Reaktivasi Bandara Adisutjipto Dinilai Perkuat Pariwisata dan UMKM

Andreas Yuda Pramono
Andreas Yuda Pramono Rabu, 03 Juni 2026 11:57 WIB
Reaktivasi Bandara Adisutjipto Dinilai Perkuat Pariwisata dan UMKM

Ketua Kadin Sleman, Yudi Prihantana/ Instagram

Harianjogja.com, SLEMAN—Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Sleman menilai reaktivasi Bandara Adisutjipto (ADS) akan memperkuat konektivitas wilayah dan membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru bagi Kabupaten Sleman.

Ketua Kadin Sleman, Yudi Prihantana, mengatakan keberadaan Bandara Adisutjipto yang terhubung dengan akses Exit Tol Kalasan akan mempermudah mobilitas wisatawan maupun pelaku usaha menuju berbagai kawasan strategis di Sleman.

"Bandara Adisutjipto dan Exit Tol Kalasan merupakan kombinasi konektivitas yang sangat kuat. Wisatawan akan lebih mudah masuk ke Sleman, sementara pelaku usaha memperoleh akses distribusi yang lebih cepat dan efisien," kata Yudi, Rabu (3/6/2026).

Pariwisata Berpotensi Mendapat Dampak Positif

Menurut Yudi, kemudahan akses transportasi dapat meningkatkan arus kunjungan wisatawan ke sejumlah destinasi unggulan di Sleman.

Kawasan wisata seperti Kaliurang, lereng Merapi, desa wisata, sentra kuliner, hingga pusat ekonomi kreatif diperkirakan akan lebih mudah dijangkau oleh wisatawan yang datang melalui Bandara Adisutjipto maupun jalur tol.

Peningkatan jumlah wisatawan tersebut berpotensi memberikan dampak lanjutan terhadap sektor perhotelan, restoran, transportasi, serta usaha kecil yang bergantung pada aktivitas pariwisata.

UMKM Berpeluang Memperluas Pasar

Selain sektor wisata, Kadin Sleman menilai pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga berpotensi memperoleh manfaat dari meningkatnya konektivitas wilayah.

Produk unggulan Sleman seperti salak pondoh, produk olahan pangan, kerajinan tangan, hingga produk ekonomi kreatif dinilai memiliki peluang menjangkau pasar yang lebih luas melalui dukungan jaringan transportasi yang semakin terintegrasi.

Kemudahan distribusi barang melalui akses jalan tol dan transportasi udara juga diharapkan dapat meningkatkan efisiensi logistik bagi pelaku usaha lokal.

Bukan Sekadar Menambah Penerbangan

Kadin Sleman menekankan bahwa reaktivasi Bandara Adisutjipto tidak hanya perlu dilihat dari bertambahnya jumlah penerbangan, tetapi juga dari dampak ekonomi yang dihasilkan bagi masyarakat.

Menurut Yudi, keberhasilan pengoperasian kembali bandara harus diukur melalui peningkatan aktivitas ekonomi, bertambahnya peluang usaha, serta berkembangnya sektor pariwisata dan UMKM di wilayah sekitar.

"Ketika bandara aktif dan terhubung dengan jaringan tol, dampaknya bukan hanya pada mobilitas. Yang lebih penting adalah tumbuhnya peluang usaha, meningkatnya kunjungan wisata, serta semakin luasnya pasar bagi UMKM Sleman," ujarnya.

Potensi Menjadi Gerbang Ekonomi Baru

Dengan dukungan Exit Tol Kalasan dan perkembangan pembangunan Jalan Tol Solo–Jogja, Bandara Adisutjipto dinilai memiliki peluang menjadi salah satu gerbang utama mobilitas wisatawan, investor, dan pelaku usaha menuju Sleman.

Integrasi infrastruktur udara dan darat tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi Sleman sebagai salah satu pusat pariwisata, ekonomi kreatif, dan UMKM di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Meski demikian, realisasi manfaat ekonomi tersebut tetap bergantung pada keberhasilan reaktivasi bandara, kesiapan infrastruktur pendukung, serta kemampuan seluruh pemangku kepentingan dalam mengoptimalkan peluang yang tersedia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online