11 Bayi Dievakuasi dari Rumah di Pakem, Diduga Titipan Mahasiswi
Evakuasi 11 bayi di Pakem Sleman diduga titipan mahasiswi ke bidan tanpa izin daycare resmi.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Pemerintah Kabupaten Sleman menyiapkan anggaran Rp8,6 miliar untuk mempercepat pemeliharaan jalan desa pada 2026. Sebanyak 86 desa di 17 kapanewon masing-masing memperoleh alokasi Rp100 juta guna mendukung perbaikan ruas jalan di wilayahnya.
Program tersebut kini memasuki tahap perencanaan desain jalan dan ditargetkan rampung pada 21 Mei 2026. Adapun proses pengerjaan fisik pemeliharaan jalan dijadwalkan mulai awal Juni mendatang.
Dalam dokumen program pemeliharaan disebutkan setiap desa mendapat jatah Rp100 juta untuk penanganan ruas jalan yang telah diusulkan sebelumnya. Pemkab Sleman berharap langkah ini dapat memperkuat konektivitas antarwilayah desa sekaligus memperlancar mobilitas warga dan distribusi barang.
Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman, Fauzan Ma’ruf, menegaskan anggaran tersebut tidak diberikan langsung kepada pemerintah kalurahan.
“Jadi Rp100 juta per desa itu anggarannya tetap dikelola oleh DPUPKP, bukan ditransfer ke desa dalam bentuk ADD [Alokasi Dana Desa] atau hibah,” kata Fauzan, Selasa (12/5/2026).
Menurut dia, pemeliharaan jalan desa harus dilakukan secara rutin karena menjadi infrastruktur penting yang menunjang aktivitas ekonomi masyarakat sehari-hari.
Selain memengaruhi kelancaran distribusi barang dan jasa, kondisi jalan yang rusak juga dinilai dapat mengurangi kenyamanan hingga membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Tak hanya fokus pada jalan desa, Pemkab Sleman juga menyiapkan anggaran besar untuk pembangunan dan pemeliharaan jalan kabupaten pada 2026.
Total anggaran pembangunan jalan kabupaten mencapai Rp45,4 miliar yang akan digunakan untuk penanganan 11 ruas jalan dengan total panjang 11,80 kilometer.
Kepala Bidang Bina Marga DPUPKP Sleman, Suparman, mengatakan saat ini pihaknya masih menunggu hasil peninjauan ulang dokumen pengadaan barang dan jasa untuk program perbaikan jalan kabupaten tersebut.
“Detail Engineering Design HPS [Harga Perkiraan Sendiri] spesifikasi teknis ada di Inspektorat Daerah Sleman. Mudah-mudahan minggu besok sudah keluar rekomendasinya,” ujar Suparman.
Berdasarkan data Pemkab Sleman, total panjang jalan kabupaten di wilayah tersebut mencapai 733,67 kilometer. Namun kondisi jalan mantap baru berada di angka 68,01 persen.
Artinya, masih ada sekitar 31,99 persen ruas jalan kabupaten yang masuk kategori tidak mantap dan membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Program pemeliharaan jalan desa ini diharapkan menjadi salah satu langkah awal untuk memperbaiki kualitas infrastruktur dasar di Sleman sekaligus memperkuat akses antarwilayah hingga tingkat desa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Evakuasi 11 bayi di Pakem Sleman diduga titipan mahasiswi ke bidan tanpa izin daycare resmi.
DPRD DIY menyoroti indikator kinerja daerah yang baru 40 persen meski ekonomi DIY tumbuh dan angka kemiskinan menurun.
Maskapai penerbangan Eropa mulai memangkas penerbangan akibat lonjakan harga bahan bakar jet yang membuat sejumlah rute tidak lagi menguntungkan.
Meta menghadirkan fitur Incognito Chat AI di WhatsApp dengan teknologi Pemrosesan Privat untuk menjaga kerahasiaan percakapan pengguna.
KPK memperpanjang penahanan Bupati nonaktif Tulungagung Gatut Sunu Wibowo terkait dugaan korupsi pemerasan OPD.
Mendag Budi Santoso memastikan impor bahan baku plastik berupa nafta dari AS mulai masuk Indonesia pada pertengahan Mei 2026.