Dinas Kebudayaan Bantul Angkat Sejarah Roro Oyi
Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul menggelar kegiatan internalisasi kesejarahan melalui pembinaan komunitas di Joglo Darmastuti, Kalurahan Girirejo, Imogiri
Suasana kegiatan Dolan Candi di pelataran Candi Kalasan, Sabtu (11/6/2023)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
SLEMAN—Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY menggelar Festival Jogja Tempoe Doeloe dengan tema Dolan Candi di kompleks Candi Kalasan. Dalam kegiatan yang digelar selama dua hari sejak Sabtu-Minggu (11-12/6) ini ditujukan agar masyarakat bisa lebih mengenal dengan candi-candi yang ada di wilayah DIY.
Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Dian Laksmi Pratiwi, mengatakan bangunan candi termasuk Candi Kalasan sudah cukup lama berada di sekitar masyarakat DIY. “Tetapi bagaimana nilai-nilai penting dari Candi Kalasan kita representasikan secara menenangkan dan memberikan kesejahteraan untuk masyarakat,” ujarnya, Sabtu (11/6/2023).
Kesejahteraan tidak saja dalam ranah material tapi juga immaterial. Kesejahteraan bisa berupa rasa senang dan nyaman berada pada kawasan cukup penting pada masa lalu dan masih penting untuk masa mendatang.
“Candi Kalasan merupakan salah satu candi tercantik yang ada di Jawa pada waktu itu, yang sudah ada sebelum Candi Prambanan,” katanya.
Sebagai wujud dukungan untuk kesejahteraan masyarakat di sekitar candi, Dolan Candi juga melibatkan sebanyak 28 pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) kuliner maupun kerajinan untuk meramaikan kegiatan tersebut.
Kepala Bidang Pemeliharaan dan Pengembangan Warisan Budaya Dinas Kebudayaan DIY, Ruli Andriadi, menjelaskan Dolan Candi merupakan tema dari Festival Jogja Tempoe Doeloe yang sudah beberapa kali digelar pada tahun tahun sebelumnya.
“Ini menjadi salah satu upaya untuk menumbuhkan nilai-nilai dan menggugah keingintahuan masyarakat pada peninggalan Hindu-Budha klasik,” kata dia.
Angka Kunjungan
Dia mengakui adanya kegiatan ini terbukti meningkatkan kunjungan ke Candi Kalasan. Pada pelaksanaan hari pertama saja, tercatat sebanyak 1.400 pengunjung yang hadir memadati kawasan Candi Kalasan. Diharapkan kegiatan ini dapat memantik kegiatan serupa dari masyarakat dengan bisa memanfaatkan kawasan Candi Kalasan.
“Banyak sekali siswa sekolah dan masyarakat umum yang biasanya tidak tertarik untuk pergi ke candi. Maka kami adakan festival ini untuk mengenalkan Jogja tempo dulu, peradaban-peradaban yang ada di masa lampau. Harapannya bisa diterima oleh masyarakat,” kata dia.
Dolan Candi dimeriahkan oleh berbagai kegiatan yang bisa diikuti masyarakat umum. Salah satu kegiatan yang menarik yakni Jogja Heritage Track yang mengajak para peserta untuk tur ke Candi Kalasan dan sejumlah candi di sekitarnya, yakni Candi Sambisari, Candi Kedulan dan Candi Sari.
Jogja Heritage Track merupakan program Dinas Kebudayaan DIY untuk mengenalkan sumbu filosofi. “Untuk dua hari ini kami buat Jogja Heritage Track edisi spesial Dolan Candi. Mengunjungi candi-candi yang ada di sekitar Candi Kalasan dengan dua bus yang sudah kami siapkan,” kata dia.
Selain itu, Dolan Candi juga melibatkan Balai Pelestarian Kebudayaan wilayah X untuk menggelar pameran Pemugaran Candi-Candi di Jogja. Semua candi di wilayah DIY telah melalui proses pemugaran, karena candi-candi itu ditemukan dalam kondisi reruntuhan yang disebabkan timbunan material Gunung Merapi berkali-kali.
Candi Kalasan yang berada di dusun Kalibening, Kalurahan Tirtomartani, Kalasan, juga telah melalui proses pemugaran. Bahkan pada 2018, Candi Kalasan direkonstruksi pada bagian atap untuk melindungi dinding candi bagian dalam dari hujan.
Candi Kalasan merupakan candi Buddha paling tua dibanding candi lainnya dari masa Mataram Kuno, yang berkaitan dengan Prasasti Kalasan. Candi ini didirikan pada 778 Masehi yang dipersembahkan untuk Dewi Tara oleh para guru dan Raja Sailendra.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul menggelar kegiatan internalisasi kesejarahan melalui pembinaan komunitas di Joglo Darmastuti, Kalurahan Girirejo, Imogiri
Bermain game berlebihan dapat memicu gangguan tidur, mata lelah, hingga masalah kesehatan mental. Berikut 13 dampaknya.
Pemkab Sleman mengalokasikan Rp8,6 miliar untuk pemeliharaan jalan desa pada 2026. Sebanyak 86 desa mendapat Rp100 juta.
Kemnaker membuka sertifikasi kompetensi gratis bagi alumni magang nasional hingga 15 Mei 2026 dengan sertifikat resmi BNSP.
PDAB Tirtatama DIY mengusulkan kenaikan tarif air curah Rp500 per meter kubik untuk menekan subsidi Pemda DIY yang membengkak.
Anthony Ginting menghadapi Shi Yu Qi pada hari kedua Thailand Open 2026. Berikut jadwal lengkap 10 wakil Indonesia di Bangkok.