Sleman Siapkan Infrastruktur PSEL, Target Pasok 450 Ton Sampah per Har
Pemkab Sleman merampungkan pengadaan delapan dump truck dan mulai membangun depo sampah untuk mendukung operasional PSEL Yogyakarta Raya.
Korban kejahatan/kecelakaan - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Tren kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Sleman masih menjadi perhatian aparat kepolisian. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, jumlah laporan kecelakaan yang masuk ke Polresta Sleman mencapai 1.454 kasus, meningkat dibandingkan semester II 2025 yang tercatat sebanyak 1.333 kasus.
Kenaikan tersebut menunjukkan masih tingginya risiko keselamatan di jalan raya seiring meningkatnya aktivitas masyarakat dan pertumbuhan kendaraan yang melintas di berbagai ruas jalan di Sleman.
Meski jumlah kecelakaan bertambah, angka korban meninggal dunia justru mengalami penurunan. Pada semester I 2026 tercatat 79 korban meninggal dunia, lebih rendah dibandingkan semester II 2025 yang mencapai 85 orang.
Sebaliknya, jumlah korban luka ringan mengalami peningkatan cukup signifikan. Dari sebelumnya 1.711 orang pada semester II 2025, jumlahnya bertambah menjadi 1.902 orang pada semester I 2026. Sementara itu, tidak terdapat korban luka berat yang tercatat dalam kedua periode tersebut.
Selain berdampak terhadap keselamatan pengguna jalan, peningkatan kecelakaan juga berimbas pada kerugian material. Polresta Sleman mencatat nilai kerugian akibat kecelakaan selama semester I 2026 mencapai Rp1,158 miliar.
Angka tersebut meningkat dibandingkan semester II 2025 yang berada di angka Rp889,76 juta. Kenaikan kerugian material menunjukkan bahwa dampak kecelakaan tidak hanya dirasakan korban secara fisik, tetapi juga secara ekonomi.
Kasi Humas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro, mengatakan terdapat sejumlah faktor yang memengaruhi peningkatan jumlah kecelakaan di wilayah tersebut.
Menurut dia, meningkatnya mobilitas masyarakat menjadi salah satu penyebab utama. Aktivitas ekonomi yang semakin berkembang serta tingginya pergerakan wisatawan menuju berbagai destinasi di Sleman turut meningkatkan volume kendaraan di jalan raya.
"Selain itu, masih ditemukan pelanggaran lalu lintas seperti kurang konsentrasi saat berkendara, tidak menjaga jarak aman, melanggar batas kecepatan, dan kurang disiplin mematuhi rambu lalu lintas," kata Argo saat dihubungi, Rabu (8/7/2026).
Ia menambahkan, peningkatan jumlah laporan juga dipengaruhi semakin tingginya kesadaran masyarakat untuk melaporkan setiap kejadian kecelakaan kepada pihak kepolisian.
Jika melihat tren dalam satu tahun terakhir, jumlah kecelakaan di Sleman memang menunjukkan kenaikan bertahap. Pada semester I 2025, Polresta Sleman mencatat 1.164 laporan kecelakaan dengan 80 korban meninggal dunia, 1.523 korban luka ringan, serta kerugian material sebesar Rp733,98 juta.
Jumlah tersebut kemudian meningkat menjadi 1.333 laporan pada semester II 2025 sebelum kembali naik menjadi 1.454 laporan pada semester I 2026.
Data tersebut menunjukkan bahwa peningkatan jumlah kendaraan dan aktivitas masyarakat perlu diimbangi dengan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas guna mengurangi risiko kecelakaan.
Untuk menekan angka kecelakaan, Polresta Sleman berkomitmen memperkuat langkah preventif dan preemtif. Sejumlah upaya yang dilakukan antara lain melalui edukasi keselamatan berkendara, penegakan hukum terhadap pelanggaran yang berpotensi menyebabkan kecelakaan, hingga peningkatan patroli pada titik-titik yang dinilai rawan kecelakaan.
"Kami mengimbau masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan, mematuhi aturan lalu lintas, dan berkendara secara tertib demi menekan angka kecelakaan di wilayah Sleman," ujar Argo.
Polisi berharap kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas terus meningkat sehingga tren kenaikan kecelakaan dapat ditekan. Dengan disiplin berkendara dan kepatuhan terhadap aturan jalan, risiko korban jiwa maupun kerugian material akibat kecelakaan di Sleman dapat diminimalkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman merampungkan pengadaan delapan dump truck dan mulai membangun depo sampah untuk mendukung operasional PSEL Yogyakarta Raya.
Pemerintah menyiapkan akses tol untuk Kawasan Industri Kendaraan Nasional di Subang guna mendukung manufaktur kendaraan listrik nasional.
BI dan pemerintah memperkuat GPIPS untuk mengendalikan inflasi pangan dan mengantisipasi dampak El Nino di berbagai wilayah Indonesia.
PGRI menyampaikan persoalan kekurangan guru di DIY hingga pengangkatan guru honorer saat audiensi dengan Wakil Gubernur DIY.
Bandara Husein Sastranegara kembali beroperasi mulai Agustus 2026 untuk melayani penerbangan domestik dan regional internasional.
BI mempertahankan BI Rate 5,75% pada Juli 2026. Airlangga berharap sektor riil dan pertumbuhan kredit tetap bergerak.