Inovasi E-Kunker DPRD Jogja Harus Mampu Gerakkan UMKM dan Seni Budaya
Ketua DPRD Kota Jogja FX Wisnu mendorong E-Kunker menggerakkan UMKM dan seni budaya kampung saat kunjungan DPRD daerah lain.
Warga Kota Jogja bersepeda di Jl. Malioboro dalam pelaksanaan uji coba Malioboro full pedestrian pada Senin (1/12/2025). Harian Jogja/Stefani Yulindriani
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota Yogyakarta mematangkan rencana transformasi kawasan Malioboro menjadi area jalur pedestrian penuh secara bertahap. Transformasi ini sebagai bagian dari penataan kawasan Sumbu Filosofi demi kenyamanan wisatawan dan pelestarian kawasan bersejarah.
Sebagaimana diketahui Sumbu Filosofi Kota Jogja telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO. Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo menekankan pendekatan hati-hati dengan berbasis kondisi lapangan serta mempertimbangkan masukan dari berbagai pelaku usaha pariwisata di kawasan Malioboro.
"Ini sebagai bahan masukan untuk menyusun aturan ketika secara bertahap kita menuju full pedestrian. Tahapannya seperti apa sangat tergantung kondisi riil di lapangan," ujarnya Kamis (23/4/2026).
Salah satunya terkait isu krusial pengaturan bus wisata dari Terminal Ngabean yang kini melintas Titik Nol Kilometer dan Malioboro. Pemkot sedang melakukan kajian untuk mengalihkan rute bus melalui Jalan Bhayangkara agar akses wisatawan tetap mudah ke pusat keramaian tanpa ganggu pejalan kaki.
Keterbatasan kantong parkir di kawasan Malioboro juga jadi perhatian dengan opsi lahan bekas pabrik es hingga kolaborasi swasta tambah kapasitas high season.
"Pemberitahuan kebijakan lebih dini sangat penting agar ada kepastian. Regulasi juga harus konsisten dan ditegakkan secara tegas," tegas Hasto soal komunikasi operator bus dan wisatawan.
Kepala Dinas Pariwisata Lucia Daning Krisnawati menjelaskan pembatasan kendaraan besar di Malioboro bertujuan untuk menjaga struktur bersejarah, selain itu untuk menekan polusi, tingkatkan kenyamanan pedestrian.
"Kebijakan yang baik bukan hanya menjaga kelestarian kawasan, tetapi juga memberi ruang bagi aktivitas ekonomi. Sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi kunci," katanya.
Ketua PHRI DIY Deddy Pranowo Eryono mengakui bahwa Malioboro magnet utama wisatawan domestik, namun ia menyoroti akses bus besar dan parkir saat ini masih minim, terutama sangat penuh saat musim libur panjang.
"Kalau Menara Kopi dan Ngabean, pasti tidak menampung saat high season. Mungkin bisa dipikirkan lokasi alternatif seperti area RRI atau lahan swasta yang memungkinkan," usulnya. Transformasi ini lanjutkan uji coba sebelumnya sejak 2025 menuju zona rendah emisi ramah pejalan kaki.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ketua DPRD Kota Jogja FX Wisnu mendorong E-Kunker menggerakkan UMKM dan seni budaya kampung saat kunjungan DPRD daerah lain.
Jadwal SIM Keliling Jogja Oktober 2026 tersedia di sejumlah lokasi. Simak jam layanan dan syarat perpanjangan SIM A serta SIM C.
Nakhoda KM Virgo Transport 8 berinisial AY ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan terkait tenggelamnya kapal di perairan Laut Jawa.
Nanang Hendarno resmi menjadi Dirut Telkom menggantikan Dian Siswarini. Simak profil dan susunan terbaru Direksi serta Komisaris Telkom.
Jadwal KRL Jogja-Solo 1 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan dari Jogja ke Palur. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Antrean Ketapang-Gilimanuk mencapai 17 km. ASDP mengoperasikan 26 kapal, tetapi kapasitas dermaga masih menjadi kendala.