Pemotongan Hewan Kurban di Sleman Anjlok 73 Persen pada 2026
Pemotongan hewan kurban di RPH Mancasan dan Kentungan Sleman turun 24,6 persen pada Iduladha 2026. Penurunan terbesar terjadi pada domba yang anjlok hingga 73,3
Foto ilustrasi warga miskin di Indonesia dibuat menggunakan Artifical Intelligence ChatGPT.
Harianjogja.com, SLEMAN—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman mengoptimalkan tiga strategi utama untuk menekan angka kemiskinan, mulai dari penguatan jaminan sosial, peningkatan keterampilan masyarakat usia produktif, hingga perluasan akses pendidikan tinggi melalui Program Beasiswa Sleman Pintar. Program tersebut dirancang untuk mewujudkan target satu sarjana dari setiap keluarga miskin di Sleman.
Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kabupaten Sleman, Danang Maharsa, mengatakan pengentasan kemiskinan memerlukan langkah yang tidak hanya berfokus pada bantuan sosial. Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi kunci agar masyarakat dapat keluar dari lingkaran kemiskinan secara berkelanjutan.
"Melalui Program Sleman Pintar, kami ingin memastikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi generasi muda Sleman untuk meraih pendidikan tinggi dan masa depan yang lebih baik," kata Danang saat sosialisasi Beasiswa Sleman Pintar di Universitas Amikom, Selasa (14/7/2026).
Tiga Strategi Pengentasan Kemiskinan
Danang menjelaskan strategi pertama diarahkan kepada masyarakat miskin nonproduktif, seperti lanjut usia dan penyandang sakit menahun, melalui penguatan jaminan sosial agar kebutuhan dasar mereka tetap terpenuhi.
Strategi kedua difokuskan pada masyarakat usia produktif dengan meningkatkan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Langkah ini diharapkan mampu memperluas kesempatan kerja sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.
Sementara itu, strategi ketiga diwujudkan melalui Program Beasiswa Sleman Pintar atau Program Satu Keluarga Miskin Satu Sarjana (Pratu Kemis Sarjana). Program ini menjadi investasi jangka panjang Pemkab Sleman untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui pendidikan tinggi.
Dibiayai APBD dan Terintegrasi Magang Industri
Danang mengatakan Program Sleman Pintar didanai melalui optimalisasi APBD yang berasal dari pendapatan daerah, seperti pajak, retribusi, pengelolaan aset daerah, serta dukungan insentif pemerintah pusat.
Pendanaan tersebut mencerminkan komitmen Pemkab Sleman dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat dari keluarga kurang mampu.
Salah satu keunggulan program ini adalah penerapan sistem perkuliahan yang dipadukan dengan magang industri secara terintegrasi. Melalui skema tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pendidikan akademik, tetapi juga pengalaman kerja sejak masih menempuh kuliah sehingga kompetensinya lebih sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.
Ratusan Mahasiswa Sudah Merasakan Manfaat
Menurut Danang, ratusan mahasiswa asal Sleman telah menerima manfaat Program Sleman Pintar di Universitas Amikom Jogja. Pemkab berharap lulusan program tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan keluarganya sekaligus menjadi contoh keberhasilan upaya pengentasan kemiskinan melalui jalur pendidikan.
Dalam kegiatan sosialisasi juga ditampilkan testimoni dan video prestasi mahasiswa penerima Beasiswa Sleman Pintar dari angkatan sebelumnya. Kisah mereka menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi tidak menghalangi generasi muda untuk berprestasi dan menempuh pendidikan tinggi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemotongan hewan kurban di RPH Mancasan dan Kentungan Sleman turun 24,6 persen pada Iduladha 2026. Penurunan terbesar terjadi pada domba yang anjlok hingga 73,3
PSIM Jogja mempertahankan 12 pemain lokal usai evaluasi tim sebagai persiapan menghadapi Super League 2026/2027.
Basarnas Makassar menemukan lima korban KM Nurul Salsa dalam kondisi selamat di perairan Selayar. Sebanyak 20 penumpang masih dalam pencarian.
Apple dan Departemen Kehakiman AS mulai membahas penyelesaian gugatan antimonopoli yang diajukan sejak 2024.
Harga emas mencatat penurunan mingguan terdalam dalam sebulan akibat ekspektasi suku bunga AS tetap tinggi meski konflik Timur Tengah memanas.
Pendaki asal Bogor meninggal dunia usai merasa tidak enak badan saat mendaki Gunung Merbabu via Selo. Korban diduga mengalami serangan jantung.