Kekeringan Meluas, BPBD Sleman Salurkan 198.000 Liter Air

Andreas Yuda Pramono
Andreas Yuda Pramono Kamis, 20 Agustus 2026 15:17 WIB
Kekeringan Meluas, BPBD Sleman Salurkan 198.000 Liter Air

Ilustrasi. /Antara foto- Okky Lukmansyah

Harianjogja.com, SLEMAN— Kebutuhan air bersih masih menjadi persoalan bagi sebagian warga di Kabupaten Sleman selama musim kemarau. Hingga 19 Agustus 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman telah menyalurkan 198.000 liter air bersih kepada 521 kepala keluarga (KK) di empat kapanewon.

Bantuan itu diberikan melalui 38 ritase distribusi selama periode April hingga Agustus 2026. Wilayah yang menerima penyaluran meliputi Kapanewon Turi, Moyudan, Tempel, dan Godean.

Data Pusdalops BPBD Sleman per 19 Agustus 2026 mencatat Kapanewon Turi menjadi wilayah dengan distribusi air bersih paling banyak. Penyaluran terbesar berada di Kalurahan Girikerto dengan 175 KK terdampak dan distribusi mencapai 29 ritase atau 155.000 liter.

Kebutuhan Air Bersih di Empat Kapanewon

Di Kapanewon Moyudan, penyaluran air bersih dilakukan di Kalurahan Sumbersari dan Sumberarum. Warga di Sumbersari yang berjumlah 90 KK menerima lima ritase atau 25.000 liter air bersih.

Sementara itu, Kalurahan Sumberarum mendapat dua ritase dengan total 9.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan 120 KK. Jumlah distribusi di dua kalurahan tersebut menjadi bagian dari total bantuan yang disalurkan BPBD Sleman selama periode April hingga Agustus.

Penyaluran juga dilakukan di Kapanewon Tempel. Sebanyak 125 KK di Kalurahan Merdikorejo menerima satu ritase atau 5.000 liter air bersih.

Adapun di Kapanewon Godean, BPBD Sleman menyalurkan satu ritase air bersih kepada 11 KK di Kalurahan Sidorejo. Total air yang didistribusikan di wilayah tersebut mencapai 4.000 liter.

Dengan demikian, bantuan air bersih BPBD Sleman tersebar pada empat kapanewon dengan kondisi dan jumlah penerima yang berbeda. Turi menjadi wilayah dengan volume distribusi terbesar, disusul Moyudan, Tempel, dan Godean.

Girikerto Kembali Mendapat Dropping Air

Penyaluran masih dilakukan BPBD Sleman pada Rabu (19/8/2026). Kali ini, dropping air bersih menyasar Kalurahan Girikerto, Kapanewon Turi, tepatnya di wilayah Kemirikebo.

Sebanyak 175 KK atau 613 jiwa terdampak dilayani dalam penyaluran tersebut. BPBD Sleman mendistribusikan dua ritase dengan total 10.000 liter air bersih.

Armada BPBD Kabupaten Sleman digunakan bersama Kodim 0732/Sleman dalam proses distribusi. Air bersih yang disalurkan diambil dari wilayah Kemiri dan Purwobinangun.

Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Bambang Kuntoro, mengatakan penyaluran dilakukan karena kondisi sumber air warga mengalami penurunan debit.

“Penyaluran air bersih di sejumlah wilayah tersebut dipicu kondisi sumber air warga yang mengalami penurunan debit,” kata Bambang dihubungi, Kamis (20/8/2026).

Kondisi sumber air menjadi salah satu faktor yang membuat warga membutuhkan pasokan tambahan. BPBD Sleman kemudian melakukan dropping untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat terdampak.

Penyebab Kebutuhan Air Berbeda di Tiap Wilayah

Selain penurunan debit sumber air, kondisi yang melatarbelakangi penyaluran di sejumlah wilayah juga berbeda.

Di Kapanewon Turi, penyaluran air bersih berkaitan dengan dampak tebing longsor. Sementara itu, di Kapanewon Moyudan tercatat adanya pompa dan pipa yang tersumbat lumpur.

Kondisi tersebut turut memengaruhi ketersediaan air yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Karena itu, penyaluran air dilakukan ke wilayah yang membutuhkan berdasarkan kondisi yang tercatat di lapangan.

Secara keseluruhan, data BPBD Sleman menunjukkan bantuan air bersih telah menjangkau 521 KK di empat kapanewon. Jumlah air yang telah didistribusikan mencapai 198.000 liter melalui 38 ritase selama April hingga Agustus 2026.

Penyaluran pada 19 Agustus juga menunjukkan kebutuhan bantuan air bersih masih berlangsung di Kalurahan Girikerto. Sebanyak 10.000 liter air diberikan untuk 175 KK atau 613 jiwa yang terdampak di wilayah Kemirikebo.

Kebutuhan air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Sleman menjadi perhatian BPBD seiring penurunan debit sumber air warga. Distribusi dilakukan menggunakan armada BPBD Kabupaten Sleman bersama Kodim 0732/Sleman dengan sumber pengambilan air dari wilayah Kemiri dan Purwobinangun.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online