Dinkop-UKM Sleman Kaji Dampak Jalan Tol bagi UMKM
Dinkop-UKM Sleman bersama BRIN mengkaji dampak pembangunan jalan tol terhadap pelaku UMKM. Kajian menyoroti peluang ekonomi hingga potensi perubahan sosial ekon
Ilustrasi vaksinasi HPV pada anak SD untuk mencegah kanker serviks - Antara
Harianjogja.com, SLEMAN— Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman mulai memberikan vaksin Human Papillomavirus (HPV) kepada siswa laki-laki kelas 5 Sekolah Dasar (SD)/MI dan sederajat pada pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) 2026. Perluasan sasaran ini menjadi pembeda utama program BIAS tahun ini karena vaksin HPV sebelumnya hanya diberikan kepada siswi perempuan.
Kebijakan tersebut diterapkan mulai Agustus 2026 sebagai upaya memberikan perlindungan lebih menyeluruh terhadap infeksi virus HPV. Virus tersebut berisiko memicu berbagai gangguan kesehatan reproduksi, termasuk penyakit kutil kelamin hingga kanker pada pria di kemudian hari.
Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Sleman, dr. Khamidah Yuliati, menjelaskan alasan siswa laki-laki kini masuk dalam sasaran imunisasi HPV.
“Kenapa laki-laki yang tidak punya serviks kok mendapatkan imunisasi ini? Ternyata di sana bisa terjadi penyakit yang disebabkan oleh virus yang sama, berupa kutil pada alat kelamin anak di usia tersebut atau saat mereka dewasa nanti. Pemberian vaksinasi sejak dini ini menjadi langkah antisipasi agar infeksi tidak terjadi atau menjadi lebih parah,” kata Yuliati dalam pemaparannya pada jumpa pers di Kantor Bappeda Sleman, Selasa (18/8/2026).
Sasaran Vaksin HPV di Sleman Capai 16.291 Siswa
Pada BIAS 2025, pemberian vaksin HPV masih terbatas bagi siswa perempuan. Namun, pada BIAS 2026, siswa laki-laki kelas 5 SD/MI dan sederajat turut menjadi sasaran vaksinasi.
Total terdapat 16.291 siswa kelas 5 yang menjadi sasaran vaksin HPV tahun ini. Jumlah tersebut terdiri atas 8.345 siswa laki-laki dan 7.946 siswa perempuan.
Pelaksanaan imunisasi dilakukan serentak di seluruh SD/MI negeri dan swasta. Program tersebut juga menjangkau anak usia sekolah yang tidak mengenyam pendidikan formal.
Yuliati menekankan pentingnya membangun perlindungan terhadap virus HPV sejak masa anak-anak. Menurut dia, imunitas tubuh merespons vaksin secara optimal sebelum anak memasuki usia remaja.
BIAS 2026 Sleman Juga Sasar Siswa Kelas 1 dan 2
Selain imunisasi HPV bagi siswa kelas 5, rangkaian BIAS yang dimulai pada Agustus 2026 juga mencakup sejumlah vaksinasi lainnya.
Siswa kelas 1 mendapatkan imunisasi Measles Rubella (MR), sedangkan siswa kelas 2 memperoleh imunisasi Tetanus diphtheria (Td).
Program imunisasi lanjutan akan kembali dilaksanakan pada November mendatang. Pada tahap tersebut, imunisasi Diphtheria Tetanus (DT) diberikan kepada siswa kelas 1 dan Td untuk siswa kelas 5.
Berikut data sasaran BIAS 2026 Kabupaten Sleman:
Dinkes Sleman mengimbau seluruh orang tua dan wali murid di Kabupaten Sleman untuk mendukung pelaksanaan BIAS 2026. Dukungan tersebut ditujukan untuk membentuk kekebalan kelompok (herd immunity) sekaligus mencapai target eliminasi berbagai penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) pada tahun 2030.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkop-UKM Sleman bersama BRIN mengkaji dampak pembangunan jalan tol terhadap pelaku UMKM. Kajian menyoroti peluang ekonomi hingga potensi perubahan sosial ekon
Menkeu Purbaya memastikan pengalihan status guru PPPK menjadi pegawai pusat tak mengganggu fiskal. Defisit RAPBN 2027 tetap 2,40%.
Perpres Ojol segera terbit. Tarif angkutan orang akan diatur Kemenhub, sedangkan tarif barang dan makanan menjadi kewenangan Komdigi.
Film Indonesia Solata tayang di Festival Film Anak dan Remaja Yordania. Film Ichwan Persada sebelumnya meraih penghargaan di Bulgaria.
BNPB mencatat 70 orang meninggal, 1.182 luka-luka, dan 40.040 mengungsi akibat gempa M7,7 di Flores, NTT.
Guru PPPK penuh waktu berkesempatan ikut seleksi PNS pada awal 2027. Pemerintah dan DPR juga sepakat mengubah status menjadi pegawai pusat.