkan daya tarik wisata Prambanan, memperpanjang lama tinggal wisatawan, serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar melalui sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan jasa pendukung lainnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online