RTH Eks ABA Ditargetkan Rampung Desember 2026, Ini Konsepnya

Anisatul Umah
Anisatul Umah Selasa, 06 Oktober 2026 10:57 WIB
RTH Eks ABA Ditargetkan Rampung Desember 2026, Ini Konsepnya

Ruang Terbuka Hijau - Ilustrasi Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—Pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di kawasan eks Parkir Abu Bakar Ali (ABA) mulai berjalan. Kawasan tersebut akan dikembangkan dengan konsep perpaduan hutan kota dan taman kota serta ditargetkan selesai pada Desember 2026.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY, Kusno Wibowo, mengatakan pembangunan RTH eks ABA ditujukan untuk mengembalikan fungsi lingkungan di kawasan perkotaan. Hingga Selasa (6/10/2026), proses konstruksi telah berjalan sekitar empat minggu.

"Target nanti akhir tahun sudah selesai untuk pembuatan ruang terbuka hijau Abu Bakar Ali ini," ujarnya, Selasa (6/10/2026).

Menurut Kusno, pemilihan jenis tanaman untuk RTH eks ABA tidak dilakukan sembarangan. Rencana penataan tersebut sebelumnya telah dipaparkan kepada Sekda DIY dan Gubernur DIY sebelum pembangunan dimulai dan telah mendapat persetujuan.

Sejumlah jenis tanaman yang dipilih antara lain asam jawa, pohon keben, pohon kol banda, pohon kemuning, pohon tanjung, pohon cempaka/kantil, pohon trembesi, pohon ketapang kencana, pohon daun kupu-kupu, pohon pulai, pohon flamboyan, pohon biola cantik, pohon palm merah, pohon palm putri, pohon palm ekor tupai, dan pohon sikas.

"Konsepnya ya nanti ada semacam paduan antara apa hutan kota, kemudian dipadukan dengan taman kota," jelasnya.

Sultan Ingin RTH Eks ABA Tetap Berkarakter Taman

Sebelumnya, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menyampaikan keinginannya agar penataan RTH di kawasan eks Parkir ABA menghadirkan taman yang nyaman bagi masyarakat dengan tanaman bunga.

Sultan menilai taman semestinya menjadi ruang yang nyaman bagi masyarakat untuk bersantai, duduk, dan menikmati suasana sore. Karena itu, menurutnya, kawasan tersebut tidak seharusnya dibuat menyerupai hutan.

Keberadaan pohon-pohon besar, kata Sultan, tetap diperlukan sebagai perindang. Namun, area taman juga perlu dipercantik dengan tanaman berbunga dan dapat dilengkapi elemen dekoratif seperti plengkung.

"Tapi kan bisa sing jenenge [yang namanya] taman itu mungkin ada hiasan seperti masuk kaya plengkung, tapi mungkin di situ yang merambat itu bunga mawar sehingga berbunga. Jangan hijau semua, nek hijau kan kehutanan," ujarnya.

Sultan juga mengatakan RTH tersebut akan dibuat minim bangunan. Fasilitas toilet nantinya disediakan di sisi barat, sementara kursi untuk pengunjung juga akan ditempatkan di kawasan tersebut.

Kehadiran tanaman bunga dengan warna-warni juga menjadi bagian yang diinginkan Sultan agar RTH tidak hanya didominasi warna hijau.

"Kan gitu sing jenenge [yang namanya] taman. Ngenggar-enggar penggalih itu ya, ya wis taman. Bukan, ini pohon besar ini, pohon besar ini. Bukan, bukan itu. [penyelesaian] mungkin tahapnya sudah di, ada anggaran di tahun 2026 ini."

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online